
Ditempat lain, terlihat Ayeuna sudah bersiap untuk menemani Prasetya konsultasi dengan dokter psikiater. Untuk penyembuhan rasa trauma yang di alam oleh Prasetya pasca penculikan Prasetya beberapa waktu lalu.
"Mas Ayeuna pamit bersama Prasetya ingin pergi ke dokter psikiater, untuk melanjutkan pengobatan rasa trauma yang dialami Putra kita. Titip baby Catherine bisa nggak Mas?" tanya Ayeuna kepada suaminya.
"Lebih baik mas yang hantar sayang. Mas tidak ingin kalian berdua saja yang pergi. Kita bareng saja ke sana." ujar Demian kepada istrinya. Ayeuna mengembangkan senyumnya. Awalnya ia mengira kalau Damian tidak akan bersedia menghantarkannya bersama Prasetya ke dokter psikiater.
Ada rasa bahagia di hati Ayeuna ketika Damian langsung menawarkan diri untuk menghantarkan mereka. Ayeuna mempersiapkan segalanya. Ia Juga membawa baby Catherine bersama mereka, dan salah satu Baby sister yang selama ini menemani Prasetya dan juga Catherine. Baby sister yang sangat setia kepada keluarga Damian.
Tati lebih baik kamu ikut saja deh, untuk membantu saya menjaga baby Catherine ketika berkonsultasi dengan dokter. Tidak apa-apa kan? tanya Ayeuna kepada Tati yang sedari tadi sudah memandikan baby Catherine agar terlihat wangi dan rapi.
"Ya mbak," tidak apa-apa. Lagian aku senang kok, Menemani baby Catherine baby yang membuat Aku gemes." ucap Tati sembari mencium wajah cantik baby catering. Setelah mempersiapkan segalanya, Mereka pun berlalu menuju klinik. Dokter psikiater yang selama ini membantu Prasetya menghilangkan rasa traumanya. Hingga rasa trauma yang dialami Prasetya berangsur-angsur menghilang.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit, Mereka pun tiba di klinik. Terlihat seorang dokter tampan di sana, sudah menunggu kehadiran mereka. Damian dan keluarga turun dari mobil milik Damian.
Sang dokter mengembangkan senyumnya. "Hai tampan..... Bagaimana kabarmu apa kamu sehat-sehat saja? tanya dokter itu kepada Prasetya sambil langsung menggendong tubuh Prasetya.
Prasetya mengembangkan senyumnya menatap dokter itu dengan tatapan penuh arti. Prasetya sama sekali tidak menjawab tetapi raut wajahnya menunjukkan kalau dirinya senang bertemu dengan sang dokter psikiater.
Kurang lebih satu jam sang dokter melakukan interaksi dengan Prasetya. Terlihat kondisi Prasetya semakin menunjukkan perkembangannya. Prasetya sudah mulai membuka suaranya, perlahan demi perlahan rasa trauma yang dialami Prasetya sudah berkurang dan mulai berinteraksi dengan orang lain selain Ayeuna. Kaena selama ini hanya Ayeuna yang Prasetya percaya.
"Ya Alloh, syukurlah Putraku Akhirnya sudah dapat berinteraksi dengan orang lain." Ayeuna membatin sembari menatap putranya dengan tatapan penuh kasih sayang. Damian bersyukur menuruti keinginan istrinya.
Yang membuat kondisi putranya semakin membaik. "Sayang terima kasih, kamu sudah membawa Prasetya ke dokter psikiater ini. Mungkin kalau konsultasi atau terapi ini tidak kita lakukan, entah apa yang terjadi kepada Putra kita." ucap Damian sembari meraih tubuh istrinya ke pelukannya.
Tati yang melihat sang majikan sudah mulai merasa lega, melihat perkembangan kesehatan Prasetya pun merasa bahagia. syukurlah sekarang Tuan muda Prasetya sudah semakin membaik.
Aku sangat merindukan celotehannya. Walaupun selama ini Dia terkadang membuatku jengkel dengan caranya sendiri. Tapi aku merindukan itu semua. Tati membatin sembari memperhatikan Prasetya yang sedang berinteraksi dengan dokter Tampan itu.
Sang Dokter kembali menghampiri Damian dan Ayeuna yang berada di luar ruangan konsultasi bersama Prasetya. Ia menggendong tubuh mungil Prasetya dan terlihat sudah mulai berinteraksi dengan Damian. Tati dan juga adiknya Baby Catherine.
Kali ini Prasetya sudah menyapa baby Chaterine. "Hai adikku yang cantik." ucap Prasetya sambil memberikan kecupan hangat di wajah cantik baby Catherine. Membuat Damian dan Ayeuna merasa bahagia.
Kini putranya sudah kembali seperti semula. yang sering berinteraksi dengan adiknya. Prasetya sudah mulai bercanda gurau dengan Tati. Yang selama ini menemaninya di hari-harinya. Mulai Prasetya masih bayi.
__ADS_1
"Bagaimana dokter tampan kondisi Prasetya saat ini?" tanya Tati kepada dokter itu membuat dokter itu pun langsung tertawa mendengar panggilan Tati kepadanya.
"Memangnya saya tampan ya?" tanya sang dokter psikiater itu kepada Tati. "Ya dokter memang tampan.Tapi sayangnya sudah punya kekasih." ucap Tati asal.
Membuat Ayeuna langsung tertawa ngakak. apalagi dengan Prasetya yang sudah mulai berceloteh. "Sudah Mbak sus sama dokter tampan saja. Kan Mbak sus masih jomblo."Celetuk Prasetya membuat orang-orang yang di sana pun langsung tertawa ngakak, menatap Prasetya yang sudah mulai kembali bercanda.
