
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Membuat tidur gadis cantik nan anggun itu terganggu. Karena sinar matahari yang masuk melalui celah-celah gorden jendela kamarnya menyinari ke mata milik gadis cantik itu. Membuat gadis itu langsung terbangun dari tidurnya.
Setelah kepulangan Mario dari rumah sakit hati Aurelin sudah merasa tenang dan lega setelah mengetahui kalau kondisi kesehatan Mario saat ini sudah Aurelin pagi itu tampak riang. Ia langsung bangkit dari pembaringannya menuju kamar mandi berniat untuk membersihkan diri.
Di kamar mandi, dengan riang Aurelin mendendangkan sebuah lagu yang berjudul "Sapala Nang hupillit." lagu tradisional Batak ala ATAROM yang artinya "Kalau sudah aku pilih pasti setia selalu." dengan ringan Aurelin mendendangkan lagu itu di kamar mandi. Hingga dirinya selesai melakukan ritual mandinya.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Aurelin langsung menggunakan pakaian yang biasa ia gunakan untuk bekerja. Ia melihat pantulan tubuhnya di cermin yang ada di kamarnya. Setelah merasa sudah rapi,Ia keluar kamar berniat untuk langsung ke ruang makan untuk sarapan pagi.
"Kamu hari ini sudah mulai masuk kantor inang? tanya ibu Boru Silalahi yang sedang menata sarapan pagi di ruang makan.
"Ya ma!" sudah dua minggu Aurelin tidak masuk kantor. Pasti pekerjaan Aurelin saat ini sudah menumpuk." ucap Aurelin sambil mendudukkan bokongnya di atas kursi. tepatnya di samping pak Pak Haposan yang sudah terlihat rapi menggunakan baju seragam dinas Kepolisian.
"Papi saat ini tugas di kantor? tanya Aurelin penasaran melihat penampilan sang pacar pertama Aurelin semenjak lahir ke dunia ini. bagi aurelin Pak Haposan merupakan lelaki Cinta pertamanya semenjak dirinya lahir ke dunia ini. Karna pak Haposan laki laki-laki yang pertama sekali disayangi oleh Aurelin sebagai seorang bapak.
"Hari ini ada acara perayaan ulang tahun Bhayangkara. Jadi hari ini mama kamu juga ikut menghadiri acara itu." ucap pak Haposan sambil mengembangkan senyumnya. Dan menatap Aurelin dengan tatapan seksama.
"Serius Mama ikut juga ke acara itu?tanya Aurelin
"Ya sayang..... kan biasanya juga mama kamu sering mendampingi Papi jika Papi ada tugas kemana-mana." ucap pak Haposan sambil mengembangkan senyumnya.
Aurelin mengangguk paham akan apa yang dikatakan Pak Haposan terhadapnya. Dengan antusias Ibu Boru Silalahi memberikan sarapan pagi yang lezat untuk keluarganya. ibu Boru Silalahi selalu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga.
Walaupun keluarga Pak Haposan memiliki asisten rumah tanggam Tetapi ibu boru silalahi selalu memberikan waktu untuk segera memasak sarapan pagi untuk keluarganya. Apalagi Pak Haposan sangat menyukai masakan ibu Boru silalahi sang istri tercinta.
__ADS_1
"Memangnya saat ini Mario sudah bisa masuk kantor? tanya ibu boru Silalahi dengan penasaran.
"Kalau masalah Mario sudah bisa masuk kantor atau tidak, Aurelin belum mengetahui. Tapi yang pasti saat ini Mario sudah tidak di rumah sakit lagi saat ini." Sahut Aurelin menanggapi Apa pertanyaan ibu Boru silalahi.
Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi itu berarti Aurelin harus segera berangkat ke kantor. Aurelin berpamitan kepada kedua orang tuanya,ingin segera pergi ke kantor. Dengan menggunakan motor matic miliknya yang selalu menemani dirinya ke mana saja.
Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar jelas di telinga keluarga Pak Haposan. Mereka sangat mengetahui kalau klakson mobil itu mobil milik Mario Perez. Aurelin berlalu meninggalkan kedua orang tuanya di ruang makan. Melihat Siapa yang membunyikan klakson mobil di halaman rumahnya.
