Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.244


__ADS_3

"Terima kasih sayang, ternyata kamu benar kita harus lebih cepat bergerak. Karena mas tidak ingin Nuraini memiliki rencana rencana jahat sebelumnya. Karena sebelum melakukan kejahatan itu, mereka pasti melakukan persiapan yang matang. Begitu juga dengan kita. Kita jangan mau kalah dari mereka agar kita tetap melakukan persiapan yang matang untuk membantu Kak Damian keluar dari masalah ini.


Kenapa dari awal kamu tidak memberitahu mas sayang? kalau kamu memberitahunya dari Awal, mas pasti akan lebih mudah untuk bertindak. kasihan Prasetya yang selalu dibayang-bayangi ketakutan akibat tindakan Nuraini kepadanya. jujur mas sangat khawatir melihat kondisi Prasetya saat ini.


luka yang ada di tubuhnya memang sudah pulih. Tetapi luka trauma yang ia alami hingga saat ini masih membutuhkan pengobatan dan konsultasi dari dokter psikiater. Mas sangat bingung Mengapa Nuraini sangat tega melakukan hal itu kepada anak dari saudara kembarnya sendiri.


"Entahlah Mas!" yang pasti saida juga tidak tega melihat Ayeuna yang begitu kuatir melihat kondisi Prasetya saat ini. sampai-sampai Baby Catherine juga kurang diperhatikan. Itu terlihat jelas ketika baby Catherine di rumah sakit. Ia merasa diabaikan tapi untung saja baby sepertinya mengerti dan paham situasi saat ini.


****


Jonathan menghubungi Tuan Gaston perez untuk memberitahu kepada Tuan Gaston perez mengenai informasi yang di dapatkannya dari Saida.


Kring.....


Kring....


Kring....


Suara Deringan ponsel milik Tuan Gaston perez terdengar jelas ditelinga Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston perez yang baru berniat istrihat setelah satu harian menemani Prasetya dan baby Chaterine.


Nyonya Julia Perez melihat ponsel milik suaminya langsung meraih ponsel yang ada didekatnya dan memberikannya kepada Tuan Gaston perez.


"Mas putra kita Jonathan menghubungi mas." ucap Nyonya Julia Perez sambil memberikan ponsel itu kepada Tuan Gaston.


"Tuan Gaston langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Jonathan.


"Assalamualaikum Pi!" sapa jonathan dari ujung telepon.


"Waalaikumsalam nak!" ada apa sudah malam begini kamu menghubungi Papi?"


"Ada sesuatu yang ingin Jonathan bicarakan kepada papi, apa papi ada waktu?

__ADS_1


"Kapan?


"Malam ini juga!"


"Papi dirumah kan?"


"Ya papi dirumah sekarang, sama mami kamu juga."


"Tapi Jonathan ingin membicarakan hal penting kepada Papi. sepertinya hanya kita berdua saja yang dapat membicarakan ini." ucap Jonathan kepada Tuhan Gaston Perez.


"Ya sudah kamu datang saja ke rumah, nanti temui Papi di ruang kerja Papi." ujar tulang Gaston Perez dalam sambungan telepon seluler rnya. Kemudian Tuan Gaston Perez menyudahi pembicaraannya dengan Jonathan.


"Ada apa pi? Putra kita menghubungi Papi malam-malam begini.


"Tidak!" Putra kita hanya bertanya Papi berada di mana." Sahut Tuan Gaston perez. Membuat Nyonya juga Perez mengerutkan keningnya, karna Nyonya Julia Perez merasa Tuan Gaston perez sepertinya menyembunyikan sesuatu darinya.


"Papi jangan berbohong lebih baik terus terang kepada mami. Jangan menyembunyikan apapun kepada Mami. Karena Mami selalu mendukung keputusan Papi." ucap Nyonya Julia Perez kepada Tuan Gaston Perez.


Nyonya Julia Perez penasaran Mengapa Putra angkatnya itu tiba-tiba meminta Tuan Gaston terus untuk bertemu dengannya.


"Ada hal penting apa ya Pi Mengapa tiba-tiba Putra kita meminta kamu bertemu malam ini dengannya? seperti tidak ada waktu lain lagi ." tanya Nyonya Julia Perez kepada tuan Gaston Perez.


