
Aku tidak akan mengampuni Mu. Katakan di mana kamu sembunyikan Ayeuna? tanya Leonardo kembali ketika dirinya ditarik paksa oleh satpam yang bertugas di rumah sakit itu.
Damian memilih meninggalkan Leonardo di sana bersama satpam. Kemudian ia berlalu ke ruang rawat inap Prasetya.
"Kamu kenapa?
"Kok hidung kamu berdarah seperti itu? tanya Nyonya Julia Perez kepada putranya sambil memperhatikan luka yang dimiliki oleh Damian.
"Apa kau berkelahi dengan seseorang?
"Tidak Mom, Damian tidak sengaja kejedot ke dinding."ucap Damian berbohong. Tati yang sudah beberapa hari menjaga Prasetya di rumah sakit diminta oleh Damian agar kembali ke rumah, untuk sekedar istirahat karena Damian merasa kasihan melihat Tati yang beberapa hari ini harus kurang tidur karena merawat putranya Prasetya.
Di tempat lain Sania mendatangi rumah Damian. Sania sama sekali tidak mengetahui kalau sudah beberapa hari ini Prasetya di rawat inap di Rumah Sakit. Bahkan kondisinya sangat memprihatinkan.
Ketika Sania sudah tiba di kediaman Damian Ia langsung masuk ke dalam rumah tanpa berbasa-basi sedikitpun jiwa angkuh yang dimiliki oleh Sania selalu membuat asisten rumah tangga Damian dongkol. Satpam yang bertugas menjaga keamanan rumah Damian membiarkan Sania masuk begitu saja karena mereka sudah mengenal Sania menjadi seorang tunangan Damian.
"Dimana Damian? tanya Sania kepada salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Damian.
"Maaf non, Tuan Damian tidak ada di rumah. Dia sedang berada di rumah sakit.
"Di rumah sakit?
"Memangnya siapa yang sakit? Sania kembali bertanya kepada asisten rumah tangga itu.
__ADS_1
"Tuan muda Prasetya dirawat di rumah sakit.
"Memangnya Prasetya sakit apa? tanya Sania
"Maaf nyonya kalau masalah itu saya kurang mengetahui. Tapi yang pasti Tuan muda sempat tidak sadarkan diri hingga Tuan Damian membawanya ke rumah sakit.
"Apa kamu tau dimana Rumah Sakit tempat Prasetya dirawat? tanya Sania
Asisten rumah tangga itu menganggukkan kepalanya pertanda dirinya mengetahui tempat Prasetya dirawat. Setelah asisten rumah tangga itu memberi tahu kepada Sania, Sania langsung berlalu meninggalkan rumah Damian menuju ke rumah sakit. Karena ia ingin membicarakan sesuatu hal penting kepada Damian tentang pertunangan mereka.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Sania tiba di rumah sakit tempat Prasetya dirawat. ia langsung menuju ruang rawat inap Prasetya. Tetapi ketika Prasetya melihat kehadiran Sania di kamarnya. Mimik wajah Prasetya berubah drastis. Ia tampak kesal melihat kedatangan wanita itu. wanita yang sangat tidak ia harapkan menjadi ibu sambungnya.
"Maaf Mas Damian saya telat mendapatkan kabar Kalau Prasetya dirawat di rumah sakit ini. Bagaimana keadaan Prasetya Apa dia sudah baikan? tanya Sania pura-pura ingin mengetahui kabar dari Prasetya. Padahal dirinya tidak ingin kalau Prasetya sembuh seperti sedia kala. Menurut Sania Prasetya dapat menghalangi hubungannya dengan Daniel.
Damian tidak menjawab ia hanya menatap Sania sekilas. Kemudian Sania memberi salam kepada tuan Gaston Perez dan juga Nyonya Julia Perez. Senyum yang menawan di wajah Sania terlihat jelas oleh Nyonya Julia Perez.
"Maaf Tante akhir-akhir ini Sania sibuk mengadakan pemotretan. Jadi Sania tidak sempat untuk menjenguk Prasetya."ucap Sania tentunya berbohong. Padahal Ia sama sekali tidak memiliki niat untuk menjenguk Prasetya. Ia datang ke rumah sakit hanya untuk bertemu dengan Damian.
"Ya sudah tidak apa-apa. Tolong kamu temanin Prasetya dulu di sini. Soalnya tante dan Mas Gaston ingin keluar sebentar. Tolong jaga Prasetya."ucap Nyonya Julia Perez sambil mengembangkan senyumnya.
"Tante tenang saja Sania pasti menjaga Prasetya dengan baik."ucap Sania meyakinkan Nyonya Julia Perez bahwasanya dirinya akan menjaga Prasetya dengan baik. Setelah nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston Perez berlalu dari ruangan rawat inap Prasetya Sania menghampiri Damian yang sedang asyik berkutat di laptopnya.
"Kamu kenapa tidak memberitahuku kalau Prasetya masuk rumah sakit?Damian tidak menjawab. Manik matanya kembali melirik Sania sekilas.
__ADS_1
"Kamu kok diam? Kenapa tidak menjawabku?
"Untuk apa aku memberitahunya kepadamu, sedangkan kamu mengatakan kalau kamu sibuk mengadakan pemotretan. Aku tidak ingin mengganggu waktumu dengan membebanimu menjaga Prasetya. Aku masih bisa menjaganya dengan baik. Kamu tenang saja. Tidak perlu kamu pikirkan.
DI KOTA MEDAN
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Membuat tidur seorang gadis cantik nan rupawan merasa terganggu dengan kilauan sinar matahari yang masuk melalui celah-celah gorden kamar kosnya.
Heyummmm
Ayeuna menggeliat sambil mengucek matanya. Netranya menelisik seisi kamarnya yang sudah terlihat terang. Ia melirik jam yang ada di layar ponselnya.
"Astagfirullahaladzim aku sudah telat bangun, ini sudah pukul 08.00 kenapa aku bisa telat seperti ini?" gumam Ayeuna di dalam hati sembari langsung beranjak dari tempat tidurnya berlalu ke kamar mandi.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Ayeuna langsung mengenakan pakaian yang biasa ia gunakan untuk pergi ke kantor. Ayeuna menatap dirinya di pantulan cermin yang ada di dalam kamarnya. Ayeuna memoles sedikit make up tipis, rambut digerai panjang membuat aura kecantikan Syeuna semakin mempesona.
Setelah memastikan penampilannya, Ayeuna keluar dari kamar kost sederhana yang ia tempati.
"Ayeuna sedikit buru-buru keluar dari kamar karena Jam sudah menunjukkan hampir pukul sembilan pagi.
"Pasti Bos Mario akan mengomel nanti. Aku sudah telat masuk kantor." guman Ayeuna dalam hati sembari berjalan dengan tergesa-gesa. Kurang lebih 10 menit dengan berjalan kaki ke kantor PT graha kencana milik keluarga Mario Perez, Ayeuna tiba di kantor.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
jangan lupa like coment dan votenya ya kakak