Ketika Aurelin sudah berada di pintu rumah utama keluarga Pak Haposan, ia sudah melihat Mario turun dari mobilnya. Tentunya mobil milik Mario tidak dikendarai oleh Mario sendiri. Yang tak lain menggunakan sopir pribadi Mario.
"Sayang apa kamu sudah siap? tanya Mario sambil menghampiri Aurelin yang berada di pintu utama rumah keluarga Pak Haposan
"Mas Hari ini sudah mulai masuk ke kantor? tanya Aurelin yang sambil mengerikan keningnya. Ia seolah tidak percaya kalau hari ini Mario benar-benar sudah mulai melakukan aktivitasnya di kantor Graha kencana. Sebagai seorang CEO perusahaan milik keluarga Perez yang ada di kota Medan.
Seorang anak pengusaha terkaya di Indonesia melakukan acara pernikahan secara sipil dan akan mengadakan acara adat Batak di kota Medan. Sungguh di luar dugaan bagi Aurelin Mario akan melakukan hal pengorbanan sebesar itu, hanya untuk demi seorang Aurelin gadis biasa yang hanya seorang putri dari seorang perwira Polisi.
"Kenapa Sayang kok kamu seperti itu? memangnya kamu tidak suka kalau kita akan segera melangsungkan pernikahan di sana?" tanya Mario sambil menatap Aurelin dengan tatapan penuh tanya.
Aurelin mengembangkan senyumnya dan langsung mengecup wajah tampan Mario, lelaki yang sudah memporak-porandakan hatinya. Tetapi prinsip yang dimiliki Aurelin dapat mengalahkan segalanya.
"Ayo kita berangkat." ucap Aurelin.
"Tunggu dulu sayang!" mas akan pamitan dulu kepada Papa dan Mama." ucap Mario sambil berlalu meninggalkan Aurelin di pintu rumah utama keluarga Pak Haposan. Mario berlalu meninggalkan Aurelin dan mencari keberadaan Pak Haposan dan juga ibu boru Silalahi.
__ADS_1
"Eh ada nak Mario, sudah bisa mulai bekerja?" tanya Pak Haposan yang sudah menyelesaikan sarapan paginya. Berniat untuk segera berangkat ke kantor Polda Sumut. Karena di sana ada acara ulang tahun Bhayangkara se kota Medan.
"Iya pa!" hari ini Mario sudah mulai masuk kantor. Papa hari ini ada tugas di kantor? tanya Mario sambil menatap dinas yang sudah digunakan Pak Haposan yang terlihat gagah dan tampan walau umur sudah paruh baya.
"Ada acara ulang tahun Bhayangkara, jadi Papa dan Mama hari ini harus menghadiri acara itu." ucap Pak Haposan sambil mengembangkan senyumnya. Ibu Boru Silalahi datang menghampiri kedua lelaki itu, setelah Ibu Boru silalahi berpenampilan layaknya seorang istri perwira.
"Wah Mama cantik banget dan awet muda berpakaian seperti ini, sudah seperti istri presiden saja." ucap Mario mencandai ibu Boru Silalahi.
"Kamu bisa saja menggoda Mama. Tidak perlu seperti itu, memangnya kamu tidak lihat mama ini sudah tua?" ucap ibu Boru Silalahi sambil terkekeh mendengar apa yang dikatakan Mario kepadanya.
"Beneran loh ma, Mama terlihat anggun dan cantik tidak seperti umuran Mama yang sebenarnya. Pasti orang mengira kalau mama masih berumur 30-an." ucap Mario sambil mengembangkan senyumnya membuat ibu Boru Silalahi tertawa cengengesan mendengarkan apa yang dikatakan calon menantunya.
Melihat pemandangan itu semua, hati Aurelin begitu menghangat. Ia melihat Mario dapat mencairkan suasana di rumahnya.
Mario melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 07.45 menit.
Sehingga Mario langsung berpamitan kepada Pak Haposan dan ibu Boru Silalahi agar segera berangkat ke kantor. Ia tidak ingin memberikan contoh yang tidak baik kepada para karyawannya, dengan terlambat datang ke kantor. Mario harus menjadi panutan di kantor Dirgantara group. Sama halnya seperti yang dilakukan Tuan Gaston Perez selama memimpin perusahaan keluarga Perez selama puluhan tahun.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
yuk mampir ke karya emak yang lain
__ADS_1