
"Belum Kok Oma, Oma masih terlihat cantik dan menawan di mata Opa."ucap Prasetya sembari tertawa menutup mulutnya. Melihat tingkah bocah kecil itu, membuat Tuan Gaston tertawa ngakak. Ia tidak habis pikir dengan pola pikir bocah kecil itu. Yang mengatakan Kalau tuan Gaston benar-benar sayang dan cinta kepada Nyonya Julia.
Bagaimana mungkin bocah sebesar Prasetya pintar menggoda seperti itu kalau tidak ada yang mengajari. Ini pasti ulah Tati nih." gumam Ayeuna dalam hati sembari menatap Tati dengan tatapan penuh tanya. Tapi Tati memilih memalingkan wajahnya. Karna takut menatap Ayeuna.
"Ya sudah, sekarang lebih baik kita belajar, kan sudah puas bermain!" ucap Ayeuna kepada Prasetya. Dibalas anggukan dari Prasetya. Prasetya benar benar penurut kepada Ayeuna. Entah apa yang membuat Prasetya begitu dekat dan patuh kepada Ayeuna. Hal itu membuat nyonya Julia tersenyum melihat interaksi antara Ayeuna dan Prasetya.
Ketika Ayeuna dan Prasetya berniat masuk kekamar dan ingin belajar, Damian datang menghampiri Ayeuna dan Prasetya.
"Sayang kalau Prasetya sudah siap belajar dan sudah tidur, temui mas di ruang kerja mas." Bisik Damian membuat Prasetya memicingkan matanya kepada papinya.
"Ada apa sih Pi? kok harus bisik bisik sama mami?" tanya Prasetya ikutan kepo akan urusan orang dewasa itu.
"Mau tau aja kamu. Kamu itu masih bocah." gerutu Damian membuat Prasetya semakin kesal melihat ayahnya yang mengatainya masih bocah.
"Ya sudah sayang, kita masuk yuk!" ajak Ayeuna agar Prasetya belajar malam itu. Karna besok Prasetya akan kembali masuk ke sekolah. Kemudian Ayeuna dan Prasetya langsung menuju kamar meninggalkan Damian disana.
"Sayang jangan lupa ya!" teriak Damian membuat Ayeuna menggelengkan kepalanya melihat tingkah duda anak satu itu.
****
Darimana saja kamu, mami sudah menunggu kamu sedari tadi." pekik Nyonya Rasti kepada Leonardo yang baru tiba dirumah.
Leonardo tidak menjawab. Ia terus berjalan melewati nyonya Rasti membuat emosi nyonya Rasti semakin memuncak.
__ADS_1
"Hei kau mau ke mana?" Mami belum selesai bicara kepada kamu."
Leonardo tidak meninggalkan omongan nyonya Rasti. Ia terus berjalan menuju ke kamarnya. Seolah dirinya tidak melihat indahnya Rasti ada di sana.
"Berhenti Leonardo!" teriak nyonya Rasti membuat langkah Leonardo langsung terhenti begitu saja.
"Apalagi sih mi?
"Mami mau bicara sama kamu?
"Mau bicara apa lagi?
Leonardo tidak ingin berdebat mi, Leonardo capek ingin segera istirahat." ucap Leonardo kepada Nyonya Rasti.
Mau tidak mau Leonardo harus mengikuti keinginan Nyonya Rasti.
"Mami mau bicara apa? bicara aja, Leo akan dengar apa yang ingin mami bicarakan.
"Jangan katakan kamu baru bertemu Ayeuna." ucap nyonya Rasti membuat Leonardo sangat terkejut akan apa yang dikatakan oleh nyonya Rasti. Padahal dirinya sudah berusaha untuk berhati hati untuk mengarahkan keberadaan Ayeuna.
"Memangnya siapa yang bertemu dengan Ayeuna? Leo saja tidak tau Diaman Ayeuna." ucap Leonardo kepada nyonya Rasti.
"Tidak perlu ngeles kamu. Jangan kamu kira mami tidak mengetahui apa yang kamu lakukan diluar sana. Dimana mana ada mata mami." ucap nyonya Rasti
__ADS_1
Terserah mami, deh." ucap Leonardo sembari berniat meninggalkan nyonya Rasti. Tetapi nyonya Rasti langsung menarik tangan Leonardo. Hingga Leonardo hampir terjatuh dari tangga.
"Mami apa apa sih? kalau Leo jatuh gimana mom?" pekik Leonardo sembari menatap nyonya Rasti dengan tatapan penuh tanya. Ia bingung mengapa sikap nyonya Rasti akhir akhir ini menjadi berubah. Padahal selama ini nyoya Rasti tidak pernah kasar begitu kepada Leonardo.
"Mami akan jodohkan kamu sama anak teman mami. jadi kamu tidak perlu harus mengejar ngajar wanita pembawa sial itu." ucap nyonya Rasti kepada Leonardo.
"Jangan pernah mami mengatakan kalau Ayeuna itu wanita pembawa sial. Ayeuna itu wanita baik mom!" ucap Leonardo.
Kamu tau sendiri kan,kalau kedua orangtuanya meninggal karna menyelamatkan Ayeuna. Berarti Ayeuna pembawa sial. Jadi kamu harus hati hati sama Dia." ucap nyonya Rasti kepada Leonardo membuat Leonardo semakin kesal melihat nyonya Rasti yang sedari tadi menyalahkan Ayeuna, atas apa yang sudah tejadi di keluarganya.
"Sekali lagi mami peringatkan sama kamu, jangan pernah dekat dengan wanita pembawa sial itu." ucap nyonya Rasti sembari langsung berlalu dari hadapan Leonardo.
Sementara Leonardo masuk ke kamarnya berdiam untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan Diri, Leonardo kembali membuka laptopnya, untuk mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda. Karna Leonardo menemui Ayeuna di kediaman Damian
Untungnya Leonardo bertemu dengan Ayeuna, dan memastikan. kalau keadaan Ayeuna baik baik saja, tinggal bersama lelaki. yang menjadi rivalnya selama ini.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.
jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.
Trims
__ADS_1