
"Ayeuna ikut aku!" perintah Damian sambil menarik tangan Ayeuna
"lepaskan aku kau menyakiti tanganku." ucap Ayeuna karena Damian tidak sadar akan genggaman tangannya yang begitu kuat membuat tangan Ayeuna sampai berbekas.
"Tolong jangan kasar kepada saya, saya bukan anak buah anda lagi. Apa yang hendak Anda bicarakan kepada saya bicarakan saja di sini."ucap Ayeuna kepada Damian.
Damian menatap Ayeuna dengan tatapan penuh arti. Kemudian Damian kembali meminta Ayeuna untuk duduk di gazebo yang ada di kediaman Tuan Gaston.
"Saya ingin bicara penting kepada kamu dan ini sangat penting tidak ada yang bisa mendengarnya termasuk Mario dan Prasetya."
"Apa yang akan Anda bicarakan kepada saya? ucap Ayeuna ketika sudah tiba di sebuah gazebo dan duduk di sana.
"Tolong Jawab dengan jujur, Saya tidak ingin kamu membohongi saya. Ada hubungan apa kamu dengan adikku Mario? tanya Damian kepada Ayeuna membuat Ayeuna sedikit terkejut akan pertanyaan yang dilontarkan Damian.
"Maksud tuan Damian?
"Jangan pura-pura bodoh di hadapanku. Aku tidak suka seperti itu. Apa kamu mencintai adik saya? tanya Damian dengan serius penuh selidik.
"Kalau saya mencintai adik anda apa masalahnya untuk anda?
Damian terdiam. Ia tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Mendengar apa yang dikatakan Ayeuna kepadanya. Padahal Ayeuna hanya ingin melihat ekspresi Damian. Ketika dirinya mengatakan memiliki perasaan kepada Mario.
"Memangnya kamu tidak sayang kepada Prasetya?
"Apa hubungannya dengan Prasetya? bagaimanapun Prasetya itu separuh jiwaku. saya sudah menganggapnya sebagai putraku sendiri.
"Kalau kamu menyayangi Prasetya Mengapa kamu mencintai Mario?
"Memangnya siapa yang yang mengatakan kalau saya mencintai Mario? tanya Ayeuna membuat Damian merasa terjebak dengan pertanyaannya.
"Maaf Tuan Damian Sepertinya kita tidak perlu membahas masalah pribadi di sini. Saya hanya ingin bertemu dan melepas rindu kepada putraku. Tapi dia juga putraku."ucap Damian dengan lantang
__ADS_1
"Saya tahu Prasetya itu putra Anda Tuan Damian, tetapi anda tidak boleh menyalahkan kalau saya menyayangi putra anda. dan putra Anda juga menyayangi saya. Karena bagaimanapun Prasetya itu sudah saya anggap sebagai Putra kandung saya sendiri.
Damian berusaha menghilangkan sikap egois. Dia meraih tangan Ayeuna.
"Ayeuna Maafkan saya akan sikap saya selama ini kepadamu. Saya benar-benar menyesalinya."ucap Damian kepada Ayeuna dan terlihat sangat serius.
Ayeuna langsung tertawa ngakak mendengar Damian minta maaf kepada dirinya.
"Apa Saya tidak salah mendengar?
"Sepertinya Anda bukan Tuan Damian yang sebenarnya. Karena yang saya kenal Tuan Damian itu tidak akan pernah meminta maaf kepada orang lain. Sekalipun kesalahan itu sangat fatal."
"Daya serius Yun. saya meminta maaf atas sikap dan perilaku saya selama ini kepadamu. berikan aku waktu untuk memperbaiki nya semua." ucap Damian
Ayeuna menatap Damian seolah dirinya tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut Tuan Arogannya itu.
"Jauh sebelumnya Ayeuna sudah memaafkan Anda Tuan. Jadi tuan santai aja tidak perlu terbebani. Karena saya sudah memaafkan anda." ucap Ayeuna sambil berdiri dari tempat duduknya. Tetapi Damian berusaha menahan Ayeuna agar tetap duduk di sana.
"Apalagi Tuan? bukankah urusan kita sudah selesai? jadi lebih baik aku menemui putraku Aku sangat merindukannya."
"Damian kembali meraih tangan Ayeuna.
"Ayeuna Aku ingin mengajakmu nanti malam ke sebuah tempat. Apakah kamu memiliki
" Waktu?
"Kemana?
"Rahasia!"
"Dengan Prasetya juga?
__ADS_1
"Lihat aja nanti, Aku ingin kita kesana."ucap Damian kepada ada Ayeuna.
"Maaf kalau putraku tidak ikut. aku tidak bisa ikut anda. karena aku tidak bisa jauh dengan putraku."
Damian menghela nafas berat. Sejujurnya ia ingin pergi bersama Ayeuna hanya berdua. tetapi karena ancaman dari Ayeuna terpaksa Damian membawa Prasetya.
"Ada apa sih yang mau dibicarakan Tuan Arogan itu? tanya Ayeuna dalam hati sembari meninggalkan Demian di gazebo berniat untuk menghampiri Prasetya yang sedang mengobrol bersama Tati dan juga Mario.
"Ada apa? Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu? tanya Mario kepada Ayeuna
Ayeuna menggelengkan kepalanya ia tidak ingin kalau Mario mengetahui ajakan dari Damian.
"Apakah kakakku menyakiti hatimu lagi? tanya Mario penuh selidik
Ayeuna menggelengkan kepalanya pertanda tebakan dari Mario salah.
"Kalau kamu membutuhkan sesuatu bilang aja kepadaku jangan sungkan." ujar Mario kepada Syeuna.
"Saya tahu Tuan. Tuan tenang saja aku tidak apa-apa kok. lebih baik Tuan istirahat agar esok hari mengerjakan pekerjaannya fit tanpa kekurangan sedikitpun.
Kamu juga harus istirahat. karena pekerjaan kamu sudah banyak menunggu. Aku berharap kalau pekerjaan yang kamu kerjakan tidak terganggu dengan kehadiran Prasetya dan kak Damian di sini.
"Pak Mario Tenang saja saya profesional kerja. Saya tidak ingin mengecewakan siapapun. ucap Ayeuna.
Kemudian Ayeuna berpamitan untuk kembali ke kamar ke kostnya. Tetapi Damian langsung datang untuk meminta kepada ayeuna agar ayeuna menginap malam itu di kediaman Tuan Gaston.
"Naaf tuan Damian saya harus pulang sekarang juga. karena pakaian ganti Saya tidak ada disini.
"Biarkan saya mengantarmu!" sambil meminta kunci mobil milik Mario agar Damian menghantarkan ayeuna ke tempat kosnya.
bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor yang lain ceritanya seru terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