Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
163. PELAYANAN KHUSUS


__ADS_3

Saida memalingkan wajahnya. Karena dirinya merasa malu dan tidak tau menjawab apa.


"Kenapa melihat kesana? mas ada disini loh." ucap Jonathan berniat menjahili Saida.


"Sa.....Sa ...Saida hanya kwatir baby Neptunus akan histeris lagi tengah malam jika putraku terbangun tengah malam" ucap Saida sambil berusaha menenangkan Jantungnya yang berdegup kencang.


Kamu kok ngomongnya sama mas apa tembok sih? mas ada disini kamu lihatnya ke dinding." ucap Jonathan membuat hati Saida semakin ngak karuan. Seolah dirinya ingin menghilang dari muka bumi karna menahan rasa malu.


Jonathan langsung duduk di samping Saida.


"Kamu kok malu, emangnya kenapa kamu malu sama mas? mas suka kok kalau kamu kangen mas, sama seperti putraku yang merindukan mas." ucap Jonathan sambil terus menatap Saida membuat Saida menundukkan kepalanya.


"Cucuku sudah tidur kan? yuk kita makan malam dulu,pasti kalian sudah lapar kan." ucap Ibu Amelia menghampiri Jonathan dan Saida yang duduk berdampingan. Saidah langsung bangkit dari tempat duduknya meninggalkan Jonathan begitu saja di sana. entah karena menahan rasa malu Saidah meninggalkan Jonathan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Nak Jonathan lebih baik kita sekarang langsung makan malam. Pasti nak Jonathan belum makan malam kan? tanya ibu Amelia sambil mengembangkan senyumnya. Jonathan bangkit dari tempat duduknya menyusul Saida yang sudah berjalan lebih dulu keluar dari kamar.


Jonathan paham dengan sikap Saida terhadapnya. Karena Jonathan sudah menjahili Saida. Ia mengetahui kalau Saida saat ini sedang menahan rasa malu.


"Syukurlah ada nak Jonathan. Cucuku sudah tidur dengan pulas." Ucap pak walson sambil mengucapkan terima kasih kepada Jonathan yang sudah rela datang menghampiri baby Neptunus, hanya untuk memberikan kasih sayang yang begitu berarti bagi baby Neptunus.


Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah keluarga Damian, penjagaan ketat masih diadakan di sana. Beberapa petugas keamanan berjaga di rumah milik Damian. Pagi itu Damian tidak ingin meninggalkan istrinya Ayeuna di rumah. Ia memilih mengajak Ayeuna ikut ke kantor. Agar Dapat dapat memantau Ayeuna jika Ayeuna berada bersamanya di kantor.

__ADS_1


Sementara Prasetya dengan dua orang bodyguard sudah berangkat lebih dulu ke sekolah. Karena sudah beberapa hari Prasetya tidak masuk sekolah setelah kepergiannya ke Medan melihat kondisi Mario.


" Mbak sus Kenapa sih banyak yang berjaga di rumah kita? dan kita berangkat ke sekolah saja didampingi dua orang pengawal. Memangnya ada apa sih Mbak Sus? tanya Prasetya kepada Tati yang selalu setia menemani Prasetya semenjak dirinya menjadi pengasuh Prasetya.


"Mungkin Tuan sangat mengkhawatirkan tuan muda Prasetya. Tuan tidak ingin terjadi sesuatu kepada tuan muda." sahut Tati sambil mengembangkan senyumnya. Tapi selama ini Papi tidak pernah melakukan penjagaan ketat seperti ini. Apa ada sangkut pautnya dengan kejadian yang menimpa Om Mario?


Pertanyaan itu muncul di hati Prasetya membuat Tati sedikit kebingungan menjawab pertanyaan Prasetya. Yang mana menurut segi umur, Prasetya tidak sepatutnya bertanya hal sedalam itu. Tati mengembangkan senyumnya.


"Tidak ada hubungannya dengan kejadian yang menimpa Tuan Mario. Hanya saja tuan tidak ingin terjadi sesuatu kepada tuan muda Prasetya." sahut Tati berhati-hati karena dirinya tidak ingin Prasetya bertanya lebih dalam lagi, jika dirinya memberitahu yang sebenarnya.


