Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
SOSOK IBU AMELIA


__ADS_3

Ibu Amelia? tanya Gibran seolah dirinya mengenali Ibu Amelia.


"Ya Ibu saya yang bernama Ibu Amelia sahut Saida sambil mengembangkan senyum manisnya.


"Ibu Amelia kan seorang jaksa ternama di negara ini!" pekik Gibran karena dirinya terkejut bahwa calon istri Jonathan merupakan putri dari seorang jaksa yang namanya di kenal masyarakat.


"Maaf apa Anda mengenal ibu saya?"tanya Saida kepada Gibran yang baru saja terkejut mendengar bahwa calon istri Jonathan atau kekasih Jonathan merupakan putri dari ibu Amelia seorang jaksa, yang tak lain merupakan jaksa ternama di kota ini.


"Ya saya sangat mengenali sosok Ibu Amelia, Dia pernah membantu saya dalam menangani kasus yang ada di perusahaan saya."sahut Gibran sambil mengembangkan senyumnya


"Bagaimana bisa Ibu saya menolong Anda sementara Ibu saya hanya seorang jaksa. bukan seorang kuasa hukum."sahut Saida merasa heran mengapa Ibu Amelia dapat membantu perusahaan yang dikelola oleh Gibran.


"Ibu Amelia orangnya berkata jujur. Selalu membantu orang yang benar dan menyalahkan orang yang salah. Saya salut dengannya. Pernah lawan perkara saya memberikan uang suap kepada Ibu Amelia yang cukup besar, Tetapi ibu Amelia tidak pernah menerima uang suap dari siapapun.


Jika seseorang itu memang salah maka dia harus disalahkan." ucap Gibran membanggakan seorang ibu Amelia


Gibran benar-benar kenal dekat dengan ibu Amelia karena selama ini, sebelum perusahaan Gibran semakin besar. Ibu Amelia yang selalu membantu dirinya dalam menangani kasus apapun. Apabila ada seseorang yang berniat jahat ke perusahaan miliknya.


Saida mengembangkan senyumnya. Ia sedikit bangga kalau Gibran mengenal baik ibunya dari sisi positifnya. Setelah selesai berbicara dengan Gibran, Jonathan dan Saida pun berpamitan kepada Gibran untuk sekedar mengucapkan selamat atas pesta ulang tahun yang dirayakan oleh kolega bisnis Damian Perez.


Jonathan menghampiri tuan Burhan Atalariksa yang sedang merayakan ulang tahun pernikahannya bersama istrinya. Yang kebetulan Tuan Burhan Atalariksa merupakan rekan bisnis Damian Perez Sudah cukup lama. Ketika Jonathan dan Saida menghampiri Tuan Burhan, dan Tuan Burhan begitu terkejut melihat kehadiran Jonathan dengan seorang sosok wanita cantik.

__ADS_1


Jonathan memberi salam dan selamat kepada tuan Burhan Atalariksa dengan istrinya diikuti oleh Saida. "Wow ada perkembangan sekarang sudah menghadiri pesta ulang tahun pernikahan saya, dengan istri saya dengan membawa seorang wanita cantik.


Mudah-mudahan wanita cantik yang ada di samping kamu ini, benar-benar jodoh kamu Ya Tuan Jonathan." ucap Burhan kepada Jonathan. Membuat Jonathan langsung mengembangkan senyumnya.


Doakan saja Pak, acara pesta pernikahan saya dengan Saida tinggal menghitung hari saya juga ingin mengundang bapak untuk acara pesta pernikahan saya sahut." Jonathan sambil mengembangkan senyumnya.


Istri Tuan Burhan juga begitu antusias ingin mengenal sosok Saidah lebih dekat. Ia pun memberi salam kepada Saida dan sekedar berkenalan dengan Saida. Karena ia penasaran sosok wanita yang mana yang menaklukkan hati seorang Jonathan.


Karena selama ini wanita paruh baya itu, selalu berusaha untuk menjodohkan seorang wanita kepada Jonathan. Tetapi Jonathan selalu menolak jika nyonya Burhan menjodohkannya kepada wanita yang kenal dekat dengan Nyonya Burhan.


"Hai saya istri dari tuan Burhan, Kamu cantik sekali." ucap Nyonya Burhan kepada Saida.


