
Pagi hari yang indah, matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan Bumi. Membuat tidur gadis cantik nan rupawan itu merasa terganggu karna sinar mentari sudah masuk melalu celah celah gorden mengenai netranya.
Huyemmmm......
Aurelin terbangun dari tidurnya netranya menelisik seisi kamarnya. Ia melihat sinar mentari cerah membuat Wanita itu langsung bangkit dari pembaringanmya. Aurelin melihat jarum jam yang ada di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Hari ini Aurelin telat bangun membuat ibu Boru silalahi merasa heran melihat Aurelin bangun telat. Tidak biasanya Aurelin bangun Sampai pukul delapan pagi.
"Kamu ngak kerja?
"Malas capek bangat badan ku ma," sahut Aurelin
"Apa sudah kamu kabari ke kantor kamu?
"Belum, bentar lagi saja masih mager nih." ucap Aurelin sambil duduk di ruang makan setelah selesai melakukan ritual mandinya.
"Mama bangunin kamu tapi kamu tak bangun bangun." ucap ibu Boru Silalahi kepada Aurelin.
"Gimana mau bangun badan Aurelin terasa remuk." sahut Aurelin sambil menyantap sarapan pagi yang sudah di sediakan oleh ibu Boru silalahi.
Di tempat lain Mario Perez sudah menunggu kedatangan Aurelin di kantor Graha kencana. Tetapi Mario sudah satu jam menunggu Aurelin tak kunjung datang ke kantor. Mario sudah terlihat gelisah menunggu kehadiran Aurelin. Ia meraih ponselnya yang ada di saku celananya. Setelah mencari nama Aurelin berada di layar ponselnya ia langsung menekan tombol hijau untuk menghubungi Aurelin.
Kring
Kring
Kring
Suara deringan ponsel milik Aurelin terdengar jelas di telinga Aurelin dengan ibu Boru Silalahi. Aurelin meraih ponselnya yang ada di atas meja sambil menyantap sarapan paginya. Ketika ia melihat layar ponselnya yang menghubungi dirinya adalah Mario sehingga dirinya merasa kesal untuk menjawab telepon seluler dari Mario.
"Kenapa tidak diangkat? angkat saja siapa tahu penting." ucap ibu boru Silalahi kepada Aurelin.
__ADS_1
Ketika ponsel itu kembali berdering, Ia pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Mario.
"Selamat pagi dengan Aurel di sini." sahut Aurelin berusaha untuk menjawab selembut mungkin.
"Kamu di mana? ini sudah jam berapa kok belum ada di kantor? tanya Mario bertubi-tubi membuat Aurelin langsung mengerutkan keningnya.
"Kalau bertanya itu, lebih baik satu-satu dulu. baru bisa saya jawab." sahut Aurelin
"Kamu di mana sekarang?
"Di rumah!"
"Kok masih di rumah? ini sudah jam berapa? kamu Sudah telat." teriak Mario dari sebrang telepon.
"Maaf Pak, untuk hari ini saya tidak bisa masuk kantor kan karena tubuh saya terasa lelah dan sepertinya Aurelin tidak bisa bekerja hari ini." sahut Aurelin.
"Pokoknya saya tidak mau tahu sekarang juga Kamu harus datang ke kantor. Karena ada pekerjaan penting yang harus kamu kerjakan sekarang juga."ucap Mario sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya tanpa mendengar jawaban dari Aurelin.
"Ada apa Kok kamu cemberut seperti itu tanya ibu Boru Silalahi kepada Aurelin.
"Bos Songngong itu meminta Aurelin harus segera datang ke kantor. Karena ada pekerjaan penting yang harus Aurelin kerjakan katanya."sahut Aurelin sembari langsung menghabiskan sarapan paginya.
Setelah menghabiskan sarapan paginya, Aurelin berlalu masuk ke kamar dengan langkah gontai, Ia mengganti pakaiannya yang biasa ia gunakan untuk pergi ke kantor.
