
Ketika Damian sudah menyelesaikan pembayarannya di kasir tempat Ayeuna berbelanja, Damian langsung menghampiri Ayeuna. Sementara petugas security yang bertugas di mall itu, membantu DAMIAN untuk membawa barang belanjaan Ayeuna. karena mendapat perintah dari atasannya.
"Biar saya bantu Pak!" pekik petugas security itu sambil meraih barang belanjaan yang sudah dibayar Damian. Membuat orang-orang yang ada di dalam antrian menatap heran ke arah Damian dan bertanya-tanya di dalam hati, siapa sosok Damian sehingga Security dan manajer yang bertugas di sana, hormat kepada Damian Perez.
"Mbak siapa sih bapak itu, kok sepertinya menejer dan petugas keamanan itu sepertinya hormat kali sama itu orang?" tanya salah satu wanita yang ada dianterin kasir Itu.
"Oh Tuan Damian merupakan pemilik mall ini ibu." sahut kasir itu dengan singkat menghitung barang belanjaan yang ikut ngantri di sana.
Tiba-tiba suara rintihan Ayeuna terdengar jelas di telinga para orang yang mengantri di sana membuat Damian sedikit panik mendengar rintihan Ayeuna. Padahal Damian dan Ayeuna baru saja ingin meninggalkan lokasi antrian setelah selesai membayar barang belanjaan mereka.
"Auh.....sakit!" keluh Ayeuna, karena merasakan rasa sakit yang amat sakit ia rasakan. Membuat setiap orang yang ada di sana pun melihat ke arah Ayeuna. Salah satu ibu yang mengantri di sana pun menghampiri Ayeuna "Nak.....sepertinya kamu sudah ingin melahirkan. Kamu harus segera dibawa ke rumah sakit." ucap Ibu paruh baya itu kepada Ayeuna.
Sementara Damian sudah sangat panik melihat istrinya yang sudah merintih kesakitan di dalam pusat perbelanjaan itu. Tiba-tiba air keruh mengalir begitu saja dari ******** Ayeuna, membuat Damian semakin panik. Ia pun langsung menghubungi rumah sakit terdekat agar bersiap untuk membantu istrinya.
Security dan manajer yang bertugas di mall itu pun, membantu Damian untuk membawa Ayeuna ke rumah sakit. Tati sudah sangat panik melihat majikannya merintih kesakitan. Ia bingung harus melakukan apa. Sehingga Tati pun mengikuti Damian dan Ayeuna yang dibantu oleh security dan manajer, naik ke dalam mobil. Untuk segera dibawa ke rumah sakit.
Di dalam mobil Ayeuna Terus meringis kesakitan. Air mengalir terus saja semakin deras. Membuat Damian menjadi khawatir terjadi sesuatu kepada Ayeuna dan anak yang ada di dalam kandungan Ayeuna.
"Tahan ya sayang, sebentar lagi kita sampai dirumah sakit." ucap Damian Perez sambil mengecup kening Ayeuna.
Ayeuna terus merintih kesakitan terlihat keringat Ayeuna sudah mengguyur seluruh tubuhnya. Karena menahan rasa sakit yang ia rasakan.
Tolong percepat mobilnya Pak!" saya tidak ingin terjadi sesuatu kepada istri saya." ucap Damian kepada manajer itu. Yang kebetulan manajer itu menggantikan Damian untuk menyetir mobil milik Damian menuju rumah sakit.
Setelah tiba di rumah sakit, terlihat petugas rumah sakit dan dokter sudah bersiap menunggu kedatangan Ayeuna. Karena sebelumnya Damian sudah menghubungi pihak rumah sakit.
__ADS_1
Damian sangat gelisah Ketika istrinya sudah berada di ruang bersalin dan diperiksa oleh dokter kandungan dan perawat yang bertugas di sana. "Ya Allah lancarkanlah persalinan istriku, semoga Ayeuna dan anak kami sehat-sehat saja." doa Demian Perez di dalam hati.
Sementara Tati terus gelisah mondar-mandir di depan ruang bersalin. "Ya Allah selamatkanlah Nyonya Ayeuna. Saya tidak tahu harus bagaimana jika terjadi sesuatu kepada Nyonya Ayeuna dan anaknya ya Allah. lancarkanlah persalinan Nyonya ayeuna." doa Tati di dalam hati sambil terus memandang ke arah ruang bersalin.
