
"Ini kantor, lebih baik kita profesional kerja saja. Jangan membahas yang lain kalau tidak urusan kantor.Jika anda membicarakan urusan lain, selain urusan kantor, maka saya tidak akan menjawab apa pun. Jika ada sesuatu yang ingin anda ketahui mengenai pribadi saya. lebih baik kita bicarakan nanti, setelah jam kantor usai." ucap Aurelin membuat Mario semakin kesal.
"Sekarang yang saya tanyakan siapa lelaki yang menghantar kamu? tinggal kamu beritahu saja itu aja kok ribet."gerutu Mario karena tak kunjung mendapat jawaban dari Aurelin.
"Apa yang harus Aurelin jawab kepada Pak Mario yang terhormat? karena setiap kali Aurelin berbicara kepada anda, mengenai hal pribadi saya, Anda tidak akan pernah percaya kepada saya. Jadi untuk apa Anda bertanya kepada saya? lebih baik Anda mencari tahu sendiri siapa lelaki yang menghantarkan Aurelin ke kantor." ujar Aurelin sambil langsung mendudukkan bokongnya di kursi kerjanya. Tanpa peduli adanya Mario di ruang kerjanya.
"Apa tidak ada sedikitpun rasa cintamu kepadaku? Mario kembali bertanya kepada Aurel.
"Maaf pak Mario sedari awal Tadi, saya sudah mengatakan kepada anda. Jika berbicara kepada saya di sini sebelum jam kerja saya usai, tidak boleh membicarakan hal pribadi. Jadi lebih baik pertanyaan Pak Mario disimpan terlebih dahulu. Setelah selesai jam kerja, baru anda menanyakan hal itu kepada saya. Karena itu bisa menjadi mengganggu pekerjaan saya dan tidak bisa bekerja semaksimal mungkin.
Dengan kekesalannya Mario pergi meninggalkan ruang kerja Aurelin. Karna tak kunjung mendapatkan jawaban. Padahal sebelumnya Aurelin sudah mengatakan kepada Mario kalau dirinya benar-benar sangat mencintai Mario. Tetapi dirinya tidak mau kalau harus mengorbankan kepercayaan, menikah kepada Mario. Karena menurut Aurelin cinta tidak harus memiliki. Cukup hanya melihat orang yang kita cintai bahagia bersama pasangan pilihannya. prinsip itu yang dipegang teguh oleh Aurel
Mario kembali ke ruang kerjanya. Ia langsung duduk di bangku kebesarannya. Terlihat Tuan Gaston Perez datang menghampiri Mario Perez. Untuk sekedar memantau perkembangan perusahaan Graha kencana, yang dipegang oleh Mario Perez sang anak bungsu Tuan Gaston Perez.
Tuan Gaston Perez juga, cukup bangga melihat prestasi yang diciptakan oleh Mario Perez. Itu terbukti kalau proyek-proyek yang dijalankan Mario selama ini berjalan dengan lancar. Dan perusahaan Graha kencana semakin berkembang di tangan Mario Perez.
Tuan Gaston Perez langsung memeluk putranya, tetapi tanpa mereka sadari ada seseorang yang ada di masa lalu Mario Perez berniat untuk menghancurkan perusahaan Graha kencana. Hingga wanita itu membayar seseorang untuk membocorkan berkas milik perusahaan Graha kencana kepada pesaing bisnis Graha kencana.
__ADS_1
Wanita itu benar-benar menaruh dendam kepada Mario Perez. Ya siapa lagi kalau bukan Clarissa. Clarissa yang merupakan mantan kekasih Mario Perez, merasa sakit hati karena diputuskan Mario Perez dengan sepihak. Bahkan ketika pernikahan Dan Damian Perez dengan Ayeuna, Mario Perez benar-benar membela Aurelin, saat pertikaian antara Aurelin dengan Clarissa.
Karena Clarissa menghina Aurelin habis-habisan. Mengatakan kalau Aurelin itu adalah rakyat jelata yang tidak memiliki apa-apa. Padahal Clarissa sama sekali tidak mengetahui kalau ayah kandung Aurelin merupakan orang nomor satu di dinas kepolisian Sumatera Utara.
