
Andre merenungi nasibnya di halte pinggir jalanan raya. Entah apa yang terjadi terhadapnya hingga dirinya sampai berada di sana. Jonathan melihat keberadaan Andre disana, langsung menghentikan mobilnya. Entah apa maksud Jonathan, sehingga Jonathan menghentikan mobilnya tepat di halte dimana Andre berada.
Jonathan Turun dari mobil. Semetara Saida masih saja, duduk di bangku samping kemudi. Tidak ada niatan sedikitpun turun untuk bertegur sapa dengan Andre. Rasa sakit yang dilakukan Andre dan keluarganya masih terngiang dibenak Saida.
Sehingga sedikitpun, Saida sama sekali tidak memiliki empat kepada Andre. Terutama kepada nyonya laksmana.
"Ngapain mas Jonathan mengehentikan mobilnya dan turun dari mobil?" tanya Saida dalam hati. Sambil memperhatikan arah langkah Jonathan.
Ia terhenyak melihat Jonathan menghampiri Andre." Ngapain mas Jonathan menemuinya? kurang kerjaan saja." gumam Saida dalam hati. Tapi Saida tidak ada sama sekali niatan untuk mengikuti suaminya turun dan menghampiri Jonathan.
"Loh, Andre kok kamu ada disini?.ini sudah hampir malam." ucap Jonathan melihat sekeliling Andre. Tetapi Jonathan sama sekali tidak menemukan siapa siapa disana.
"Kamu sendiri ngapain disini?" Andre balik bertanya kepada Jonathan.
"Tadi baru pulang dari rumah sakit bersama Saida." sahut Jonathan
"Memangnya Saida sakit?"
__ADS_1
"Tidak, kami hanya melihat Ayeuna yang baru habis lahiran. "Ucap Jonathan.
"Kamu sendiri lagi ngapain disini? kok pertanyaan saya sedari tadi tidak kamu jawab.
"Saya habis jalan jalan sore, terus istirahat dulu disini ." sahut Andre sambil menelisik sekitar mobil milik Jonathan. Berharap Saida keluar dari mobil sambil. Rasa rindu yang dirasakan Andre terhadap Saida membuat dirinya cukup tersiksa.
"Entah apa yang membuat Andre akhir akhir ini, semakin merasa bersalah kepada Saida dan juga baby Neptunus. Padahal sejak awal Andre sudah menolak saida dan putranya baby Prasetiya. Andre benar benar telah menyesal telah menyia-nyiakan Saida selama ini.
"Jangan terlalu lama melamun, tidak bagus. Apalagi ini magrib." ujar Jonathan mengingatkan Andre, agar Andre segera kembali kerumah.
"Ia sebentar lagi, aku juga akan pulang." sahut Andre sambil netranya menelisik kearah mobil Jonathan.
"Sayang kok lama bangat? ucap Saida dengan manja, dihadapan Andre membuat hati Andre begitu sakit melihat kemesraan Jonathan dengan Saida.
"Iya sayang!" sebentar lagi ya sayang" sahut Jonathan sambil merangkul Saida dihadapan Andre.
Jonathan sengaja mengumbar kemesraan dihadapan Andre. Ia ingin membuat Andre merasakan rasa sakit yang dirasakan Saida, dan baby Neptunus. Akibat perbuatan Andre dan nyonya laksamana.
__ADS_1
"Sayang, kita pulang saja ya, Saida kwatir putra kita sudah menunggu kita dirumah." ucap Saida.
Mendengar kata kata Saida menyebut putra, hati Andre begitu sakit, seperti tertusuk duri tajam. Ia merasa semakin bersalah Saidah dan juga baby Neptunus.
Setelah selesai berbicara dengan Andre, Jonathan dan Saida berpamitan kepada Andre. Agra mereka segera kembali ke rumah.
****
"Mas, sudah sore nih kita pulang yuk " ajak Aurelin kepada suaminya Mario. Karena melihat suaminya masih berkutat di laptopnya.
"Sebentar ya Sayang!" mas save suku file nya." sahut Mario sambil terus mengotak atik leptopnya.
"Aurelin langsung memeluk Mario dari belakang dan memberikan kecupan hangat di wajah tampan suaminya. Membuat Mario menghentikan aktivitasnya dan menatap istrinya. Karena entah mengapa tiba tiba Aurelin bersikap manja kepadanya.
Tidak seperti biasanya, istrinya seperti membuat Mario langsung membalas kecupan istrinya.
Bersambung....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