
Ketika Aurelin memberi salam kepada kedua orang tua Mario Perez. Aurelin sudah merasa tidak enak hati melihat kedatangan Tuan Gaston dan juga Nyonya Julia Perez. Karena Aurelin mengetahui maksud dan tujuan Nyonya Julia dan Tuan Gaston menemui kedua orang tuanya.
Sebelumnya Aurelin sudah mengatakan kepada mamanya Boru Silalahi kalau dirinya tidak ingin menikah dengan Mario jika harus berpindah kepercayaan mengikut kepercayaan Mario. Karena Aurelin tidak ingin menikah dengan lelaki yang tidak seiman dengannya.
Ibu Boru Silalahi pun menyetujui pendapat putrinya. Dan Ia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada Aurelin. Bahkan prinsip yang dipegang oleh Aurelin itu adalah prinsip yang ditekankan oleh Pak Haposan dan juga Ibu Boru Silalahi. Apalagi pak Haposan mendidik Aurelin dengan keras layaknya sepeti pelatihan masuk kepolisian.
"Begini Pak Haposan, tujuan kami datang kemari ingin membicarakan tentang hubungan antara Putra kami dengan Putri anda. Kami ingin melamar Putri anda menjadi menantu kamu untuk Mario Perez." ucap Tuan Gaston kepada Pak Haposan tanpa berbasa-basi.
Pak Haposan menghela nafas berat dan sekilas ia melihat kepada ibu Boru Silalahi pertanda dirinya ingin meminta pendapat dari istrinya. Ibu Boru Silalahi angkat bicara ia langsung mengatakan apa yang diungkapkan Aurelin kepada ibu Boru Silalahi.
Karena sebelumnya Aurelin sudah menceritakan mengenai hubungannya dengan Mario.Yang awalnya Mario hanya mengajaknya ke kota Jakarta menghadiri pesta pernikahan Damian dengan Ayeuna yang ternyata merupakan sahabat putrinya sendiri.
Mario meminta Aurelin menjadi pacar pura-pura mario saat itu. Awalnya Aurelin menolak. Tetapi karena Mario memohon dan memberikan kompensasi kepada Aurelin sehingga Aurelin merasa tidak tega melihat Mario yang memohon-mohon kepadanya. Sehingga Aurelin pun setuju dengan melakukan kebohongan itu walau menurut Aurelin itu sangat salah.
"Begini nyonya Julia dan Tuan Gaston, sebenarnya kami juga sangat menyukai putra Anda Mario menjadi menantu kamu. Tetapi kalian pasti tahu hubungan antara mereka sama sekali tidak ada hubungan pasangan kekasih. Itu menurut cerita putri kami kepada kami orang tuanya. Tapi kami yakin dengan apa yang dikatakan putri kami. Kalau hubungannya dengan Mario hanyalah hubungan antara atasan dan bawahan.
Kami tahu persis prinsip putri kami yang begitu teguh dalam pendiriannya. Jujur Aurelin juga memberitahu kepada kami kalau Mario mengatakan kalau dirinya benar-benar mencintai Aurelin. Mario meminta Aurelin berpura-pura menjadi kekasihnya di hadapan Tuan Gaston dan Nyonya Julia agar Mario dapat lebih dekat dengan Aurelin. Tetapi Tuan Gaston sendiri tahu kalau perbedaan di antara kita memang benar-benar ada.
__ADS_1
Perbedaan ekonomi itu bisa kita kesampingkan nanti. Tetapi ini sangat sulit bagi kami untuk memberikan restu kepada Mario dengan Aurelin. Sementara perbedaan keyakinan antara Mario dengan Aurelin membuat sulit untuk mempersatukan mereka.
Itu pun semuanya Kami serahkan kepada putri kami Aurelin. Kami tidak bisa memaksakan kehendak kami kepada putri kami. Karena yang menjalaninya bukan kami melainkan dirinya sendiri." ucap ibu Boru Silalahi dengan bijak.
Tuan Gaston dan nyonya Julia Perez menatap Aurelin tanpa ada unsur pemaksaan di sana. kemudian Pak Haposan angkat bicara dan bertanya kepada Aurelin mengenai Apa yang dibicarakan kedua orang tua Mario kepada Pak Haposan.
