
"Memangnya apa yang harus mas sembunyikan dari kamu sayang? tidak perlu ada yang mas sembunyikan dari kamu. karena apa yang mas lakukan saat ini memang benar adanya. Mas tulus cinta dan sayang kepada kalian berdua. Dan juga kepada keluarga ini.
Sejujurnya setelah keluarga Perez, di rumah ini mas mendapatkan keluarga seutuhnya. yang sudah lama tidak mas rasakan kasih sayang itu. Karena seorang Jonathan hanya dibesarkan di sebuah panti asuhan.
Jonathan sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua kandung Jonathan. Entah sudah ada atau tidak. Jonathan tidak mengetahuinya. Yang pasti seorang Jonatan dibesarkan di sebuah panti asuhan selama beberapa tahun hidup di sana. Sehingga Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez mempercayaiku bekerja di perusahaan milik mereka.
Karena selama ini, donatur panti asuhan yang membesarkan Aku, adalah keluarga Perez. Sampai suatu ketika aku lulus sekolah menengah atas, sehingga keluarga Perez langsung memperkerjakan ku di perusahaan milik mereka. Keluarga Perez juga menyekolahkan Aku duduk di bangku kuliah hingga saya mendapat gelar sarjana. dan mendapat kepercayaan dari Damian Perez menjadi asisten pribadinya.
Keluarga Perez begitu baik kepadaku. Mereka sudah menganggapku seperti anak kandungnya sendiri. Sehingga aku juga merasakan hal yang sama seperti mereka. kenyamanan di keluarga Perez juga aku dapatkan di rumah ini. Sepertinya aku mendapatkan keluarga baruku lagi. Sehingga aku dapat melupakan masa laluku yang hanya menghabiskan waktuku di panti asuhan.
Tetapi sejujurnya aku juga bersyukur karena ibu panti asuhan begitu menyayangiku selama aku hidup di sana. Jujur seorang Jonathan memang tidak memiliki apa-apa. tetapi Jonathan memiliki cinta dan kasih sayang untuk kalian. Entah kamu percaya atau tidak, yang pasti hati ini sudah merasa nyaman hidup bersama kalian.
Jonathan ingin hidup bahagia bersama kamu dan juga baby Neptunus." ucap Jonathan kepada Saida membuat Saida langsung memeluk Jonathan. Ia pun menangis sesungguhkan mendengar tentang masa lalu Jonathan yang begitu pahit.
Maafkan Saida Mas!" ternyata Saida selama ini kurang bersyukur. Saida masih mendapatkan kasih sayang dari orang tua kandung Saida. Saida menerima lamaran kamu secara pribadi mas. Tetapi Saida juga tidak dapat memutuskan sepihak. Karena Saida harus terlebih dahulu mendapatkan restu dari Papa dan Mama.
Tetapi Saida mohon kepada Mas, jangan pernah meninggalkan Saida dan baby Neptunus. Sekalipun ada permasalahan di antara kita kelak." ucap Saida sambil menangis sesungguhkan di pelukan Jonathan.
Jonathan membalas pelukan Saida dengan pelukan kasih sayang. Ia pun memberikan kecupan hangat di kening Saida. Kecupan penuh kasih sayang dari seorang Jonathan yang selama ini dirindukan oleh seorang Saida.
__ADS_1
"Terima kasih sayang kamu telah menerima lamaran Mas secara pribadi. Mas berharap Mama dan Papa juga menerima lamaran mas agar kita segera melangsungkan pernikahan. mas tidak ingin Putraku kekurangan kasih sayang. Kasih sayang dari seorang ayah. karena dirinya memang benar-benar Putraku." ucap Jonathan sambil mengembangkan senyumnya dan mengecup kening Saida dengan kasih sayang.
Ada rona bahagia di wajah Saida mendengar apa semua yang dikatakan Jonathan. Ia berharap cinta dan kasih sayang Jonathan tidak akan berubah di kemudian hari. Jonathan juga berjanji akan segera menikahi Saida dalam waktu dekat, Jika Ibu Amelia dan Pak walson merestui hubungan mereka.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi itu berarti Jonathan harus segera berangkat ke kantor tetapi sebelum Jonathan berangkat ke kantor, Saida pun menyiapkan sarapan pagi untuknya. Dengan telaten Saida menghidangkan sarapan pagi untuk Jonathan dan keluarga. Ibu Amelia merasa heran melihat Saida yang terlihat bahagia. Karena Ibu Amelia dan Pak Walson belum mengetahui lamaran pribadi Jonathan kepada Saida.
