Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.198 MERASA TERHARU


__ADS_3

Saidah membulatkan matanya. Seolah dirinya tidak percaya akan apa yang dilakukan Jonathan malam itu. Padahal sebelumnya Jonathan belum membicarakan apa-apa mengenai rencana Jonathan meminta restu sekaligus melamar Saida. Saida masih belum percaya begitu saja kalau Jonathan malam itu sudah meminta restu kepada kedua orang tuanya.


Tetapi kedua orang tua Saida membenarkan apa yang dikatakan Jonathan kepada Saida membuat Saida begitu bahagia mendengar Kalau Pak walson dan ibu Amelia merestui hubungan mereka.


"Begini sayang, Nak Jonathan sudah memberitahu niat baiknya kepada Papa dan Mama. Jadi kalau kalian memang benar-benar saling sayang dan cinta lebih baik pernikahan kalian dipercepat. Untuk apa ditunda-tunda." ujar Pak walson sambil menatap Jonathan dengan Saida.


Saida melihat ke arah Jonathan seolah dirinya meminta pendapat dari Jonathan. "Kalau menurut Jonathan Om, lebih cepat memang lebih baik. Tetapi itu semua tergantung Saida." sahut Jonathan membuat Saida mengerutkan keningnya.


Saida bingung Mengapa Jonathan melimpahkan keputusan kepada Saida saat itu. "Kenapa jadi Saida si mas yang menjadi patokannya? gerutu Saida.


"Ya iya dong sayang, orang kamu mempelai wanitanya, Jika kamu tidak bersedia menikah dengan Mas, kan tidak akan ada pernikahan sayang." ucap Jonathan dengan blak-blakan memanggil Saida di hadapan Pak walson dan ibu Amalia dengan panggilan sayang.


Ada kebahagiaan tersendiri di hati Saida ketika Jonathan Sudah berani memanggilnya dengan panggilan sayang di hadapan kedua orang tuanya. Itu berarti Jonathan benar-benar serius menjalin hubungan dengan Saida.


"Ya sudah kalau begitu, besok lagi kita bicarakan mengenai rencana pernikahan kalian. Papa dan Mama ingin istirahat dulu kalian lanjutkan saja pembicaraan kalian." ujar Pak walson dan ibu Amelia sambil meninggalkan Jonathan dan Saida di ruang tamu.


Sepeninggalan Pak walson dan ibu Amelia, Saida kembali bertanya kepada Jonathan mengenai keseriusan Jonathan yang ingin menjadikannya menjadi pendamping hidup Jonathan. "Mas Memangnya yang Mas katakan barusan kepada Papa dan Mama itu serius? tanya Saida penasaran.


" Memangnya kamu melihat mas seperti bercanda sayang? tidak ada di kamus mas dalam mengambil keputusan menjalani hidup bersama seorang wanita dengan bercanda. Mas benar-benar serius ingin melamar kamu menjadi istri mas. Itupun Jika kamu bersedia menjadi Nyonya Jonathan, yang hanya anak yatim piatu dibesarkan di salah satu panti asuhan yang ada di kota ini." ucap Jonathan kepada Saida.


Saida langsung memeluk Jonathan. Ia tidak peduli Jonathan terlahir yatim piatu dan dibesarkan di pantai asuhan. Yang ia inginkan hanyalah cinta dan kasih sayang dari Jonathan. "Saida sangat mencintaimu mas tolong jangan kecewakan Saida. Saida tidak ingin gagal lagi menjalin hubungan dengan lelaki.

__ADS_1


Apalagi mas tau sendiri masa lalu Saida, sulit untuk dijelaskan." ucap Saida tanpa terasa air bening mengalir di wajah cantik Saida, ketika Saida mengingat mendapatkan perlakuan pahit Nyonya Laksmana. Ketika dirinya berjuang untuk mendapatkan hak anak yang ada di dalam kandungan Saida dari keluarga Andre Laksmana.


"Sayang kenapa menangis? tidak perlu mengingat masa lalu yang begitu kelam. lebih baik kita tata kehidupan kita supaya lebih baik." ucap Jonathan sambil menghapus air mata Saida yang mengalir begitu deras di wajah cantik Saida.


Malam itu Jonathan dan Saida begitu bahagia setelah mendapat restu dari kedua orang tua Saida. Hingga Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam itu berarti Jonathan harus segera kembali ke apartemen miliknya.


