
"Ada apa nak? mengapa cucu rewel seperti ini? dan dimana Jonathan? tanya Ibu Amelia kepada saida, ketika Pak Walson dan ibu Amelia sudah tiba di kediaman Saida dan Jonathan.
"Ngak tau kenapa,putraku rewel dan terus menangis. Padahal sudah di periksa, suhu tubuhnya normal dan baik baik saja." ucap Saida merasa tidak karuan memikirkan putranya yang rewel.
Ibu Amelia meraih cucunya. Tetapi Ketika Neptunus berada di pangkuan Ibu Amelia, Baby Neptunus, tak kunjung diam.
"Ada apa ini?
" Pak Walson meraih ponselnya yang ada dia saki celananya. Ia mencari nomor ponsel milik Jonathan di sana. Pak walson khawatir terjadi sesuatu kepada Jonathan. Hingga kontak batin terasa kepada baby Neptunus.
Kedekatan baby Neptunus dengan Jonathan membuat Pak walson merasa demikian. Karena hingga larut malam, Jonathan tak kunjung pulang ke rumah. Setelah berpamitan kepada Saida kalau dirinya malam itu menghampiri Tuan Gaston Perez.
Tut....
Tut....
Tut....
Suara ponsel milik Pak walson. Berharap Jonathan merespon panggilan telepon selulernya. Ketika suara dengan ponsel milik Jonathan berdering yang berada di atas nafas dekat Branker tempat Jonathan berbaring dirawat di rumah sakit. Tuan Gaston Perez meraih ponsel itu.
Ia melihat kalau yang menghubungi Putra angkatnya merupakan ayah mertuanya itu berarti Pak walson yang menghubungi nomor ponsel milik Jonathan. Tuan Gaston Perez menghela nafas berat. Ia khawatir Kalau Pak walson mencari keberadaan Jonathan saat ini. Dengan ragu-ragu Tuan Gaston Perez menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel Jonathan.
Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Pak Walson.
"Hello selamat malam!" Sapa tuan Gaston Perez dari rumah sakit.
__ADS_1
"Ya, selamat malam, sahut Pak Walson dari ujung telepon. Maaf ini nomor ponsel milik Jonathan. Bukan?"
Tuan Gaston Perez terdiam sejenak. Kemudian ia menjawab pertanyaan Pak walson dan memberitahu yang sebenarnya terjadi, kepada Jonathan. Tetapi ia memohon kepada Pak walson, agar tidak memberitahu Saida terlebih dahulu sebelum situasinya semakin membaik.
"Apa yang terjadi mengapa sampai seperti itu Tuan?
"Ceritanya panjang, dan saya tidak bisa memberitahu anda melalui sambungan telepon selulernya saya akan menjelaskannya besok jika anda datang ke rumah sakit. "ucap Tuan Gaston Perez kepada Pak walson.
Setelah berbicara kepada Pak walson, dan memberitahu tentang apa yang dialami Jonathan saat ini. Hingga Jonathan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Tuan mematikan sambungan telepon selulernya.
Pak walson kembali menghampiri Saida dan ibu Amelia yang masih sibuk untuk menenangkan baby Neptunus. Kemudian Pak Walson meraih baju kotor milik Jonathan yang baru dia gunakan sebelum berangkat ke rumah tuan Gaston Perez. lalu membalutkannya ke tubuh baby Neptunus.
"Sudah Sayang," cucu Opa baik ya. Papi sedang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya bekerja sebagai asisten keluarga Perez. Dia baik-baik saja, kamu tenang ya sayang." ucap Pak Walson kepada baby Neptunus sembari meraih tubuh baby Neptunus ke pelukannya. Setelah membalutkan kain kotor milik Jonathan ke tubuh baby Neptunus.
"Ya Alloh!" sepertinya Putraku kangen sama Papinya. Tapi mengapa mas Jonathan belum pulang, Hingga jam sekarang?" Saida bermonolog sendiri. Kemudian ia meminta kepada Pak Walson agar segera membaringkan tubuh putranya di atas tempat tidur.Karena ia tahu Pak walson pasti akan sedikit pegal setelah beberapa menit menggendong tubuh baby Neptunus.