"Dengan Tuan Damian? tanya salah satu suster yang ikut bertugas menangani Ayeuna
" Ia suster saya." jawab Damian
"Silahkan masuk pak..... istri anda menginginkan anda berada disampingnya selama persalinan berlangsung." ucap suster itu kepada Damian
"Baik sus...." jawab Damian
" Tati ..... bantu dalam dukungan doa ya, agar persalinan istri saya berjalan dengan lancar. Ucap Damian kepada Tati dibalas anggukan dari Tati pertanda dirinya paham maksudnya.
Diruang bersalin, Tampak Ayeuna merintih kesakitan.
Dokter meriksa posisi bayi Ayeuna. Yang ternyata Ayeuna sudah pembukaan sempurna.
"Wah pembukaannya sudah sempurna, kita akan segera lakukan persalinan segera persiapkan semua." ucap dokter yang bertugas menangani Ayeuna kepada suster. lalu dokter membantu persalinan Ayeuna dan memandu Ayeuna untuk mengejan sewaktu ada reaksi bayi ingin keluar.
"Ayo Nyonya terus satu......dua.....tiga"Ayeuna dipandu oleh dokter untuk mengejan. Tapi belum juga berhasil. Hal itu membuat Ayeuna kekurangan tenaga.
"Ayo sayang kamu pasti bisa kamu wanitaku yang paling kuat dan mami the best buat putra putri kita." Ucap Damian untuk menyemangati Ayeuna sambil mengecup kening Ayeuna.
Ayeuna kembali bersemangat untuk mengejan agar bayinya segera lahir. "Satu ......dua.....tiga"dokter kembali memandu Ayeuna mengejan. Sampai beberapa kali dokter memandu Ayeuna mengejan. Tetapi belum juga lahir.
__ADS_1
"Nyonya harus kuat kepala bayinya sudah kelihatan kasian bayinya terjepit, nyonya ngejan jangan setengah-setengah. mengejanya dengan napas panjang." ucap dokter memberitahu trik mengejan agar segera berhasil.
Ayeuna melakukan instruksi dari dokter dan suster. Akhirnya perjuangan Ayeuna tidak sia sia. "Oek.... oek ....oek " tangis bayi wanita terdengar jelas ditelinga Damian membuat Damian sangat bahagia akan kehadiran putrinya. "Selamat ya pak bayi anda perempuan." kata dokter memberitahu kalau bayi Ayeuna berjenis kelamin laki laki.
"Trimakasih dokter, trimakasih suster.....kalian sudah membantu persalinan istri saya." ucap Damian berterimakasih kepada suster dan dokter yang menangani Ayeuna
"Sama sama pak....ini Sudah tugas kami kok."kata Dokter Remon yang menangani persalinan Damian setelah membereskan persalinan saatnya Ayeuna dipindahkan keruang rawat inap VIP yang berada dirumah sakit.
"Sayang..... trimakasih kamu sudah memberikan kado terindah buat mas." ucap Damian sambil mengecup kening Ayeuna
"Sama sama mas...." sahut Ayeuna
"Oh iya mas Putra kita mana? tanya Ayeuna kepada suaminya mencari keberadaan Prasetya
"Putra kita ada dirumah." sahut Damian.
"Tapi ayeuna sangat mengkhawatirkan Putra kita. Sahut Ayeuna
"Belum bisa sayang karna ini masih diruang bersalin. Sebentar lagi kamu dipindahkan keruang VIP. Mereka masih mempersiapkannya. kata Damian kepada Ayeuna.
Demian benar-benar bahagia karena proses persalinan Ayeuna berjalan dengan lancar
semua ini tidak luput dari kerjasama kita semua." ucap Ayeuna kepada Damian.
hai hai readers yang baik author istirahat dulu Yach nanti kita lanjutkan lagi, dukung terus karya author dengan beri like coment dan votenya ya. kalau boleh di share juga agar rame yang baca 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓💓💓💓
__ADS_1
yuk mampir ke karya baru emak