" Ya sudah kalau begitu Kamu memakai mobil papa kamu saja. Kamu sudah telat kalau kamu harus menunggu taksi online lagi mungkin kamu akan lebih telat lagi." ujar ibu boru silalahi kepada Aurelin dibalas anggukan dari Aurelin.
Setelah memastikan penampilannya sudah sempurna Aurelin pun berpamitan kepada ibu Boru Silalahi untuk segera berangkat ke kantor. Dengan menggunakan mobil milik Pak Haposan seizin dari ibu Boru Silalahi Ia pun berangkat menuju kantor Graha kencana.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit Aurelin tiba di kantor Graha kencana. Terlihat Mario sudah menunggu kedatangannya di kantor.
__ADS_1
"Ini sudah jam berapa kamu telat Berapa jam? kamu pikir perusahaan ini perusahaan nenek moyang kamu? tanya Mario dengan nada meninggi membuat orang-orang yang hadir di sana pun menatap Aurelin dengan tatapan tanya.
"Saya sudah katakan hari ini saya tidak bisa masuk kerja. Karna saya kurang sehat
"Memangnya kamu ngapain saja makanya Tubuh kamu terasa sakit? Aurelin memilih untuk tidak menjawab. Ia lebih memilih berjalan masuk ke ruangannya agar segera mengerjakan pekerjaannya.
"Hei...... kamu anggap apa saya?" saya masih berbicara kepada kamu kamu malah ninggalin saya." teriak Mario tetapi Aurelin sama sekali tidak mengindahkan teriakan Mario dan memilih untuk terus berjalan masuk ke ruangannya.
****
Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah sakit tempat Ayeuna tepatnya diruang rawat inap Ayeuna, tampak Prasetya begitu bahagia mendengar kehamilan Ayeuna. Ia pun meminta Damian untuk segera menghubungi Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez memberitahu berita bahagia itu.
Demian menepuk jidatnya. Karena ia sampai lupa memberitahu kepada kedua orang tuanya mengenai kabar gembira yang diberikan Ayeuna di tengah-tengah keluarga mereka.
Setelah sambungan telepon seluler Demian tersambung dengan Tuan Gaston Perez, Ia pun langsung memberitahu mengenai kabar kehamilan Ayeuna kepada tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez.
Mendengar berita bahagia itu, Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez langsung bersorak kegirangan.
"Alhamdulillah ternyata kamu masih dipercayakan Allah agar Prasetya memiliki adik." ucap Tuan Gaston Perez sambil tertawa ngakak di dalam sambungan telepon selulernya.
Nyonya Julia Perez meminta kepada Damian agar mengalihkan panggilan menjadi panggilan telepon video. Nyonya Julia Perez ingin langsung melihat Ayeuna yang sedang dirawat di rumah sakit. Sambungan telepon video pun tersambung. Terlihat Nyonya Julia Perez begitu antusias ingin berbicara dengan Ayeuna dan mengucapkan selamat kepada Ayeuna atas kehamilannya.
Setelah selesai berbicara dengan Ayeuna dan Demian, Tuan Gaston perez langsung memutuskan sebuah telepon videonya kepada Damian dan juga Ayeuna. raut wajah bahagia terlihat jelas di wajah Tuan Gaston dan Julia Perez.
Hari itu setelah berbicara dengan Damian dan Ayeuna, Tuan Gaston ingin sekali meninjau perusahaan yang dikelola oleh Mario Perez. Setelah berpamitan kepada nyonya Julia Perez, Tuan Gaston Perez berlalu dari rumah menuju kantor Graha kencana.
Mario sama sekali tidak mengetahui kalau hari itu juga Tuan Gaston datang ke kantor untuk meninjau perusahaan miliknya. Yang dikelola langsung oleh Mario Perez Putra bungsunya.
Para pegawai yang bertugas di Graha kencana menunduk hormat ketika melihat Tuan Gaston Perez berada di kantor. Aurelin juga sama sekali tidak mengetahui kalau Tuan Gaston sudah berada di kantor. Ia hanya asyik mengerjakan pekerjaannya yang diberikan oleh dak Mario Perez kepadanya. Berharap hari ini dirinya tidak akan lembur lagi.
__ADS_1
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