"Nak Jonatan ke kantor Pagi ini? tanya ibu Amelia kepada Jonathan. Sepertinya Jonathan harus segera berangkat ke kantor Pagi ini Tante, karena tadi Tuan Damian Perez meminta Jonathan mengadakan meeting dengan Client penting dari Tiongkok.
Tapi sepertinya Jonathan harus terlebih dahulu singgah ke rumah tuan Damian sebelum menemui Client di salah satu restoran yang letaknya tidak jauh dari kantor. ucap Jonathan sambil menyantap sarapan pagi yang sudah disediakan Saida sebelumnya.
Setelah selesai sarapan pagi, Jonathan berpamitan kepada Ibu Amelia dan Pak walson Begitu juga dengan Saida dan baby Neptunus. Pagi itu Pak walson dan ibu Amelia juga kembali bertugas. Ibu Amelia bertugas di Kantor kejaksaan Jakarta pusat Sementara Pak walson harus berangkat ke kantor BUMN yang selama ini tempat dirinya mencari nafkah untuk keluarganya.
Ketika Jonathan berpamitan kepada Saida, Saida memberikan salam kepada Jonathan dan Jonathan memberi kecupan hangat di kening Saida. Melihat interaksi ketiganya Ibu Amelia dan Pak walson merasa heran mengapa pagi itu Jonathan memberi kecupan hangat di kening Saida.
Rona bahagia terlihat jelas di wajah Saida ketika Jonathan mengecup kening Saida dihadapan ibu Amelia dan pak Walson tanpa menolak sedikitpun. Saida melambaikan tangannya ke arah Jonathan ketika Jonathan sudah berada di dalam mobil miliknya.
Ketika Jonathan sudah berada di dalam mobil miliknya, Ia pun melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah Damian Perez. Sementara Pak walson dan ibu Amelia yang masih setia di belakang, memperhatikan interaksi antara Saida dan Jonathan.
Mereka langsung bertanya kepada Saida, ada hubungan apa di antara mereka, sehingga Jonathan memberanikan diri untuk mengecup kening Saida. Seperti seorang suami yang meninggalkan istrinya pergi bekerja untuk mencari nafkah kepada istri dan anaknya.
__ADS_1
Saida mengembangkan senyumnya ketika ibu Amelia dan Pak walson bertanya kepadanya sebelum Ibu Amelia dan Pak walson berangkat ke kantor melakukan aktivitas mereka seperti biasanya.
"Ada apa sepertinya kamu pagi ini begitu bahagia? tanya ibu Amelia sembari memberikan kecupan hangat di wajah tampan cucunya yang lagi berada di gendongan Saida.
"Nanti akan saya jelasin sama papa dan mama jika Papa dan Mama sudah pulang dari kantor. Sekarang tidak, waktu yang tepat menjelaskan segalanya. Karena mama, papa pagi ini harus berangkat ke kantor terlebih dahulu." ucap Saida kepada Pak walson dan ibu Amelia.
Membuat pasangan suami istri itu penasaran, penjelasan apa yang akan dijelaskan Saida kepada mereka.
"Kamu ini bagaimana sih Mama dan Papa menginginkan jawabannya. Sekarang kamu mau buat mama dan papa penasaran." ucap Ibu Amelia sembari menatap putrinya dengan tatapan penuh tanya.
Sudah lah Ma.....,lebih baik Mama berangkat ke kantor dulu Nanti mama terlambat loh, Saida mau nidurkan baby Neptunus nih. seperti tidak ada waktu lain lagi menjelaskan segalanya." ucap Saida sambil mengembangkan senyumnya dan memberi salam kepada Pak walson dan ibu Amelia.
Ibu Amelia dan Pak walson pun tidak dapat memaksakan kehendak mereka, mendapat jawaban dari Saida pagi itu juga. Sehingga mereka memilih langsung berangkat ke kantor setelah kepergian Jonathan. Setelah Pak walson dan ibu Amelia berlalu dari hadapan Saida dan baby Neptunus, Saida pun melambaikan tangannya ke arah pak Walson dan ibu Amelia.
Kemudian Ia pun berlalu masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah, ia langsung bersorak kegirangan membuat asisten rumah tangga yang bekerja di rumah keluarga Pak walson merasa heran melihat tingkah Saida lagi itu. Yang tiba-tiba begitu riang dan bahagia. Padahal akhir-akhir ini rona bahagia jarang sekali terlihat dari wajah Saida. Setelah berbagai masalah yang dihadapi Saida selama ini.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
__ADS_1
sambil menunggu novel ini up yuk mampir ke karya baru emak