
Saida mengembangkan senyumnya sambil berlalu dari ruang kerja Jonathan. sepeninggalan Saida, terlihat rona bahagia di wajah Jonathan. Ia tidak mengetahui mengapa dia sendiri bahagia ketika mendapat perhatian lebih dari Saida. Apalagi setelah Saida menghantar makan siang untuknya itu membuat dirinya merasa ada sesuatu yang tidak ia pahami bagi dirinya sendiri.
Entah mengapa ketika melihat Saida, dirinya selalu gugup seolah tidak mampu mengeluarkan kata-kata. Jonathan sendiri belum paham akan perasaannya terhadap Saida. Tetapi yang pasti ketika melihat Saida Jonathan merasa bahagia apalagi mendapat perhatian dari Saida.
Sungguh perasaan yang aneh menurut Jonathan. Sudah lama Jonathan tidak mengalami gejolak seperti yang ia rasakan sekarang."Aku kenapa mengapa setiap melihat Saida jantungku selalu berdegup kencang? tanya Jonathan dalam hati.
Tiba tiba suara deringan ponsel miliknya membuyarkan lamunannya. Ia melihat dilayar ponselnya bahwa Damian yang menghubungi Jonathan. Jonathan menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Damian.
"Selamat siang pak bos! ada yang bisa Jonathan bantu? tanya Jonathan dalam sambungan telepon selulernya.
"Ya selamat siang!" kenapa lama sekali ngangkat teleponnya? memangnya kamu lagi dimana? tanya Damian penuh selidik. Karena tidak biasanya Jonathan lama mengangkat sambungan telepon selulernya kepada Damian.
Hal itu membuat pertanyaan besar di hati Damian. Mengapa tiba-tiba Jonathan mengangkat sambungan telepon selulernya hingga beberapa kali baru ia angkat.
"Maaf Pak Bos ada insiden tak terduga tadi. sehingga telepon dari bos agak lama Jonatan angkat." ucap Jonathan berbohong kepada Damian.
"Insiden apa? dan apa itu terlalu penting daripada mengangkat telepon dariku? tanya Damian penuh intimidasi.
"Maaf Pak Bos Saida singgah ke kantor, untuk sekedar menghantarkan makan siang untukku. Bukankah itu penting bagiku Pak Bos? ucap Jonathan Sambil tertawa cengengesan di dalam sambungan telepon selulernya. Ia akhirnya berterus terang kepada Damian bahwa siang itu Saida datang menemuinya ke kantor.
"Serius kamu Saida datang menemuimu ke kantor untuk menghantarkan makan siang untukmu? tanya Damian penuh dengan selidik.
__ADS_1
"Ia Bos masakannya enak banget. Kan rugi kalau momen itu kita lewatkan." ucap Jonathan sambil tertawa cekikikan. Hal itu membuat Damian kesal kepada Jonathan yang mementingkan Saida daripada dirinya.
Tetapi Damian juga paham posisi Jonathan saat ini. Ia pun bernafas lega tanpa harus menjodohkan mereka, Jonathan dan Saida akhirnya semakin dekat. Padahal rencana Ayeuna dengan Damian ingin menjodohkan keduanya. Tanpa mereka jodohkan akhirnya Jonathan dan Saida akhir-akhir ini semakin dekat.
Entah apa yang membuat mereka saling ingin memperhatikan. Saida dan Jonathan pun belum saling paham akan perasaan mereka masing-masing. Tetapi Damian sudah yakin kalau di antara keduanya sudah ada tumbuh rasa cinta.
"Ya sudah kalau begitu kerjakan pekerjaan!"Bagaimana keadaan kantor apa semuanya berjalan dengan lancar? tanya Damian untuk mengetahui perkembangan kantor selama ia tinggalkan.
"Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana tanpa ada kendala sedikit. Bos tenang saja Jonathan pasti handle semuanya. "sahut Jonathan penuh dengan semangat
Setelah selesai berbicara panjang lebar dengan Jonathan Damian memutuskan sambungan telepon selulernya. Kemudian ia menghampiri Ayeuna yang berada di ruang rawat inap Mario. Melihat kondisi Mario yang sudah berangsur-angsur membaik. Damian sangat bersyukur karena Mario kembali kepada mereka.
