
Ketika Ayeuna sedang asyik membacakan dongeng untuk Prasetya Perez, salah satu dari bodyguard memberitahu kalau Damian sudah berada di parkiran rumah sakit. Agar Ayeuna segera keluar dari ruang rawat inap Prasetya.
"Non Ayuna Sudah saatnya non keluar dulu, soalnya Tuan Damian sudah berada di parkiran rumah sakit."bodyguard itu memberi tahu kepada Ayeuna agar Damien Perez tidak mengetahui kehadirannya di sana. Merekapun setuju tidak memberitahu kepada bos besar mereka karena mereka mengetahui apa yang dilakukan oleh Bos besarnya selama ini kepada Ayeuna yang semena-mena terhadap nya.
Ayeuna pun langsung berpamitan kepada Prasetya Perez, agar dirinya hari ini menyudahi cerita dongeng Nya kepada Prasetya. Karena dirinya tidak ingin Damian Perez mengetahui kalau Ayeuna menjenguk Prasetya di ruang rawat inap nya.
Dengan mengendap-endap dan menggunakan topi dan masker, Ayeuna keluar dari ruang rawat inap Prasetya sebelum Damien Perez tiba. Ayeuna memilih keluar melalui pintu belakang. Setelah tiba di pintu belakang Ayeuna langsung memesan ojek online untuk segera kembali ke kos milik Riana.
"Syukurlah, sekarang Prasetya Sudah mendingan, mudah-mudahan Prasetya segera sembuh."gumamnya dalam hati sambil menaiki ojek online yang sudah tiba di hadapannya.
Sementara Damien Perez yang baru tiba di ruang rawat inap Prasetya pun merasa heran, senyum manis menghiasi wajah pucat Prasetya membuat sosok Demian Perez bertanya-tanya dalam hati. Bagaimana keadaan Prasetya apa dia sudah mendingan?
"Alhamdulillah Tuan, tuan muda Sudah mendingan Apalagi setelah Dia menghabiskan bubur yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit. dan sudah memakan obat.
"Apa benar Dia menghabiskan buburnya? Tati menganggukkan kepalanya ia menelisik seisi ruangan sepertinya ada rahasia yang disembunyikan oleh Tati kepadanya
Prasetya langsung menyembunyikan kertas yang diberikan oleh Ayeuna kepadanya yang berisi nomor ponsel milik Ayeuna.
"Bagaimana jagoan Papi apa kamu sudah baik-baik saja?
"Sudah lebih baik Papi pergi saja dari sini, kehadiran Papi di sini membuat Prasetya semakin jengkel."
"Kamu kenapa ngomong seperti itu Nak?
__ADS_1
"lebih baik Papi pulang deh tidak perlu menjaga Prasetya di sini. Ada Bibi yang selalu setia menemani Prasetya di sini. Tidak seperti Papi yang kelayapan berpacaran ke sana ke mari bersama wanita yang tidak jelas itu."
"Jaga mulut kamu Prasetya Damian Perez.
"Gara-gara Papi, mami Ayeuna ku pergi dari rumah, Prasetya tidak suka sama Papi lebih baik Papi keluar dari sini." ucap Prasetya sambil terisak dan mendorong tubuh Damian agar menjauh darinya.
Tiba-tiba Tati langsung membisikkan sesuatu kepada Prasetya agar Prasetya tidak kasar kepada Damian sesuai dengan apa yang diminta oleh Ayeuna kepadanya.
"Apa Tuan muda ingin menyakiti hati non Ayeuna? Bisik Tati.
Prasetya menggelengkan kepalanya
"Kalau tuan muda tidak ingin menyakiti hati non ayeuna, Terus mengapa tuan muda tidak menjalankan amanah dari non Ayeuna? ucap Tati kepada Prasetya yang mampu membuat Prasetya langsung terdiam dan menatap Damian dengan tatapan penuh arti.
Tetapi Damian menaruh curiga, pasti ada yang terjadi sesuatu di ruangan ini sehingga kondisi kesehatan Prasetya tiba-tiba langsung membaik. Damian tidak bisa memastikan itu apa, tetapi perasaannya mengatakan demikian.
Tati tolong cerita kepadaku Mengapa tiba-tiba sifat Prasetya berubah drastis. dan Sepertinya dia bahagia?.
Tati menggelengkan kepalanya ia tidak ingin memberitahu kalau Ayeuna sudah datang menjenguk Prasetya.
Damian bertanya kepada Prasetya tetapi Prasetya memilih tidak menjawab Papinya. Membuat Damian semakin penasaran Mengapa Putra semata wayangnya itu tampak bahagia dan riang walaupun di punggung tangannya masih tertancap jarum infus.
Kemudian Damien Perez bertanya kepada para bodyguard-nya. Tetapi para bodyguard Itu pun memilih untuk diam. Tidak memberitahu kedatangan Ayeuna menjenguk Prasetya. sesuai dengan perjanjian yang mereka lakukan sebelum Ayeuna masuk kedalam ruang rawat inap Prasetya.
__ADS_1
"Mengapa kalian seperti merahasiakan sesuatu kepada saya?
"Kami tidak ada merahasiakan sesuatu apapun Tuan."
Damian terdiam ia memilih kembali menghampiri Prasetya.
"Di mana mami ayeuna, Apa kau tidak berhasil menemukannya lagi? tanya Prasetya kepada Damian.
Damian menggelengkan kepalanya. Karena Dirinya benar-benar belum bisa menemukan Ayeuna.
"Papi janji sama kamu, Papi akan membawa Mami Syeuna kembali ke rumah. Tetapi bukan menjadi seorang pengasuh lagi. Melainkan menjadi mami kamu.
"Benar Kah?
"Papi akan membawa Mami Ayeuna ke rumah dan menikah dengannya? Prasetya tidak suka berbohong.
Karena Mami Ayeuna mengajarkan kepada Prasetya agar kita tidak boleh berbohong. Jika kita mulai berbohong maka untuk menutupi kebohongan kita yang sebelumnya kita akan berbohong kembali. Itu yang dikatakan oleh Mami Ayeuna kepada Prasetya. Jadi Prasetya meminta kepada Papi agar Papi tidak membohongi Prasetya."ucap Prasetya kepada Damian membuat Damian menatap putranya dengan tatapan penuh tanya.
"Putraku sangat bijak, yang dikatakannya benar adanya. Apa yang harus aku lakukan? sementara aku belum menemukan sosok ayunan sampai sekarang. Gumam Damian di dalam hati.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1