Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.122 LEMBUR BARENG


__ADS_3

Mario Perez tidak terima kalau Aurelin semakin menjauh darinya. sehingga ia berusaha agar Mario selalu bisa lebih dekat lagi dengan Aurelin. Di kantor tepatnya di kantor Graha kencana Aurelin tampak kesal melihat Mario yang sedari tadi memberikan tugas-tugas kepadanya. Padahal tugas itu tidak sepatutnya ia kerjakan. Bahkan Mario selalu meminta Aurelin untuk lembur di kantor bersamanya.


"Maaf pak Mario, seperti ini bukan menjadi tugas saya. Tetapi Mengapa anda memberikan saya tugas-tugas ini? tanya Aurelin yang tidak terima Mario memberikannya tugas tambahan.


"Yang menjadi bos di sini kamu atau saya? tanya Mario membuat Aurelin tidak bisa berkutik. Ia lebih memilih diam daripada harus melawan Mario Perez.


Aurelin berusaha mengerjakan pekerjaan yang diberikan Mario kepadanya dengan secepat mungkin. Berharap dirinya dapat menyelesaikan tugas-tugas itu dengan cepat agar dapat segera kembali ke rumah. Tubuh Aurelin sudah terasa lelah. Tetapi ia harus mengerjakan tugas-tugas yang diberikan Mario kepadanya.


Ada raut kekecewaan Aurelin melihat Mario yang semena-mena terhadapnya. Tetapi ia berusaha untuk profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di perusahaan Graha kencana. Sementara Mario tersenyum penuh kemenangan karena mampu membuat Aurelin kesal terhadapnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam tetapi Aurelin masih setia mengerjakan tugas yang diberikan Mario kepadanya. Sampai suara perut keroncongan Aurelin terdengar jelas di telinganya.


"Aduh lapar sekali, mana persediaan rotiku sudah habis." gumam Aurelin dalam hati sembari meneguk air putih yang ada di Tupperware miliknya.


Ia berusaha mengganjal perutnya Dengan meminum air minum yang ada di Tupperware miliknya. Berharap perutnya dapat diajak kompromi. Mario sudah melihat kegelisahan di wajah Aurelin Ia juga mengetahui kalau Aurelin saat ini sudah lapar.


Tanpa Aurelin ketahui Mario memesan makanan. Dan beberapa menit kemudian salah satu driver yang sering menggunakan dinas jaket berwarna hijau datang menghantarkan makanan kepada Aurelin.


"Maaf Selamat malam sapa salah satu driver ojek online yang sering menggunakan jaket berwarna hijau itu.


"Ya Selamat malam Pak, Ada yang bisa saya bantu?" sahut Aurelin sopan.


"Ini makanannya Mbak! ucap pria itu sembari memberikan kotak makanan pesanan Mario kepada Aurelin.

__ADS_1


"Maaf Pak tetapi saya tidak memesan makanan ini.


"Anda bernama Aurelin bukan? tanya driver salah satu aplikasi ternama di kota ini.


"Ya nama saya Aurelin tetapi saya merasa tidak memesan makanan Pak.


"Maaf Mbak, tapi makanan ini atas nama Mbak.Dan makannya sudah dibayar juga." sahut pria itu sambil meletakkan begitu saja makanan yang ia hantar di meja Aurel. lalu berlalu meninggalkan Aurelin di sana.


"Ah mungkin Bapak itu salah, tetapi mungkin ini rezekiku Lebih baik aku langsung makan. gumam Aurelin dalam hati sembari membuka kotak makanan yang ada di hadapannya.


Aurelin melihat kalau makanan itu dipesan dari restoran ternama di kota ini.


Sehingga Aurelin merasa heran Siapa yang memesan makanan itu. Tetapi karena perutnya sudah keroncongan dan cacing-cacing yang ada di perutnya sudah berdemo untuk diisi, membuat Aurelin tidak ambil pusing Siapa yang memesan makanan itu. Yang ia tahu hanyalah memakan makanan yang ada di hadapannya.


