Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
DAMIAN KEPO


__ADS_3

Ayeuna pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Damian. Ia juga memberitahu Mengapa mereka saat ini belum pulang, hingga Damian Perez pun langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju mall, tempat Ayeuna dan Tati berbelanja. Ia merasa khawatir jika Leonardo akan melakukan sesuatu yang di luar dugaan Ayeuna.


Setelah melakukan perjalanan sekitar 15 menit kemudian Damian tiba di pusat perbelanjaan tempat Ayeuna belanja bersama Tati. Ia langsung berlari masuk ke dalam mall untuk segera bertemu dengan Ayeuna. Melihat kedatangan Damian Perez ke pusat perbelanjaan itu, manajer pusat perbelanjaan itu pun langsung menyambut hangat Demian.


Karena manajer itu mengetahui kalau pusat perbelanjaan itu merupakan milik keluarga Perez. Tetapi Ayeuna tidak mengetahui hal itu. Kalau pusat perbelanjaan tempat dirinya belanja merupakan milik suaminya sendiri.


Demian langsung menuju restoran junk food diikuti asistennya Jonathan. Karena sebelum Damian berangkat ke pusat perbelanjaan itu Damian sudah menghubungi Jonathan. Agar menemaninya menemui Ayeuna Di sana. Ia takut Leonardo berbuat macam-macam kepada Ayeuna.


Setelah tiba di restoran junk food itu, Ayeuna begitu terkejut melihat kehadiran suaminya di sana. Apalagi dengan Leonardo. Ia merasa tidak mampu menatap Damian Perez dan juga Jonathan. Ia terus tertunduk.


"Mas kok ada di sini? bukannya barusan Mas menghubungi Ayeuna? tanya Ayeuna penasaran Mengapa tiba-tiba suaminya dan Jonathan berada di sana.


"Ya sayang, kebetulan Mas dan Jonathan ada meeting di daerah sini. Jadi mas sempatkan datang ke sini untuk menemanimu belanja." sahut Damian berbohong.


Tetapi Jonathan paham Mengapa big bosnya sampai berbohong kepada istrinya. Karena Jonathan mengetahui kalau Damian berbohong hanya untuk kebaikan hubungan rumah tangga mereka. Ia takut Ayeuna akan semakin jengkel kepada Damian jika terus menaruh curiga kepada Leonardo.


"Kalian sudah selesai makan belum? tanya Damian kepada Ayeuna. Ayeuna menunjukkan piring bekas makannya hingga Damian pun paham Kalau Ayeuna, Tati, dan juga Leonardo sudah selesai makan saat itu.

__ADS_1


Leonardo pun akhirnya angkat bicara ia memohon maaf kepada Damian atas apa yang terjadi di masa lalu. Leonardo juga meminta maaf kepada Leonardo atas nama Nyonya Rasti agar mereka dapat memaafkan Nyonya Rasti berharap arwah Nyonya Rasti tenang di alam sana.


Demian menatap netra Leonardo. Ia mencari kebohongan di mata Leonardo. Tetapi Damian sama sekali tidak menemukan kebohongan di sana. Akhirnya Damian pun memaafkan Leonardo dan berusaha percaya kepada Leonardo.


"Saya memaafkanmu. Tetapi Tolong jangan hilangkan kepercayaan saya. Karena saat ini saya masih berusaha percaya kepadamu. saya tahu kalau kamu memang saudara tiri Ayeuna. Tetapi Mengapa kamu tega ingin membunuh istri saya? Padahal istri saya saat itu sedang hamil 2 bulan.


Apakah kamu tahu jika kamu berhasil melakukan pembunuhan itu, maka secara tidak langsung kamu sudah membunuh dua orang sekaligus." ucap damaian mengingatkan Leonardo agar Leonardo tidak melakukan hal kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh Leonardo di masa lalu.


Leonardo sangat terkejut akan apa yang dikatakan oleh Damian kepadanya. Pada saat itu Leonardo sama sekali tidak mengetahui kalau Ayeuna sedang hamil. Leonardo pun terus meminta maaf kepada Ayeuna dan juga Damian. Berharap Damian dan Ayeuna benar-benar memaafkan Leonardo.


