
"Terima kasih banyak Pak..... semoga rezeki bapak semakin bertambah dan keluarga bapak semuanya sehat sehat." ucap penjual rujak itu kepada Damian sambil mengembangkan senyumnya. "Sama-sama Pak." Sahut Damian sambil berlalu membawa rujak yang sudah mereka pesan sebelumnya
Damian Perez melajukan mobilnya ke arah jalan raya berniat untuk segera kembali ke rumah.Ia tidak ingin istrinya terlalu lama menunggu makanan pesanan Ayeuna. Karena ia merasa tidak biasa biasanya Ayeuna sampai menghubungi Damian Perez untuk meminta sesuatu kepadanya. Apalagi itu dengan menu makanan.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Damian Perez, Prasetya dan Tati tiba di rumah. Prasetya Perez langsung berlari menghampiri Ayeuna tanpa menunggu Demian Perez membukakan pintu mobil untuk dirinya.
Damian menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ayeuna. Sementara Tati membantu Damian untuk membawakan rujak dan sate yang sudah mereka beli sebelumnya.
"Mami.....teriak Prasetya sambil berlari memeluk ayeuna.
"loh Putra Mami sudah pulang? bareng siapa pulangnya Kok bisa sama papi?
"Iya mom.....tadi Prasetya singgah ke kantor Papi. eh ternyata Mami menghubungi Papi untuk membeli sate dan rujak. Jadi Prasetya pergi sama papi deh beli sate dan rujaknya." ucap Prasetya sambil mengecup wajah cantik Ayeuna.
Ayeuna pun membalas pelukan Prasetya ia pun memberikan kecupan demi kecupan di wajah tampan bocah kecil itu yang dapat mencuri hati dan perhatian Ayeuna selama ini. Terlihat Damian Perez dan Tati sudah masuk membawa sate dan rujak menghampiri Ayeuna.
Kemudian Tati membantu mengambilkan piring dan sendok agar Ayeuna dapat mencicipi sate dan rujak yang sudah dibeli Damian dengan penuh kesabaran karena harus rela mengantri di warung sate pinggir jalan pesanan Ayeuna.
__ADS_1
"Aduh Mas satenya benar benar enak sekali Ayeuna sangat menyukainya ucap Ayeuna sambil langsung melahap sate yang dibawa Damian. tanpa menunggu lama Ayeuna menghabiskan satu porsi sate. Membuat Damian pun tersenyum melihat istrinya yang telah memakan makanan yang sudah ia bawa dengan lahap.
"Syukur deh kamu menyukai satenya walaupun mas membelinya harus penuh kesabaran. Karena mas harus rela menunggu antrian yang panjang." ucap Damian sambil mengembangkan senyumnya menatap istrinya terus menyantap sate yang ada di hadapan Ayeuna.
"Dimakan dong Mas, tidak mungkin empat bungkus mas beli mau Ayeuna semua yang menghabiskan? ngak mungkin habis Ayeuna mas." ucap Ayeuna karena melihat Damian sama sekali tidak menyentuh sate yang mereka bawa. Damian pun akhirnya mengambil satu porsi sate dan melahapnya.
Tidak ada citra rasa yang luar biasa di sana hanya rasa sate biasa saja. Tidak seperti yang dikatakan Ayeuna kalau sate yang mereka beli itu merupakan sate yang paling enak yang Ayeuna rasakan. Damian mengerutkan kening. Ia bingung Mengapa istrinya menyukai sate pinggir jalan.
Padahal bukan tidak bisa Damian membeli sate dari restoran ternama di kota ini. Entah mengapa Damian harus rela mengantri hanya untuk memenuhi keinginan istrinya. "Ah sama sajanya rasanya seperti sate yang biasa saya makan." gumam Damian dalam hati tetapi ia sama sekali tidak menunjukkan mimik wajah keheranannya merasakan sate yang ada di hadapannya.
Ia hanya merasa heran saja melihat istrinya membuat dirinya mengantri di warung sate pinggir jalan. Seorang pemilik perusahaan ternama di kota ini. Bukan tidak bisa Damian memerintahkan anak buahnya. Tetapi Ayeuna ingin sekali suaminya sendiri yang mengantri membeli makanan yang ia pesan tanpa harus meminta bantuan dari para asisten atau karyawan lainnya.
