
Sania menghampiri Demian.
"Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau Prasetya dirawat di rumah sakit? tanya Sania berpura-pura perhatian Kepada Prasetya.
"Untuk apa aku memberitahumu, kau sudah mengatakan kalau kau sedang sibuk mengadakan pemotretan. Tentunya kau tidak akan bisa diganggu bukan?
Sania menghela nafas panjang. Damian sudah mengetahui apa yang ada di dalam hati Sania. Pastinya Sania tidak akan tulus untuk menjaga Prasetya jika Damian meminta membantunya untuk menjaga Prasetya di rumah sakit. Itu terlihat jelas di kerutan wajah Sania ketika Nyonya Julia Perez meminta Sania untuk menjaga Prasetya.
"Sudahlah kalau kamu memang sibuk lebih baik kamu pulang sekarang. Aku bisa menjaga Prasetya sendiri disini. Kamu tenang saja aku tidak ingin membuat kamu repot. Lagian putraku sekarang sudah tidur.
"Tapi Sania masih ingin berada di sini apa kau keberatan Kalau aku berada disini?
Damian terdiam ia memilih untuk tidak menjawab pertanyaan dari Sania yang menurutnya tidak penting.
Sania berusaha untuk mendekati Damian. terlihat jelas Sania sengaja duduk di pangkuan Demian dan mengatakan kalau dirinya menginginkan sesuatu hal yang pernah mereka lakukan saat mereka kuliah dulu sebelum Sania menghianati Damian
"Sania Apa yang kamu lakukan? tolong jangan seperti ini. Ini di rumah sakit." bentak Damian
"Kalau ini tidak ke rumah sakit kamu pasti mau bukan? Tanya Sania percaya diri langsung memberikan kecupan hangat di wajah Damian.
Sania benar benar menguji kesabaran Damian. Ia selalu menggoda Damian agar Damian tergoda olehnya dan hanyut akan rayuan Sania.
__ADS_1
"Jaga sikap kamu Sania, Saya tidak suka wanita yang main sesukanya sendiri.
"Mengapa aku harus menjaga sikap? kau itu calon suamiku dan sebentar lagi kita akan bertunangan." ucap Sania kepada Damian.
Damian menghela napas berat. Sania sudah memikirkan hal-hal yang jauh tentang hubungan mereka. Padahal Damian sama sekali sudah tidak ingin menjalin hubungan bersama Sania lagi seiring karena pengkhianatan yang dilakukan Sania.
Karena menurut Damian sekali penghianat tetap akan menjadi penghianat. Ia selalu menyambut Sania jika dirinya datang menemui Damian itu semata-mata bukan karena Damian menginginkan hubungan mereka kembali seperti sedia kala. Tetapi karena Damian menghargai kedua orang tua Sania yang merupakan rekan bisnis Damian di dunia bisnis.
"Apa kau berubah karena wanita kampung itu? tanya Sania yang ikut menyalahkan Ayeuna.
"Sebaiknya kamu intropeksi diri sendiri sebelum kamu menyalahkan orang lain. karena aku paling tidak suka melihat orang yang selalu menyalahkan orang lain sementara dirinya sendiri tidak mengetahui letak kesalahannya dan bahkan melakukan kesalahan itu berulang kali."
Sania kesal melihat Damian yang sudah semakin cuek terhadapnya. Padahal sebelumnya Damian menyambut Sania dengan senyuman walaupun senyuman itu dengan terpaksa. Tetapi untuk saat ini Damian yang sudah jelas-jelas memperlihatkan ketidaksukaannya melihat Sania.
"Aku cantik, karir ok sebagai model terkenal. tentunya kau sudah tahu juga kalau kedua orang tuaku memiliki bisnis yang handal di negara ini jika dibandingkan dengan wanita kampung itu dia tidak ada apa apanya kepadaku."ucap Sania kepada Demian menyombongkan diri
"Lebih baik kamu pulang sekarang daripada kamu menghabiskan waktu penting kamu itu di sini. Maaf karena pemikiran kamu tidak sejalan denganku untuk saat ini. Karena aku lebih memilih untuk sendiri dulu.
"Aku tahu kau berubah seperti ini karena wanita kampungan itu. Aku akan membuat perhitungan kepada-nya ucap Sania penuh penekanan.
"Saya tidak takut kamu mengancam saya tetapi jika kau berani mengusik kehidupan Ayeuna, maka kau akan berurusan denganku. jadi jangan coba-coba macam-macam kepada Ayeuna. Kau tahu bukan aku orangnya bagaimana aku manusia nekat dapat melakukan apapun pada sesuatu yang kurang berkenan di hatiku. Jadi sebelum kamu mengeluarkan ancamanmu lebih baik kamu pikirkan terlebih dahulu kepada siapa kamu memberikan ancaman.
__ADS_1
Ketika Demian dan sania berbicara dengan serius, Prasetya kembali terbangun dan memanggil-manggil nama Ayeuna.
"Mami Ayeuna kamu di mana? Prasetya sangat merindukanmu. Kau tahu Mami sekarang kondisi Prasetya sudah semakin membaik. Sebentar lagi Prasetya akan tinggal bersama mami."Prasetya terbangun dari alam mimpinya. Ia menelisik seisi ruangan yang ternyata dirinya masih berada di ruang rawat inap rumah sakit. Ia seolah merasa hal yang aneh ketika Prasetya sudah terbangun dari tidurnya.
"Papi Panggil Prasetya
"Ada apa sayang?
"Oma sama Opa Dimana? kok tidak ada disini ini malah Tante itu yang ada di sini? Jangan bilang Kalau oma dan Opa akan meninggalkan Prasetya lagi.
"Tidak sayang!" Opa sama Oma hanya ingin istirahat. Sepertinya mereka sudah kelelahan kamu tahu bukan perjalanan mereka dari Medan ke Jakarta cukup jauh? belum lagi mereka harus menginap dirumah sakit untuk menemani Prasetya. Kan kasihan Oma sama opa Sayang!" ucap Damian
"Tapi Prasetya hanya ingin mami Ayeuna disini menjaga Prasetya. Ini kok malah nenek sihir itu ada disini?" tanya Prasetya membuat amarah Sania bangkit.
"Kamu kok ngomong seperti itu kepada Tante Sania sayang? tanya Damian
"Pokoknya Prasetia tidak mau kalau papi sama Tante itu." ucap Prasetya penuh penekanan. Karna Prasetya sudah tau sikap asli Sania.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏💓
__ADS_1
jangan lupa like coment dan votenya ya