Tidak butuh waktu lama, mobil Jonathan sudah tiba di kediaman Damian Perez. membuat Damian bingung Mengapa sahabat sekaligus adik angkat dan juga asistennya itu datang menghampirinya. Padahal hari sudah malam.


"Eh Jo, kok ngak ngabarin gue kamu datang?"


"Tidak, aku hanya ingin bertemu dengan papi. Papi ada kan?


"Ada sih!" tapi sepertinya sudah istrihat. Memangnya ada apa kamu mau bertemu dengan papi?


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepada Papi."

__ADS_1


"Sepenting apa? sehingga kamu sampai meninggalkan Saida dan baby Neptunus malam malam begini?


"Nanti juga kamu pasti tau." sahut Jonathan Sambil langsung meninggalkan Damian begitu saja dan Jonathan langsung menuju ruang kerja Tuan Gaston perez.


Jonathan sudah melihat Tuan Gaston perez berada di ruang kerjanya. Setelah mendapatkan Telepon selulernya diri Jonathan ia langsung meninggalkan istrinya di kamar istrihat.


"Maaf mengganggu waktu istrihat papi."ucap Jonathan sambil langsung duduk di sofa yang ada di ruang kerja Tuan Gaston Perez.


"Ada apa Nak sehingga kamu tiba-tiba meminta Papi bertemu dengan kamu Apa yang hendak kamu bicarakan kepada Papi?


Kemudian Jonathan pun memberitahu kepada tuan Gaston Perez mengenai informasi yang didapatkan dari Saida, kalau saat ini Nuraini sudah bergabung dengan geng mafia yang terkenal sadis yang kemampuannya cukup kuat.


Yang ternyata geng mafia itu selalu membackup dan membantu Nuraini untuk melakukan setiap misinya selama ini. Hal itu membuat Tuan Gaston Perez mengepalkan tangannya.


"Papi sudah menduga ini semua. Karena tidak mungkin Nuraini melakukan ini semua hanya sendiri. Apalagi seperti yang kamu katakan kalau Nuraini sangat paham menggunakan senjata api. Sungguh tidak mungkin wanita seperti Nuraini mampu menggunakan senjata api tanpa ada yang membantu mengajarinya.


Karena Papi tahu betul siapa Nuraini, sebelum Damian memutuskan menikah dengan Nurma saudara kembarnya. Tetapi sungguh keterlaluan. Dia mampu melakukan hal tragis seperti itu kepada keponakannya sendiri. Apalagi Prasetya merupakan putra dari saudara kembarnya sendiri


Papi tidak akan tinggal diam. Kerahkan semua anak buah kamu untuk menghancurkan geng itu. Yang dapat meresahkan masyarakat. Karena Papi mengetahui geng itu melakukan bisnis ilegal di negara ini. Dan jangan lupa laporkan ini semua ke kantor polisi agar kita mendapat bantuan dari pihak Kepolisian.


"Maaf sepertinya Jonathan tidak setuju kalau kita melaporkan hal ini ke kantor polisi. Karena tidak menutup kemungkinan ada petinggi kepolisian yang backing geng mafia ini. Sehingga setiap kejahatan yang mereka lakukan selalu lolos begitu saja. Menurut Jonathan lebih baik, kita sendiri yang melumpuhkan geng itu. Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada dinas Kepolisian.


Kalau kita sudah berhasil mengumpulkan bukti-bukti kejahatan mereka maka kita dapat menyeret mereka ke kantor polisi. Agar pihak kepolisian tidak memiliki alasan untuk membebaskan mereka kembali.


Tapi darimana kamu ketahui informasi ini? mengapa tiba-tiba kamu mengetahuinya?" tanya Tuan Gaston Perez kepada Jonathan. "Saida yang memberitahu kepadaku dan ia juga memberikan bukti-bukti kalau Nuraini bergabung dengan geng mafia itu.


Sebelumnya ibu Amelia sudah memberitahu kepada Saida, kalau geng itu tidak dapat diproses. Karena banyak yang membantu mereka dari petinggi di negara ini." ucap jonathan memberitahu apa yang ia ketahui dari istrinya.


Bersambung


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA


__ADS_2