Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
178.DIMANA PUTRAKU?


__ADS_3

"Dimana Putraku? Apa dia sudah tidur? tanya Jonathan sambil berlangsung berjalan masuk ke rumah tanpa Saida mempersilahkan Jonathan masuk.


"Dia ada sama Omanya,Belum tidur sepertinya, Neptunus menunggu kamu." ucap Saida sambil tersenyum menatap Jonathan dengan tatapan penuh arti.


Jonathan berniat untuk menghampiri baby Neptunus yang sedang bersama ibu Amelia. Neptunus Putra Saida yang mampu membuat Jonathan begitu merindukan sosok bayi mungil itu. "Hai handsome apa kabar?sapa Jonathan kepada baby Neptunus yang sedang berada di gendongan Ibu Amelia.


Ibu Amelia mendengar suara Jonathan datang menghampiri baby Neptunus, Ia pun mengembangkan senyumnya. Ibu Amelia begitu bahagia melihat Jonathan yang perhatian kepada cucunya. Ibu Amelia berharap kasih sayang Jonathan tidak akan berubah kepada baby Neptunus.


"Hai Om......, Neptunus baik-baik saja." sahut Ibu Amelia menirukan suara khas bayi kecil. Jonathan meraih tubuh baby Neptunus dan memberikan kecupan hangat di wajah tampan baby Neptunus. Seolah dirinya sangat merindukan baby Neptunus, ia ingin sekali tetap bersama bayi mungil itu.


"Apa Putraku rewel hari ini Tante? tanya Jonathan kepada Ibu Amelia membuat Ibu Amelia merasa heran ketika Jonathan memanggil baby Neptunus putranya. Tetapi hati Ibu Amelia begitu bahagia mendengar Jonathan memanggil baby Neptunus putranya.


"Ya Allah, seandainya kamu yang menjadi Papi kandung baby Neptunus, Pasti hidup putriku dan cucuku akan bahagia


" gumam Ibu Amelia dalam hati sambil memperhatikan interaksi antara Jonathan dengan baby Neptunus.


Kasih sayang yang diberikan Jonathan kepada baby Neptunus, begitu tulus. Membuat keduanya seperti saling ketergantungan. Itu terlihat jelas, ketika Jonathan yang menimang baby Neptunus, baby Neptunus merasa nyaman di gendongan Jonathan.


Sepertinya Beby Neptunus sangat nyaman digendongan Jonathan. Sehingga bayi mungil itu pun Langsung tertidur pulas ketika Jonathan mendendangkan lagu untuk baby Neptunus. layaknya seorang ayah yang lagi menimang putranya.

__ADS_1


"Wah sepertinya baby Neptunus nyaman di pelukan kamu. Lihat dia tertidur setelah kamu yang menggendongnya. Itu berarti baby Neptunus menunggu kamu sebelum dia tertidur." ucap Ibu Amelia sambil mengembangkan.


Hati Jonathan begitu menghangat mendengar apa yang dikatakan Ibu Amelia kepadanya. Itu pertanda Baby Neptunus merasa nyaman jika Jonathan yang menimangnya


Syukurlah kalau Putraku merasa nyaman dipelukanku" ucap Jonathan kepada Ibu Amelia. Air bening mengalir di wajah cantik Saida, ketika Jonathan menimang putranya, layaknya seorang ayah menimang Sang putra pertamanya.


"Alangkah bahagianya aku, jika yang menimang kamu itu Andre bapak kamu Nak." gumam Saida dalam hati sambil menghapus air bening yang mengalir di wajah cantiknya. Berharap kalau Jonathan dan ibu Amelia tidak melihat dirinya meneteskan air mata.


Tetapi Jonathan melihat itu semua. Sehingga ketika Baby Neptunus sudah dibaringkan di box baby Neptunus, Ia pun langsung menghampiri Saida. " What heaven why you cry baby?" tanya Jonathan sembari memperhatikan wajah Saida yang terlihat habis menangis.


"Tidak Saida tidak menangis mata ko. Saida hanya kelilipan saja." ucap Saida berbohong.


Saida menggelengkan kepalanya. Ia tidak ingin kalau Jonathan mengetahui apa di dalam isi hati Saida. Saat ini saida menginginkan kalau yang melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Jonathan, kepada putranya, adalah Andre. Tetapi itu tidak mungkin akan terjadi. Karena Andre tidak pernah peduli dengan baby Neptunus.


"Jangan pernah memendam sesuatu di dalam hatimu. Itu tidak akan baik bagi kesehatan kamu. Lebih baik kamu cerita kepadaku. Siapa tahu saya bisa bantu." ujar Jonatan berharap kalau Saida, akan bercerita apa yang ada di dalam isi hati. Saida terdiam ia tidak tahu harus menjawab apa kepada Jonathan. Sehingga dirinya bingung memulai dari mana.


Sementara di tempat lain,kondisi keadaan Nyonya Rasti, saat ini masih dalam keadaan kritis. Tetapi zat racun yang ada di tubuhnya sudah berhasil dikeluarkan, oleh tim dokter dan suster yang bertugas untuk menangani Nyonya Rasti.


Nyonya Rasti pun dipindahkan ke ruang ICU agar Nyonya Rasti mendapatkan perawatan yang intensif dan alat yang langsung terpasang ke tubuhnya dapat mendeteksi zat racun yang tersisa di tubuh Nyonya Rasti.

__ADS_1


Ketika Nyonya Rasti sudah dipindahkan ke ruang ICU, pihak rumah sakit meminta kepada Leonardo agar segera memberikan uang jaminan kepada pihak rumah sakit. Leonardo yang tidak memiliki uang cash, Jonathan pun berniat pergi ke bank untuk menukar check and giro yang diberikan Pak Burhan dan ibu Liana hasil penjualan perusahaan milik Ayeuna.


setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit dari rumah sakit, menuju Bank terdekat, Leonardo pun langsung menuju Teller yang kebetulan saat itu tidak terlalu antri. Leonardo berniat menukarkan check and giro pemberian Pak Burhan dan ibu Liana.


Ketika pihak bank mengecek isi dari cek dan giro itu, ternyata cek yang diberikan oleh Pak Burhan dan ibu Liana ternyata kosong. membuat Leonardo merasa tertipu oleh Pak Burhan dan ibu Liana. Ia pun emosi mengingat mereka sudah merasa puas saat Pak Burhan dan ibu liana tertipu oleh mereka


"Maaf Pak, cek ini tidak bisa dicairkan. Karena cek ini isinya kosong." ucap teller yang bekerja di salah satu bank ternama di negara ini.


"Apa?


"Ceknya kosong? tidak mungkin Mbak lebih baik mbak cek sekali lagi, siapa tahu Mbak salah." ucap Leonardo meminta kepada Taylor yang bekerja di salah satu bank swasta ternama di negara ini. memeriksa kembali isi cek and giro, yang diberikan oleh Pak Burhan dengan ibu Liana.


Tetapi ketika pihak bank itu sudah memeriksa beberapa kali, ternyata memang cek yang diberikan Leonardo kepada mereka ternyata cek kosong. Leonardo langsung pergi begitu saja meninggalkan teler itu. Di bank, Leonardo pun merasa tertipu dan berniat untuk mencari keberadaan Pak Burhan dan ibu Liana.


Leonardo emosi, Ia pun berniat ingin menemui Pak Burhan Di tempat saat mereka mengadakan transaksi jual beli perusahaan. Leonardo bingung apa yang harus ia lakukan sekarang.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏

__ADS_1


jangan lupa, like coment vote dan hadiahnya


__ADS_2