Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.113 TANGIS NYONYA JULIA


__ADS_3

Di perjalanan nyonya Julia mengatakan kepada Tuan Gaston, bahwa dirinya salut dengan keberanian Aurelin berbicara apa adanya. Tanpa ada yang ditutup-tutupi dari mereka. Nyonya Julia Perez juga mengatakan kepada Tuan Gaston kalau ia salut dengan prinsip yang dipegang oleh Aurelin.


Setelah melakukan perjalanan sekitar lima belas menit kemudian, Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston Perez tiba di rumah. Mereka melihat Mario tampak tidak bersemangat. Sejak pagi itu Mario sama sekali tidak menyentuh makanannya. Asisten rumah tangga sudah berusaha membujuk Mario untuk sarapan dan makan siang. Tetapi makanan yang disediakan oleh asisten rumah tangga itu, sama sekali tidak disentuh oleh Mario.


"Mario kamu Kenapa Nak?"tanya Nyonya Julia Perez Setelah tiba di rumah dan melihat Mario hanya tiduran saja di atas ranjang miliknya. Makanan yang disediakan oleh asisten rumah tangga sama sekali tidak disentuhnya yang ada di atas nakas.


Mario tidak menjawab, ia hanya diam membisu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Nyonya Julia Perez memegang dahi Mario. Yang ternyata Mario saat itu ternyata demam tinggi. Membuat Nyonya Julia Perez panik dan meminta kepada tuan Gaston perez untuk segera melarikan Mario Perez ke rumah sakit.


Nyonya Julia Perez tidak ingin terjadi sesuatu kepada putranya. Ketika tuan Gaston Perez datang menghampiri Mario yang ada di dalam kamarnya, Ia begitu terkejut melihat kamar yang ditempati oleh Mario layaknya kapal pecah.


Mario seolah seperti orang gila yang tidak bisa mengontrol dirinya Karena cintanya benar-benar ditolak oleh Aurelin saat itu. Ia tidak mengetahui Aurelin menolak lamarannya karena hanya perbedaan keyakinan. Yang ia tahu kalau Aurelin sama sekali tidak mencintainya.


Tuan Gaston menuntun Mario Perez masuk ke dalam mobil agar segera dibawa ke rumah sakit. Security yang bertugas di sana membantu Tuan Gaston menuntun Mario Perez masuk ke dalam mobil. Setelah Mario berada di dalam mobil dan nyonya Julia Perez juga berada di dalamnya, Tuan Gaston langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah sakit terdekat.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit mereka tiba di salah satu rumah sakit terbesar yang ada di kota Medan. Nyonya Julia Perez langsung berteriak kepada suster dan dokter yang ada di sana agar langsung memberikan pertolongan kepada putranya.


Nyonya Julia Perez sangat panik melihat tubuh putranya sudah lemas dan panas tinggi. Dokter dan suster langsung membawa branker, dan Mario Perez langsung dibawa ke ruang UGD.


setelah melakukan pemeriksaan dokter pun memberikan suntikan jarum infus ke tangan Mario Perez. Tetapi Mario Perez sama sekali tidak merespon obat yang diberikan oleh dokter kepadanya. Hingga Nyonya Julia Perez semakin panik dengan apa yang dikatakan dokter kepadanya. Kalau tubuh Mario Perez tidak merespon sama sekali obat yang sudah ia suntikan dokter ketubuhnya.

__ADS_1


"Ada apa ini? kenapa bisa seperti ini dokter? tangis Nyonya Julia Perez sambil menatap putranya yang hanya terdiam dan melotot.


"Kami juga bingung Mengapa bisa terjadi seperti ini nyonya." ucap dokter itu kepada Nyonya Julia Perez.


Kemudian Tuan Gaston Perez pun angkat bicara dan berkata kepada dokter itu untuk meminta dokter yang paling ahli di bidangnya memeriksa putranya. Dokter lain pun datang menghampiri Mario Perez untuk melakukan pemeriksaan terhadap Mario Perez. Tetapi hasilnya sama seperti dokter yang memeriksa Mario sebelumnya.