Damian benar benar ingin menuruti semua keinginan Ayeuna. Setelah selesai menyantap sate dan rujak yang di bawa Damian, Ayeuna merasa puas.
"Hah.....kenyang." ucap Ayeuna sambil mengebangkan Senyum kemenangan melihat suaminya merasa heran melihat tingkah Ayeuna yang rada konyol meminta sesuatu yang tidak biasanya.
Ayeuna langsung memeluk dan mengecup wajah tampan suaminya. Ayeuna sangat bersyukur suaminya dapat memenuhi keinginannya. Walaupun ia merasa Damian tidak akan mungkin melakukannya. Tetapi Damian melakukannya hanya untuk istri tercinta dan anak yang ada di dalam kandungannya.
__ADS_1
Ayeuna benar-benar bahagia dan merasa beruntung memiliki suami seperti Damian yang sangat perhatian kepadanya. Walaupun umur mereka terpaut jauh. Tetapi itu tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk saling memahami. Ayeuna tidak menyangka. seorang Damian dapat bersikap manis kepada orang lain. Padahal Ayeuna mengenal Damian orang yang egois dan Arogant.
Sehingga Ayeuna tidak menyangka, kalau Damian benar benar bersikap lembut dan manis kepadanya. Apalagi semenjak mereka memutuskan untuk menikah sikap Damian berubah drastis menjadi lembut terhadapnya. Tetapi kalau untuk persaingan bisnis Damian tidak mengenal namanya lemah lembut.
Jika perusahaan lain ingin berniat curang ke perusahaan miliknya, maka Damian tidak akan kasih ampun. Ia benar-benar ingin menghancurkan bagi siapa pun yang berniat jahat kepada keluarnya.
****
Sementara di tempat lain Saida dan Jonathan bersiap untuk pindah ke rumah baru milik Jonathan yang sebelumnya sudah disediakan Jonathan. Sebelum pernikahan Jonathan dan Saida berlangsung. Jonathan tidak ingin terlalu merepotkan Ibu Amelia dan Pak Walson dengan berlama-lama tinggal bersama mereka di sana.
Jonathan ingin lebih hidup mandiri bersama istri dan anaknya. Sehingga ia memohon kepada Ibu Amelia dan Pak walson agar mengijinkan mereka tinggal di rumah yang sudah disediakan Jonathan sebelumnya.
Dengan berat hati ibu Amelia pun mengijinkan Saida dan Jonathan tinggal di rumah Jonathan. Ibu Amelia dan Pak walson pun tidak ingin memaksakan kehendak mereka agar Saida dan Jonatan tinggal bersama mereka.
Setelah mengumpulkan beberapa pakaian dan mempersiapkan segalanya. Jonathan dan Saida pun berlalu dari rumah Pak walson dan ibu Amelia dihantarkan langsung oleh ibu Amelia dan pak Walson. Sejujurnya Pak walson dan ibu Amelia tidak ingin berpisah dari Putri dan cucunya. Tetapi mereka juga ingin memberikan kepercayaan kepada Jonathan karena Jonathan mampu membahagiakan Putri dan cucu mereka.
Ada kebahagiaan tersendiri di hati Jonathan karena mendapat respon positif dari kedua mertuanya yang mengizinkan Saida dan putranya tinggal bertiga di rumah yang sudah disediakan oleh Jonathan.
__ADS_1
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam Mereka pun tiba di rumah baru yang sediakan oleh Jonathan. Rumah terlihat elegan dan asri berlantai dua itu benar benar rumah yang unik karena design interiornya sangat bagus dan elegan membuat auranya menjadi nyaman dan sejuk dengan adanya taman dan berbagai macam bunga bunga yang indah di pandang mata.
Disela sela kesibukan outhor di Dunia nyata, outhor sempatkan update jadi tolong dukung outhor ya redears dengan beri like coment dan votenya. agar outhor lebih semangat untuk berkarya.Trimakasih 🙏🙏🙏🙏💓💓💓🙏🙏🙏🙏