"Saya Saida Terima kasih atas pujiannya Nyonya. Tetapi Nyonya juga sangat cantik dan awet muda."sahut Saida sambil mengembangkan senyumnya. Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata memperhatikan interaksi antara Tuan Burhan dengan istrinya bersama Jonathan dan juga Saida.


Tetapi Tuan laksamana yang sudah tahu apa yang ada dipikiran istrinya, langsung mengatakan kepada Nyonya Laksmana agar tidak berbuat yang aneh-aneh saat menghadiri pesta ulang tahun pernikahan Tuan Burhan.


Nyonya Laksmana seakan ingin menelan Saida hidup-hidup. Entah faktor apa yang membuat Nyonya Laksmana begitu membenci Saida selama ini. Padahal selama ini sudah tidak pernah mengusik kehidupan keluarga Laksmana.


Apalagi setelah Saida melahirkan baby Neptunus. Keluarga Saida cukup baik tidak menuntut keluarga Laksmana ke pengadilan setelah Apa yang dilakukan Andre Laksmana dan juga Nyonya Laksmana terhadap Saida.


Terlihat Saidah dan Jonathan meninggalkan Tuan Burhan dan istrinya. Setelah selesai memberikan salam dan selamat kepada tuan Burhan. Jonathan Saida berniat untuk mencicipi menu makanan yang ada di sana. kemudian Gibran kembali menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Kita makan bareng saja di sini. Sudah lama juga kita tidak ngobrol bersama." ujar Gibran kepada Jonathan.


Jonathan melirik ke arah Saida, itu pertanda Jonathan meminta persetujuan dari Saida setelah Saidah menganggukkan kepalanya Jonathan pun akhirnya setuju mereka duduk bersama dengan Gibran di meja yang sama untuk mencicipi menu makanan yang disediakan di pesta ulang tahun pernikahan Tuan Burhan dan istrinya.


Ketika Saida Jonathan dan Gibran sedang menikmati menu makanan yang disediakan di sana. Nyonya Laksmana tiba-tiba datang dan berpura-pura tersandung agar minuman yang ada di tangannya jatuh ke tubuh Saida. Baju Saida yang sudah dibayar mahal oleh Jonathan menjadi basah.


Kejadian itu membuat Saida heran melihat kehadiran Nyonya Laksmana. Di sana ia mengetahui Nyonya Laksmana benar-benar sengaja melakukannya, Jonathan langsung berdiri melihat Saida yang sudah terkena air minum milik Nyonya Laksmana. Jonathan juga mengetahui kalau Nyonya Laksmana pasti sengaja melakukannya.


"Maaf saya tidak sengaja."ucap Nyonya Laksmana pura-pura meminta maaf kepada Saida dan juga Jonathan dan Gibran menyayangkan dirinya tersandung dan minuman yang ada di tangan Nyonya Laksmana membuat baju Saida menjadi basah.


"Tidak apa-apa nyonya, asalkan anda tidak sengaja melakukannya. Tetapi jika anda sengaja, mudah-mudahan Anda disadarkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Karena calon istri saya tidak pernah merasa mengganggu Anda sehingga Anda memiliki rasa benci kepada calon istri saya."ucap Jonathan membuat Gibran mengerutkan keningnya ia bingung maksud dan tujuan Jonathan berbicara hal seperti yang ia dengar.


Nyonya Laksmana berlalu dari hadapan Jonathan, Saida, dan Gibran serta menghentakkan kakinya. Itu berarti ia paham maksud perkataan Jonathan kepadanya.


"Lihat saja nanti, kamu pasti menyesal untuk menikahi wanita bodoh itu."gumam Nyonya Laksmana sambil berlalu menghampiri suaminya.


"Ada apa bro? Mengapa kamu mengatakan seperti itu tadi? tanya Gibran kepada Jonathan dan Saida. Saidah menundukkan kepalanya ia takut akan mempermalukan Jonathan jika Jonathan memberitahu hal yang sebenarnya yang menimpa Saida selama ini. Dan Gibran akan mengetahui masa lalu Saida. Yang memiliki anak tetapi tidak dari Jonathan, melainkan dari Andre laksmana.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya baru emak



__ADS_2