Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.208 DAMIAN MENJAHILI JONATHAN


__ADS_3

"Mas kok ngak pakai baju sih!" ucap Saida sembari menutup matanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.


"Kenapa menutup mata sih sayang.?"


"Mas pakai baju gih."


"Mas tidak malu apa?"


"Ngapain malu sama istri sendiri?"


ucap jonathan sembari langsung memeluk Saida


"Mas mandi dulu gih, bau badan mas." ucap Saida sambil tersenyum jahil.


"Ya sudah mas mandi dulu ya!" ucap Jonathan sembari langsung masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai melakukan ritual mandinya Jonathan langsung keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kecil dililitkan di pinggangnya.


Sementara Saida mencari baju ganti yang dapat digunakan agar Saida tidur lebih nyaman dan leluasa.


"Ya Allah bajunya kok semuanya sama sih, tipis tipis bangat seperti saringan kelapa!" gumam Saida karna melihat baju baju yang ada di cover mereka, hanya ada beberapa lingerie tipis membuat Saida merasa tidak percaya diri memakai lingerie itu.


"Ya ampun memakai baju ini seperti tidak memakai baju, tembus pandang semua." gumam Saida sembari mengamati baju baju yang ada didalam koper.


Jonathan yang sedari tadi memperhatikan Saida mencari pakaian untuk ia gunakan, Jonathan mengebangkan senyumnya. senyum penuh kemenangan.


"Mas bajunya kok sama semua sih?" gerutu Saida


"Sudah gunakan saja apa yang ada sayang." sahut Jonathan sambil mengembangkan senyumnya


"Tapi mas bajunya kurang bahan semua."Ucap Saida merasa tidak nyaman jika menggunakan lingerie yang sudah disediakan Ayeuna dan Tati di dalam koper milik mereka

__ADS_1


"Sudah tidak apa apa pakai saja sayang, lagian yang lihat hanya mas saja kok." sahut Jonathon yang stay menggunakan handuk dililitkan di pinggangnya.


Mau tidak mau Saida pun memakai lingerie yang ada di koper


"Kan cantik sayang kamu memakai baju itu." ucap jonathan sembari langsung memeluk istrinya dari belakang membuat Saida sangat terkejut.


"Mas ngagetin Saida saja." gerutu Saida sembari memonyongkan bibirnya. Dan Jonathan langsung melahap bibir manis Saida. Jonathan langsung mengecup bibir manis Saida tanpa peduli dengan ocehan Saida yang sedari tadi menggerutu karna baju gantinya lingerie tipis semua.


Jonathan terus saja mengecup bibir manis Saida perlahan ciuman semakin dalam, hingga Saida membuka rongga mulutnya agar jonathan dapat memainkan lidahnya di rongga mulut Saida. Perlahan ciuman itu semakin mendalam, tangan Jonathan sudah mulai menjalar kebalik lingerie Saida yang begitu tipis. Ia sudah mulai meremas bagian gunung kembar milik Saida yang membuat Jonathan semakin candu.


"Ouch..... sakit mas pelan pelan!" bisik Saida tepat ditelinga Jonathan


"Jhonatan merasakan sensasi yang luar biasa karna suara de$@han Saida membuat Jonathan benar benar tidak kuasa menahan diri lagi. Ia ingin sekali langsung melahap istrinya.


"Sayang mas bisa meminta hak mas hak sebagai seorang suami kamu?" ucap Jonathan memelas kepada istrinya.


Saida menganggukkan kepalanya pertanda, Saida tidak keberatan kalau Jonathan meminta haknya sebagai seorang suami sah Saida. Saida juga tidak ingin mengecewakan suaminya. Ia ingin melayani suaminya dengan segenap hati. Apalagi Saida benar benar sudah sangat cinta dan sayang kepada jonathan.


"Mas.... Auh....de$@h Saida membuat Jonathan semakin melancarkan aksinya. Ia benar benar merasakan gerakan demi gerakan yang dilakukan Suaminya. Jonathan semakin berkelana di bagian gunung kembar milik Saida.