Nyonya Julia menghubungi Damian dan Ayeuna dan meminta agar segera datang ke Medan untuk melihat kondisi adiknya Mereka. Nyonya Julia takut terjadi sesuatu kepada Mario saat ini. Nyonya Julia Perez menangis histeris sambil menghubungi Ayeuna dan Damian.


Ketika sambungan telepon seluler itu sudah tersambung kepada Damian, Nyonya Julia Perez Langsung menangis histeris membuat Damian dan Ayeuna sangat panik.


"Ada apa mom Kenapa Mami menangis?" tanya Demian yang ikut panik mendengar suara tangis Nyonya Julia.


Nyonya Julia Perez juga meminta kepada Damian agar segera datang ke kota Medan untuk melihat kondisi kesehatan adiknya. Damian yang merasa mendapat perintah dari Nyonya Julia, Damian meminta Ayeuna dan Prasetya untuk mempersiapkan diri karna hari itu juga mereka akan berangkat ke kota Medan.


Padahal hari sudah menunjukkan pukul 15.00 sore tetapi Damian tidak peduli akan hal itu. Mendapat perintah dari ibunya itu merupakan perintah yang harus Demian turuti.


"Sayang persiapkan diri kalian, hari ini juga kita akan berangkat ke kota Medan. Jangan lupa beritahu Tati, dia juga akan ikut ke sana karena Tati akan selalu menemani Prasetya saat berada di Medan. ucap Demian sambil langsung matikan sambungan telepon selulernya setelah selesai berbicara dengan Nyonya Julia Perez.


saat itu juga Ayeuna, Damian Prasetya dan Tati bersiap-siap berangkat ke bandara untuk segera melakukan perjalanan ke kota Medan. mereka tidak ingin menunda Nunda keberangkatan mereka. Apalagi setelah Damian mendengar suara tangis nyonya Julia membuat Damian semakin ingin mempercepat keberangkatannya. Ia juga takut terjadi sesuatu kepada adiknya

__ADS_1


****


Jam 07.00 malam keluarga kecil Damian sudah tiba di kota Medan. Tepatnya di kediaman keluarga Perez yang ada di kota Medan.Damian dan Ayeuna menitip Prasetya kepada Tati dan asisten rumah tangga yang ada di sana. Karena Damian dan Ayeuna malam itu harus segera pergi ke rumah sakit melihat kondisi kesehatan Mario saat itu.


Ketika Damian dan Ayeuna sudah tiba di rumah sakit, mereka sudah melihat Nyonya Julia Perez menangis sesungguhkan di ruang UGD karena semenjak Mario berada di rumah sakit beberapa dokter sudah berusaha melakukan pengobatan kepada Mario Perez. tetapi tubuh Mario sama sekali tidak meresponnya.


Damian berusaha berbicara dengan Mario. Tetapi Mario sama sekali tidak menjawab Damian. Bahkan Damian sangat kwatir ketika Damian memegang tubuh Mario yang suhu tubuhnya sangat tinggi. Bahkan Damian memohon kepada Dokter untuk melakukan sesuatu kepada Mario agar suhu tubuh Mario dapat normal kembali.


Dokter memberitahu kepada Damian kalau setiap obat yang mereka berikan kepada Mario, tubuh Mario sama sekali tidak merespon obat itu. Membuat Demian semakin panik melihat kondisi adiknya yang suhu tubuhnya sangat tinggi. Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Mario. Karena Damian sangat menyayangi Mario walau mereka terkadang berselisih pendapat.


Damian berulang kali mengajak Mario berbicara tetapi Mario tetap tidak menjawab Demian. Tuan Gaston juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Damian terhadap Mario. Kedua pria itu sama sekali tidak diresponnya.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa tekan love like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏💓🙏🙏


mampir kekarya emak yang lain juga


__ADS_1


__ADS_2