"Mbak sus, pasti berbohong kepada Prasetya. sungguh tidak mungkin Papi mengadakan penjagaan ketat kepada Prasetya dan juga Mami. Jika tidak ada hubungannya dengan kejadian yang menimpa Om Mario. lebih baik mbak Sus berterus terang kepada Prasetya." ucap Prasetya kepada Tati Membuat Tati menjadi kebingungan menjawab segala pertanyaan Prasetya kepadanya.


Ayeuna dan Damian sudah berada di kantor tepatnya di kantor perez Group. Selama satu minggu Damian tidak berada di kantor. Ia memeriksa segala proyek yang sedang berjalan. Dan meminta Jonathan agar segera memberikan laporan mengenai perkembangan perusahaan selama satu minggu ia tinggalkan.


Terlihat Damian memeriksa laporan perusahaan yang diberikan oleh Jonathan kepadanya. Damian begitu kagum dengan cara kerja Jonathan selama dirinya meninggalkan kantor.


"Kamu memang orang yang bisa aku andalkan di kantor ini. Jujur Saya bangga dengan cara kerjamu." ucap Damian memuji pekerjaan Jonathan selama ia tinggalkan. tidak ada yang mengganjal di laporan yang diberikan Jonathan kepada Damian.Justru Damian menemukan kalau perusahaan mendapatkan keuntungan besar dari proyek yang mereka jalankan saat ini.


Ayeuna Hanya duduk terdiam sambil menikmati siaran televisi yang ada di ruang kerja Demian. Ia berbaring di atas sofa sembari mengotak-atik layar ponselnya.


Jonathan meninggalkan ruang kerja Damian untuk kembali mengerjakan pekerjaannya seperti yang diperintahkan oleh Damian kepadanya.

__ADS_1


"Mas.....mas masih lama?"tanya Ayeuna sembari langsung duduk di pangkuan Damian padahal damaian saat itu sedang berkutat di laptopnya. Entah mengapa Ayeuna ingin sekali bermanja dengan Damian.


"Mas jangan kerja melulu dong, ucap Ayeuna sambil langsung mengecup bibir manis Damian Ayeuna mengalungkan tangannya dileher Damian. Padahal pintu ruang kerja Damian saat itu belum terkunci.


Damian menikmati kecupan yang dilakukan istrinya kepadanya. Hingga Damian membalas kecupan dari Ayeuna. Terlihat Ayeuna juga menikmati kecupan hangat dari suaminya. Ayeuna membuka rongga mulutnya hingga lidah mereka saling bertautan di sana.


Ayeuna sudah mulai mende$@h mendapat respon dari suaminya yang tak kalah dari apa yang dilakukan Ayeuna kepadanya. Tangan Damian sudah mulai masuk ke dalam dress milik Ayeuna dan memainkan gunung kembar milik Ayeuna Di sana. Tanpa mereka sadari Jonathan kembali masuk ke ruangan kerja Damian membuat mereka sedikit tersentak dengan kehadiran Jonathan di sana.


"Jonathan yang melihat interaksi kedua pasangan suami istri itu membuat dirinya langsung menahan rasa malu.


"Maaf Pak Bos tidak berniat untuk mengganggu kalian." ucap Jonathan sambil langsung berlalu dari ruang kerja Damian.


Ayeuna seolah tidak peduli justru dirinya terus bermain di bagian adik kecil milik Damian yang sudah lancang depan. Tangan Ayeuna sudah berkelana di sana hingga Damian sudah merasa tidak tahan lagi. Ia pun menggendong tubuh istrinya masuk ke ruang istirahatnya dan menuntaskan permainan mereka di sana.


Sungguh tidak sifat Ayeuna seperti biasanya. Membuat Damian merasa heran mengapa tiba-tiba istrinya agresif seperti itu. Biasanya Damian lah yang selalu meminta agar Ayeuna melayani dirinya. Tetapi entah mengapa saat ini Ayeuna seperti menginginkan belaian dari Damian.


Ada rasa bahagia di hati Damian ketika Ayeuna ingin bermanja dengannya walau saat itu mereka berada di kantor. Damian merasa beruntung membawa Ayeuna ke kantor. karena dirinya mendapat pelayanan khusus dari istrinya yang selama ini ia rindukan dari Ayeuna.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2