Saida yang tidak mau kalah dari Jonathan, Saida langsung membuka handuk yang digunakan Jonathan. Sehingga Saida melihat jelas adik kecil jonathan yang sudah lancang depan. Jonathan menuntun tangan Saida untuk memainkan adik kecilnya. Saida dengan sigap Ia terus saja mengelus adik kecil Jonathan hingga membuat Jonathan mengeluarkan suara merdu yang sangat luar biasa


"Ah..... sayang ah nikmatnya." ucap Jonathan dalam seruan suara merdunya. Membuat Saida semakin melancarkan aksinya. Jonathan pun langsung menggendong tubuh Saida ke atas ranjang yang berukuran king size agar permainan mereka lebih leluasa.


Jonathan terus saja mengecup bagian Gunung kembarnya Saida. Sementara tangannya sudah bermain di bagian sensitif Saida membuat Saida semakin bergelinjang seolah-olah ia meminta lebih dan lebih lagi.


"Mas.....,ah....mas....mas"suara merdu Saida terdengar jelas di telinga Jonathan hingga Jonathan pun langsung membalikkan tubuh Saida dan menindihnya. Ia pun memasukkan adik kecilnya yang sudah lancang depan ke lembah sungai yang terdalam millik Saida. Sehingga semakin mengeluarkan suara merdunya.


Sehingga Saida semakin mempercepat gerakannya, jonathan terus menggerakkan bagian adik kecilnya yang sudah lancang depan di bagian lembah sungai yang terdalam milik Saida. Hingga permainan itu memakan waktu sekitar kurang lebih satu jam, akhirnya jonathan dan Saida mencapai puncak

__ADS_1


"Ah.......ah" suara jonathan terdengar jelas ditelinga Saida. Pertanda dirinya sudah mencapai puncaknya. Ia pun langsung memeluk dan mengecup kening Saida.


" Terimakasih istriku." ucap Jonathan sambil langsung mengecup kening Saida.


"Sama-sama Mas!" sahut Saida.


Akhirnya Saida dan Jonathan pun Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpi mereka masing masing.


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Saida terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara deringan ponsel Jonathan. ponsel Jonathan yang sudah dari tadi berdering. Saida melihat layar ponsel Jonathan kalau yang menghubungi Jonathan Damian Perez.


Sekilas ia menerik jarum jam yang ada di layar ponsel milik Jonathan Yang ternyata yang sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi. Itu artinya mereka pagi itu sudah terlambat bangun. Saida membangunkan Jonathan dengan selembut mungkin.


Sejujurnya Saida merasa tidak tega untuk mengganggu tidur Jonathan. Tetapi karena panggilan yang ada di layar ponsel untuk Jonathan merupakan panggilan dari Damian Saida tidak ingin kalau Jonathan melewatkan telepon seluler dari Damian Perez yang merupakan kakak angkat sekaligus big bos Jonathan.


Ketika Jonathan sudah terbangun, Ia pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Setelah sambungan telepon seluler itu tersambung "Berapa ronde tadi malam sehingga kamu sampai pukul 09.00 pagi belum terbangun. Hingga kamu mengabaikan teleponku sampai beberapa kali? tanya Damian Perez di dalam ujung telepon.


Membuat Jonathan sangat terkejut dengan pertanyaan seorang Damian Perez


Ia tidak menyangka Damian Perez juga dapat bercanda hal-hal pribadi yang sensitif.


" Ada apa bos pagi-pagi menghubungiku? apa ada pekerjaan penting sehingga Bos menghubungi Jonathan pagi-pagi seperti ini? Padahal Bos tahu sendiri kan kalau tadi malam merupakan malam pertama Jonathan dengan Saida."gerutu Jonathan.


Damian Perez langsung tertawa ngakak dari ujung telepon. Damian sengaja menghubungi Jonathan berniat hanya untuk mengganggu dan menjahili Jonathan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏 mampir juga kekarya baru Morata dijamin seru ceritanya.


__ADS_1



__ADS_2