"Begini inang boru hasian, kau adalah Tondi Tondi papa. Semuanya keputusan ada di tangan kamu inang. Papa tidak bisa memaksakan kehendak Papa kepadamu inang. Untuk itu Papa ingin bertanya kepada kamu Apa kamu benar-benar mencintai Mario Perez putra dari tuan Gaston dan nyonya Julia?" tanya Pak Haposan dengan berhati-hati kepada Aurelin karena Pak Haposan tidak ingin putrinya tersinggung dengan perkataannya.
Pak Haposan sangat sayang kepada Aurelin. Begitu juga dengan Aurelin sangat sayang kepada papanya. Karena menurut Aurelin papanya adalah Cinta pertamanya setelah ia lahir ke dunia ini.
Aurelin tidak bisa langsung menjawab pertanyaan Pak Haposan.Ia terdiam sejenak dan menghela nafas panjang. Pak Haposan kembali bertanya kepada Aurelin mengenai prinsip dan juga perasaan yang dirasakan oleh Aurelin terhadap Mario.
"Maaf om dan tante, sejujurnya masalah perasaan terhadap pak Mario Aurelin Tidak bisa memungkiri kalau Aurelin juga memiliki perasaan yang sama seperti Pak Mario. Tetapi untuk bersanding dengan pak Mario Sepertinya itu tidak mungkin terjadi. Jika Aurelin harus berpindah keyakinan hanya karena mencintai seorang pria yang tidak satu iman dengan Aurelin.
Untuk itu, Aurelin meminta maaf kepada om dan tante. Kalau lamaran pak Mario itu tidak bisa Aurelin terima. Karena perbedaan keyakinan atau iman yang kami miliki. Bukan saya tidak menyukai pak Mario. Bahkan saya juga mencintainya. Tetapi kami akan sulit bersatu karena perbedaan itu."ucap Aurelin tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Apa benar kamu benar-benar mencintai Mario Putra kami? tanya Tuan Gaston kepada Aurelin.
__ADS_1
"Om ....Tante... mencintai seseorang itu tidak harus memiliki. Itulah yang Aurelin lakukan saat ini. Aurelin sangat mencintai pak Mario. Tetapi perbedaan keyakinan itu saja, yang membuat Aurelin enggan menerima lamaran ini.
Jika pak Mario setuju mengikut keyakinan Aurelin itu tidak masalah bagi Aurelin. Tetapi kalau untuk Aurelia mengikut keyakinan pak Mario, sepertinya lamaran ini tidak perlu kita lanjutkan. Karena Aurelin tidak akan menjual keyakinan Aurelin sendiri. Hanya karena mencintai seorang pria. Itu artinya saya menghianati Tuhan saya." ucap Aurelin dengan lantang kepada tuan Gaston tanpa memikirkan perasaan Tuan Gaston dan juga Nyonya Julia.
Aurelin tidak ingin Tuan Gaston dan nyonya Julia Perez, memiliki harapan kalau Aurelin akan menerima lamaran Mario perez.
"Baiklah nak Aurelin, kami menghargai keputusan kamu. Dan itu hak kamu menerima atau menolak lamaran kami.
Kami akan coba bicarakan ini kepada Mario karena semuanya keputusan ada di tangan kalian berdua bukan di kami. Kami juga tidak pernah memaksakan kehendak kami kepada kedua Putra kami. Karena yang menjalani kehidupan kalian, kalian sendiri bukan kami." ucap Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston kepada Aurelin.
Pak Haposan sangat bangga kepada putrinya yang berbicara apa adanya tanpa ada kebohongan di dalamnya. Pak Haposan juga bangga dengan prinsip yang dipegang oleh putrinya Aurelin.
Setelah selesai berbicara kepada Pak Haposan dan ibu Boru Silalahi Begitu juga dengan Aurelin, Tuan Gaston dan nyonya Julia Perez berpamitan kepada keluarga Pak Haposan untuk segera kembali ke rumah keluarga Perez.
Di perjalanan nyonya Julia mengatakan kepada Tuan Gaston, bahwa dirinya salut dengan keberanian Aurelin berbicara apa adanya. Tanpa ada yang ditutup-tutupi dari mereka. Nyonya Julia Perez juga mengatakan kepada Tuan Gaston kalau ia salut dengan prinsip yang dipegang oleh Aurelin.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa tekan love like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏💓🙏🙏