Baby Neptunus sudah tertidur pulas, hati Saida merasa lega. Kini Saida tidak terpikir kepada Jonathan yang tak kunjung pulang setelah baby Neptunus tenang dan tertidur pulas. Pikirannya berkecamuk mengarah kepada Jonathan hingga selaras ini tak kunjung pulang padahal dia hanya berpamitan pergi ke rumah utama keluarga.
Tepat di rumah sakit, tempat Jonathan dirawat, Jonathan melirik seisi ruangan hanya ada Tuan Gaston Perez di sana dengan setia menemaninya."Papi ada di sini Dari mana Papi tahu Jonathan dirawat di sini? tanya Jonathan sambil melirik jarum jam yang ada di dinding kamar ruang rawat inap itu. ia Melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi.
Jam Jonathan biasa terbangun. "Bagaimana kondisi kamu Apa kamu sudah baikan?" tanya Tuan Gaston Perez kepada Jonathan sambil melihat ke arah lengan bekas luka tembak yang dilakukan anak buah Nurani.
"Alhamdulillah kondisi Jonathan saat ini sudah semakin membaik. Tapi sekarang Saida semakin khawatir, kalau Saida akan mencariku . Apalagi Putraku baby Neptunus." ucap Jonathan sambil membayangkan putranya menangis terus. Ketika kita mendapat pelukan hangat darinya sebelum tidur malam hari.
Kebiasaan Jonathan memberikan pelukan hangat kepada putranya, sebelum putranya benar-benar tertidur pulas. Itu yang membuat baby Neptunus menjadi sangat rewel. Ketika Jonathan tidak ada di sampingnya. Ikatan batin keduanya pun terlihat jelas, layaknya anak dan ayah kandung. Padahal Jonathan bukanlah Ayah biologis baby Neptunus. Tetapi entah mengapa mereka betul-betul memiliki chemistry yang sama.
__ADS_1
Tadi malam ayah mertua kamu menghubungi nomor ponselmu tepat pukul 01.00 malam Papi langsung mengangkatnya, karena Papi khawatir mereka pasti mengkhawatirkan kamu yang tak kunjung pulang ke rumah. Hingga papi pun memberitahu segalanya kepada Pak walson, Saya sudah memberitahu saya juga berjanji untuk tidak memberitahu Saidah terlebih dahulu sebelum kondisinya semakin membaik.
Ketika tuan Gaston Perez memberitahu kepada Jonathan Kalau Pak walson malam itu menghubungi nomor ponselnya. Membuat Jonathan semakin khawatir terjadi sesuatu kepada putranya. Tetapi setelah Tuan Gaston Perez mengatakan kepada Jonathan kalau baby Neptunus hanya rewel saja. Kondisi kesehatannya baik-baik saja.
Ingin rasanya Jonathan berlari dari rumah sakit, menuju rumah mereka dan meraih putranya yang lagi menangis mencari sosok Jonathan. Tetapi itu tidak bisa dilakukannya saat ini.
Karena jarum infus masih tertancap di punggung tangannya. Apalagi luka operasi pengambilan peluru di lengannya belum sembuh. Membuat Jonathan enggan menghubungi Saida. Ia khawatir kalau Saida akan histeris mendengar apa yang terjadi kepada Jonathan.
"Ya Allah mudah-mudahan Putraku tidak kenapa-kenapa. Doa Jonathan dalam hati, kemudian Ia pun meraih ponselnya yang ada di atas nakas. Ingin memberikan pesan Whatsapp kepada istrinya.
"Sayang kamu tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku baik-baik saja di sini. Jaga Putra kita ya sayang."pesan singkat itu yang dikirimkan Jonathan ke nomor whatsApp milik istrinya Saida
Saida yang tak kunjung bisa memejamkan matanya malam itu, ia pun langsung membaca pesan Whatsapp suaminya. Saida langsung membalas pesan Whatsapp suaminya." Ya, Sayang!" jaga dirimu baik-baik untukku dan untuk putra kita." jawaban pesan Whatsapp Saida kepada Jonathan.
Jonathan bernapas lega begitu juga dengan Saida. Setelah mendapatkan kabar dari suaminya, Ia pun kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tepatnya di samping baby Neptunus. Entah karena sudah kelelahan, akhirnya Saida pun tertidur pulas mengarungi alam mimpinya menyusul baby Neptunus.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "PERAWAN 500 JUTA"
__ADS_1