"Kalau kamu memang benar-benar sudah berubah, tidak ada berniat jahat kepada Ayeuna dan keluarga Perez sekalipun. Kamu akan saya maafkan dan saya juga akan mempercayakan perusahaan milik Ayeuna kepadamu kembali kepada mu.


Masalah itu saya tidak mempermasalahkannya sudah sepatutnya kamu bertemu dengan ayah kandung kamu sendiri. Setelah puluhan tahun berpisah dengannya." ucap Surya Dirgantara kepada Leonardo. Setelah selesai berbicara kepada Leonardo di dalam restoran junk food yang ada di pusat perbelanjaan itu Damian, Ayeuna, Jonathan dan Tati pun akhirnya berpamitan dari sana.


Jonathan memilih untuk pergi terlebih dahulu. Karena Ia sudah sangat merindukan sosok istrinya Saida dengan putranya baby Neptunus. Damian mengembangkan senyumnya meraih tubuh istrinya kepelukannya. Berjalan menelusuri toko-toko perlengkapan bayi yang ada di pusat perbelanjaan itu.


Tak sedikit dari karyawan karyawati yang berada di pusat perbelanjaan itu merasa iri melihat Ayeuna yang begitu disayangi Damian. Apalagi mereka mengetahui Demian pemilik mall itu membuat setiap orang memberi hormat kepadanya.

__ADS_1


"Mas lihat deh itu lucu deh, sepertinya cocok untuk anak kita nantinya." ucap Ayeuna sambil menunjukkan box bayi yang ada Salah satu toko yang ada di pusat perbelanjaan itu. Demian akhirnya Pergi menuju toko itu bersama Ayeuna dan Tati.


Ia pun meminta kepada pemilik toko agar mengirimkan box bayi itu ke rumah Damian. Demian langsung melakukan pembayaran tanpa ingin mengetahui Berapa harga box bayi itu. ia sama sekali tidak peduli dengan harga. Yang penting itu dapat membuat hati Ayeuna bahagia.


Ketika box itu sudah usai mereka beli, Ayeuna juga mengajak Demian masuk ke toko pakaian khusus bayi. Terlihat Ayeuna sangat antusias memilih keperluan bayi membuat Damian pun mengembangkan senyumnya melihat Ayeuna yang begitu antusias.


Padahal di usia kandungan Ayeuna yang sudah menginjak 9 bulan, biasanya setiap wanita sudah merasa kewalahan berjalan karena perut sudah membuncit. Tetapi itu tidak berlaku buat Ayeuna. Ia tampak biasa saja berjalan dan memilih-milih peralatan yang diperlukan bayinya kelak.


Setelah merasa cukup, Ayeuna pergi ke kasir mengantri di meja kasir untuk membayar barang belanjaan mereka. Tetapi ketika Damian menggantikan Ayeuna di sana, kasir tersebut langsung mendahulukan Demian Perez.


Membuat setiap orang di sana memandang Demian dengan tatapan penuh tanya." Mbak kok bisa sih Bapak itu yang duluan dilayani? bukankah kami sudah lebih dulu di sini?" tanya salah satu wanita merasa komplain. "Maaf Bu, saya hanya tidak tega melihat Nyonya Ayeuna berdiri lebih lama di sana. di situasi kehamilannya sekarang ini." ucap kasir itu kepada wanita yang ada di belakang Damian Perez.


Wanita itu pun melihat kearah Ayeuna sesuai dengan arah tangan kasir itu membuat wanita itu pun langsung mengembangkan senyumnya. "Wah ternyata apa yang dikatakan Mbak benar adanya.


"Ya sudah tidak apa-apa Bapak ini terlebih dahulu Daripada kami. Kasihan juga mbaknya berdiri di sana menunggu suami tercinta." ucap wanita itu sambil tertawa cengengesan


Sementara Damian hanya diam tidak berbicara sedikitpun. Apalagi walaupun kasir itu sedang menghitung barang belanjaan Ayeuna, dan Damian. Ketika Damian mengeluarkan black card yang ada di dalam dompetnya, kepada kasir itu. Kasir itu pun langsung terdiam dan memberi hormat kepada Damian membuat orang-orang di sana pun merasa heran.

__ADS_1


hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓


yuk mampir ke karya baru emak


__ADS_2