"Lebih baik aku langsung makan saja deh mumpung masih hangat Lagian sedari tadi cacing-cacing yang ada di perutku tidak bisa diajak kompromi padahal aku sudah menyogok mereka Dengan meminum air minum sebanyak-banyaknya." gumam Aurelin sambil mengembangkan senyumnya menatap makanan yang ada di hadapannya.


Beberapa menit kemudian Aurelin telah menghabiskan makanan itu tanpa ia sadari Mario sudah berada di hadapannya.


"Apa pekerjaan yang saya berikan tadi sudah siap? tanya Mario kepada Aurelin pura-pura tidak mengetahui apa yang dilakukan Aurelin saat itu.


"Maaf pak Mario perut saya tadi lapar jadi saya makan terlebih dahulu sahut Aurelin sembari menundukkan kepalanya.


"Kamu makan? tapi sedikitpun kamu tidak menawari saya?ucap pria yang ada di hadapannya yang merupakan bos atau pemilik perusahaan tempat ia bekerja.

__ADS_1


"Maaf Pak, tetapi saya juga tidak mengetahui siapa yang memesan makanan itu kepada saya. Tetapi karena perut saya sudah lapar sehingga saya tidak merasa konsentrasi untuk mengerjakan pekerjaan yang Bapak berikan kepada saya. Sehingga saya lebih memilih untuk memakan makanan ini terlebih dahulu baru melanjutkan pekerjaan saya." sahut Aurelin sembari menatap Mario dengan tatapan penuh arti.


Sejujurnya Aurelin yang sudah merasa sangat kesal kepada Mario yang berbuat semena-mena terhadapnya. Setelah kepulangan Mario dari rumah sakit dan penolakan lamaran Mario kepada Aurelin membuat Mario sedikit tidak terima dengan penolakan yang dilakukan Aurelin terhadapnya.


Sampai suatu ketika Mario pernah bertanya kepada dinas kependudukan. Untuk mempertanyakan pernikahan sipil yang akan ia lakukan kepada Aurelin. Ia ingin menikahi Aurelin tanpa saling mengorbankan kepercayaan.


Tetapi jawaban yang didapatkan oleh Mario dari dinas kependudukan Membuat Mario semakin bersemangat untuk tetap menjalin hubungan dengan Aurelin. Karena menurut dinas kependudukan, pernikahan perbedaan kepercayaan itu sudah biasa. Asalkan kedua belah pihak sepakat.


Mario ingin melakukan pernikahan sipil saja tanpa harus mengorbankan kepercayaan mereka masing-masing. Rasa cinta Mario yang sangat besar kepada Aurelin membuat dirinya nekat untuk melakukan pernikahan seperti itu.


Tetapi Mario belum menanyakan hal itu kepada Aurelin bahwa aurelin setuju atau tidak melakukan pernikahan seperti yang ada di benak Mario. Mario juga tidak ingin egois dan memaksakan kehendaknya untuk meminta Aurelin mengikut dengan kepercayaan nya.


Mario juga bertanya kepada tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez mengenai rencana yang akan ia lakukan. Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez hanya menyerahkan semua kepada Mario. Karena mereka tidak ingin memaksakan kehendak mereka kepada putra-putra mereka yang dapat merusak kehidupan rumah tangga anak-anaknya.


Mario juga berencana untuk membicarakan hal itu kepada AKBP Haposan Siregar. Tetapi untuk saat ini Mario belum dapat menemui AKBP Haposan yang merupakan orang tua kandung Aurelin. Karena saat ini Pak Haposan sedang sibuk dalam urusan kenegaraan.


Ia belum memiliki waktu untuk membicarakan hal-hal pribadi keluarga mereka. Yang ia pikirkan sekarang hanya melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai petinggi negara dan sebagai penjaga keamanan negara.


Aurelin sama sekali tidak mengetahui rencana Mario terhadapnya. Bahkan ia sudah menganggap hubungan mereka tidak akan dapat berlanjut ke jenjang pernikahan. Prinsip teguh yang dipegang oleh Aurelin bahwa mencintai bukan harus memiliki itu benar-benar ia pegang. Aurelin juga ingin membuat Mario bahagia walau tidak hidup bersamanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya.

__ADS_1


sambil menunggu novel ini up yuk mampir ke karya Emak yang lain



__ADS_2