Damian berpamitan kepada Ayeuna dan Prasetya begitu juga kepada Nyonya Julia Perez. Yang selalu setia menemani Mario di rumah sakit. Terlihat mata Aurelin masih sembab karena terus menangis sebelum Mario sadarkan diri.
"Mom.....,Damian pamit ingin pergi ke kantor Graha kencana. Damian ingin bertemu langsung dengan Security dan petugas kebersihan yang membantu membawa Mario ke rumah sakit. Jujur Damian sangat berterima kasih kepada mereka. Karena kalau tidak ada mereka, entah apa yang sudah terjadi kepada adikku." ucap Damian Perez kepada Nyonya Julia Perez.
Nyonya Julia Perez mengijinkan Damian pergi ke kantor Graha kencana. Tetapi sebelum Damian Perez pergi ke kantor Graha kencana, ia terlebih dahulu singgah ke kantor Polda Sumut untuk melihat kondisi Carlos saat ini di tahanan Polda.
Setelah berlalu dari rumah sakit dan melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit dari rumah sakit tempat Mario dirawat, Damian tiba di kantor Polda Sumut. sebelumnya. Damian sudah menghubungi pak Haposan yang kebetulan saat itu masih bertugas di kantor.
Ia menemui Pak Haposan sebelum ia menemui Carlos. Setelah mendapat izin dari Pak Haposan, Damian pun diberikan waktu dari pihak kepolisian untuk berbicara langsung kepada Carlos.
__ADS_1
Ketika Demian sudah berada di ruang tahanan Carlos, Ia pun berniat berbicara baik-baik dengan Carlos. Agar Damian mengetahui siapa Dalang dibalik ini semua. Damian berjanji akan meringankan hukuman untuk Carlos, jika dirinya berterus terang kepada Damian. Siapa sebenarnya dalang yang ingin menghancurkan Mario Perez.
Awalnya Carlos menolak apa yang dikatakan oleh Damian kepadanya. Ia bersih keras tidak ingin memberitahu kalau clarissalah dalang dibalik rencana menghancurkan Mario Perez. dan berniat untuk membunuh Mario Perez setelah kegagalan tender mereka menangkan.
Tetapi setelah Damian memberikan iming-iming meringankan hukuman untuk Carlos, jika dirinya berterus terang kepada Damian akhirnya, Carlos pun buka mulut dan mengatakan siapa sebenarnya dalam dibalik perencanaan itu.
Carlos memberitahu kalau Clarissa adalah dalang dibalik itu semua. Alangkah terkejutnya Demian. Seolah dirinya tidak percaya kalau dalang dibalik semua itu adalah Clarissa. Tetapi dengan bukti-bukti yang diberikan oleh Carlos kepada Damian, membuat Damian percaya akan apa yang dikatakan Carlos.
Sungguh di luar dugaan. Clarissa yang diketahui Damian sangat mencintai Mario, mampu ingin membunuh Mario Perez orang yang sangat ia cintai. Bukti-bukti yang akurat mengarah kepada Clarissa langsung disimpan oleh Damian untuk menyeret Clarissa ke balik jeruji besi.
"Tapi kenapa kamu melakukan penghianatan ini Carlos? Apa perusahaan tidak memberikan fasilitas kepadamu sehingga kamu mampu melakukan itu kepada Mario Perez?"tanya Damian berusaha menahan emosinya.
"Saya khilaf, Karena rasa cinta saya kepada Clarissa sehingga melakukan apa segala yang ia katakan. Karena Clarissa berjanji Ia mau menikah denganku setelah Mario tiada di dunia ini." ucap Carlos berterus terang kepada Damian.
Tetapi kenapa kamu sekarang justru memberitahu kalau Clarissa lah dalang dibalik ini semua? Damian balik bertanya
"Dia ternyata wanita yang sangat licik. Mampu melakukan apapun asalkan Ia mendapat apa yang ia inginkan."ucap Carlos kepada Damian Perez.
Bersambung......
hai... hai semua Emak istrihat dulu ya, soalnya perut emak sudah mulai keroncongan dan cacing-cacing emak yang ada di perut sudah berdemo untuk di isi. Jangan lupa beri Like, coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1