Clarissa rela mengeluarkan kocek yang lumayan besar untuk membayar seseorang yang bekerja di kantor Graha kencana. Tidak bisa dipungkiri uang dapat membuat manusia gelap mata. Sehingga orang yang selama ini dipercaya oleh Mario Perez di kantor Graha kencana, berkhianat kepada Graha kencana dan membocorkan berkas milik Graha kencana ke perusahaan pesaing bisnis Graha kencana.
Tetapi Aurelin bukan wanita bodoh, sehingga dirinya sebelum melakukan presentasi untuk mendapatkan proyek, ia selalu membuat dua ide agar jika ide yang satu mentok ia akan mengalihkan ide yang satunya. Berharap dirinya dapat mendapatkan proyek tersebut.
Hari itu salah satu perusahaan besar yang ada di kota Medan mengadakan tender, dan salah satunya yang mengikutinya adalah perusahaan Graha kencana yang dipimpin oleh Mario Perez. Dengan percaya diri perusahaan pesaing bisnis Graha kencana ikut serta mengikuti tender tersebut.
Mereka sangat percaya diri kalau mereka yang mendapatkan proyek itu. Karena berkas yang dimiliki oleh Graha kencana sudah diberikan oleh salah satu penghianat di kantor Graha kencana. Tentunya karena permintaan Clarissa dan membayar penghianat itu dengan cukup tinggi.
Hal itu membuat Aurelin dan Mario saling pandang. Seolah Mereka bertanya siapa yang membocorkan ide itu kepada pihak pesaing bisnis mereka. Padahal yang Mengetahui ide itu hanyalah tiga orang termasuk Mario Aurelin dan Carlos. Setelah pesaing bisnis itu, telah usai mempresentasikan ide yang mereka beli dari perusahaan Graha kencana dari seorang penghiantan yang ada di perusahaan graha kencana.
Sekarang giliran Aurelin yang mempersentasikan ide yang mereka dapatkan. Terlihat Mario sudah gelisah karena ide yang mereka pelajari sudah dicuri oleh pesaing bisnis mereka. Tetapi Aurelin tampak tenang. Tanpa memiliki beban pikiran Ia pun langsung mempresentasikan ide keduanya hingga mendapatkan sambutan hangat dari penyelenggara tender tersebut.
Dan mereka pun menyetujui ide Aurelin yang kedua dan mereka memenangkan tender tersebut. Padahal awalnya Mario sudah sangat khawatir mereka akan kalah dalam meraih tender itu.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kamu mendapatkan ide secepat ini sayang? tanya Mario kepada Aurelin.
"Panjang ceritanya pak Mario, nanti akan Aurelin ceritakan. Tetapi sebelumnya anda harus mencari tahu siapa yang menjadi penghianat di perusahaan ini.
Jujur saya tidak menyukai seorang penghianat apalagi menghianati perusahaan tempat kita mencari nafkah, untuk membetulkan kehidupan kita sehari-hari."
"Ya sudah kalau begitu nanti kita bicarakan. tetapi bagaimanapun, saya sangat berterima kasih kepada kamu. Karena kamu sudah menyelamatkan perusahaan kita. Kamu tahu persis jika kita tidak memenangkan tender itu, berapa kerugian perusahaan yang harus kita tanggung." ucap Mario Perez kepada Aurelin.
Aurelin mengembangkan senyumnya.Saya sudah menduga ada seseorang yang berkhianat di kantor kita. Tetapi Aurelin tidak bisa menuduh tanpa bukti yang akurat. Mudah-mudahan pengkhianat itu mendapatkan ganjarannya
Aurelin benar-benar geram melihat ide saya sendiri dicuri orang lain. Padahal Aurelin merancang ide itu sendiri, mengerjakannya penuh perjuangan, rintangan dan tantangan. Hal itulah yang membuat Aurelin tidak terima jika ada seseorang yang ingin menyakiti keluarganya dan dihukum begitu saja.
****
Di tempat lain Saida sudah mulai menunjukkan perkembangannya kondisi kesehatan Saida sudah berangsur-angsur membaik. Hingga dokter memutuskan kalau Saida sudah dapat kembali ke rumah. Tetapi Saida harus rajin kontrol kesehatannya ke rumah sakit.
Setelah Ibu Amelia dan pak Walson telah menyelesaikan administrasinya Ibu Amelia dan Pak Walson langsung membawa Saida dan babynya pulang kerumah keluarga Pak walson.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