"Ih Tuan muda ada-ada saja. Tidak mungkin dokter tampan ini mau sama Mbak sus. dokter tampan pasti sudah memiliki pacar.
"Pacar?
"Hummm"
Tidak mungkin dokter tampan memiliki pacar. Secara semenjak Prasetya bersama dokter tampan, tidak pernah ada tuh wanita cantik datang menemui dokter tampan." bantah Prasetya membuat Tati pun sedikit pusing menjawab setiap perkataan Prasetya.
"Memangnya Prasetya setuju Kalau Pak dokter sama mbak susnya? tanya sang dokter kepada Prasetya.
"Tentu setuju dong dokter tampan. Mbak sus Tati begitu baik kepada Prasetya. Dia selalu menjagaku dengan tulus.
Semenjak Prasetya kecil, sebelum ada mami Ayeuna Mbak sus Tati selalu menemaniku membantu Papi menjagaku. Prasetya sudah berbicara panjang lebar membuat Damian menggelengkan kepalanya. Sembari mengembangkan senyumnya menatap Ayeuna dan Prasetya bergantian.
Tetapi sepertinya anak buah Tuan Gaston Perez pura-pura tidak mendengarnya. Karena dari awal Hendarson tidak bersedia menuruti apa yang dikatakan Tuan Gaston kepadanya.
"lepaskan saya!"
"lepaskan saya!" saya tidak akan memaafkan kalian, jika saya sudah terlepas dari sini." teriak Henderson.
Membuat anak buah Tuan Gaston pun semakin kesal. Makanan yang sudah disediakan Tuan Gaston sebelumnya pun tidak mereka berikan. mereka ingin memberikan pelajaran kepada Hendarson. berharap Henderson merubah keputusannya.
"Dimana Gaston dan Julia? panggil mereka ke sini. Aku ingin berbicara dengan mereka."teriak Hendarson kepada anak buah Tuan Gaston. Salah satu anak buah Tuan Gaston pun menghubungi nomor ponsel milik Tuan Gaston.
Kring....
Kring....
__ADS_1
Kring.... suara deringan ponsel milik Tuan Gaston Perez pun terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel salah satu anak buahnya yang menghubungi dirinya.
Tuan Gaston pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada anak buahnya.
"Katakan ada apa kamu menghubungiku?
"Tuan Hendarson ingin bertemu dengan Tuan dan nyonya Julia. Hendarso sedari tadi berteriak-teriak meminta agar Tuan datang menghampirinya bersama nyonya." sahut anak buah Tuan Gaston.
Mendengar apa yang dikatakan anak buahnya Tuan Gaston, Tuan Gaston langsung mematikan sambungan telepon selulernya lalu menghampiri Nyonya Julia. "Sayang sepertinya Hendarson merubah keputusannya. Kata anak buah Mas. Dia sudah dari tadi berteriak-teriak ingin bertemu dengan kita." ucap Tuan Gaston perez kepada Nyonya Julia Perez.
"Terus kita harus bagaimana Mas? apa kita menghampirinya sekarang? tetapi ini sudah sore." ucap Nyonya Julia Perez kepada tuan Gaston Perez.
"Ya, kita lihat saja ke sana. Siapa tahu dia benar-benar merubah keputusannya." sahut Tuan Gaston Perez sambil langsung bersiap masuk ke dalam mobil bersama Nyonya Julia Perez.
"Hantarkan kami ke markas!" perintah Tuan Gaston Perez kepada sopir pribadinya.
"baik Tuan!' sahut sang sopir sembari langsung menghidupkan mesin mobil milik Tuan Gaston, menuju markas Dimana Hendarson berada.
setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, kini Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez sudah tiba di markas.
"Tuan Gaston Perez sudah mulai mendengar jeritan Hendarson. Ia berjalan cepat diikuti dengan Nyonya Julia menghampiri Hendarson.
"Ada apa Hendarson kamu mencari kita berdua? dan dimana anak buahmu yang selama ini menemanimu? Apa kamu masih ingin menantangku? Ingat Hendarson tidak ada yang kekal di dunia. Dulu kamu bisa berkuasa tetapi sekarang tidak. Lebih baik kamu menyerah daripada kamu mati sia-sia seperti ini.
Apa yang akan dikatakan orang kepada seluruh anak-anakmu, dan keturunanmu jika kamu mati sia-sia seperti ini. Lebih baik kamu bertobat daripada kamu harus menahan egomu. Jangan sombong, itu tidak bagus." ucap Tuan Gaston Perez berharap Hendarson merubah keputusannya.
Hendarson menatap Nyonya Julia Perez dengan tatapan yang sulit diartikan. "Ayolah Hendarson, yang lalu biarlah berlalu. Jangan t kamu ingat masa lalu. Jika kamu mencintaiku sejak dulu, Seharusnya kamu membiarkan aku bahagia bersama lelaki pilihanku. Percayalah, kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaanmu sendiri, jika kamu bersedia untuk merubah sikap mu." ujar Nyonya Julia Perez sembari mendekati Hendarson.
Henderson terdiam. Entah karena dehidrasi dan tidak makan satu harian, kini Hendarson jatuh pingsan. Membuat Nyonya Julia Perez sedikit panik. Kondisi Hendarson saat ini sangat memprihatinkan. Di usianya yang sudah tidak muda lagi kini ia harus mendapatkan perlakuan seperti ini hanya karena perbuatannya sendiri.
Tolonglah berdamailah dengan keadaan Henderson." bisik Nyonya Julia tepat di telinga Hendarson. Tetapi tidak ada reaksi sama sekali. Membuat Nyonya Julia meminta kepada Tuan Gaston Perez agar membawanya ke rumah sakit terdekat.
Bersambung....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE,, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