Sayang ini sudah pukul 10.00 malam, lebih baik Mas pulang sekarang. Karena besok ada pekerjaan menumpuk di kantor." ucap Jonathan sambil mengembangkan senyumnya kepada Saida. "Tapi ini sudah larut malam Mas, Apa tidak sebaiknya Mas tidur di sini saja. Tidur di kamar tamu kan tidak masalah.


Saida khawatir terjadi sesuatu kepada mas. Karena sudah malam juga kan!" ucap Saidah memohon kepada Jonathan agar Jonathan malam itu menginap di rumah Pak walson. Jonathan mengembangkan senyumnya mas tidak akan kenapa-kenapa sayang, percayalah Mas bisa menjaga dirinya mas. Lagian tidak jauh juga bukan? ucap Jonathan kepada Saidah.


Tetapi Saida tetap memeluk erat Jonathan seolah dirinya tidak rela melepas Jonathan pergi dari sana. Sehingga Jonathan pun kembali mengurungkan niatnya kembali ke apartemen miliknya. Jonathan akhirnya setuju malam itu menginap di rumah Pak walson. Saidah langsung meminta asisten rumah tangganya untuk menyiapkan kamar tamu agar Jonathan lebih nyaman tidur dan istirahat di sana.


Sebelumnya Saida meminta Jonathan agar terlebih dahulu membersihkan diri di kamar mandi. Ia pun mengambil baju ganti untuk Jonathan yang sebelumnya baju Jonathan Ada yang tertinggal di rumah Pak Walson.


Karena hari sudah semakin larut, sehingga Jonatan mempercepat ritual mandinya membersihkan diri. Sekitar 10 menit berada di dalam kamar mandi, Jonathan pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Ia sudah melihat pakaian gantinya sudah terlihat rapi di atas tempat tidur.


Jonathan langsung mengenakan pakaiannya yang sudah disediakan oleh Saida. Kemudian Jonathan mengetuk pintu kamar Saida yang mana ia ingin mengucapkan selamat malam buat Putra baby Neptunus dan juga Saida. Tok....


Took....


Toook....

__ADS_1


"Sayang kamu sudah tidur belum? tanya Jonathan sambil mengetuk pintu kamar Saida. Saida langsung membuka pintu yang kebetulan saat itu Saida belum tidur.


" Ada apa mas? Jonathan tidak menjawab ia langsung masuk dan mengecup wajah tampan baby Neptunus yang sedang tertidur pulas Di box yang selama ini Menemani tidur baby Neptunus.


Kemudian ia pun memberikan kecupan hangat di kening Saida. "Good night my baby and have you nice dreams." ucap Jonathan sambil langsung berlalu dari kamar Saida. Sepeninggalan Jonathan Saida langsung tersenyum kegirangan. Kecupan hangat dari seorang Jonathan mampu membuat Saida begitu bahagia.


Sementara di tempat lain Damian memberitahu kepada Ayeuna kalau Jonathan dan Saida akan segera melangsungkan pernikahan. Padahal Jonathan belum melamar dan meminta restu kepada kedua orang tua Saida.


Tetapi Damian yakin kalau Saida dan Jonathan sama-sama saling mencintai. Begitu juga dengan keluarga Pak walson dan ibu Amelia pasti akan merestui hubungan keduanya. Karena Jonathan memang laki-laki yang baik dan bertanggung jawab.


"Kamu serius Mas, kalau Saida dan Jonathan akan segera menikah? tanya Ayeuna yang belum percaya apa yang dikatakan suaminya. "Iya sayang, mana mungkin Mas berbohong kepada kamu. Mas tadi sudah berbicara kepada Pak walson. Yang ternyata pak walson juga sangat senang jika Jonathan menjadi menantu mereka.


Tetapi Pak walson mengatakan kalau mereka memberikan keputusan kepada Saida. Mereka tidak ingin mengambil keputusan sepihak untuk kehidupan pribadi saat ini." ucap Damian kepada Ayeuna dibalas anggukan dari Ayeuna.


" Ya Allah semoga hubungan Saida dan Jonathan berjalan dengan lancar sampai ke kejenjang pernikahan." doa Ayeuna membuat Damian mengembangkan senyumnya mendengar doa istrinya yang menginginkan Saida benar-benar berjodoh dengan Jonathan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali mampir ke karya teman mama

__ADS_1



__ADS_2