Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB. 242 BERHASIL LOLOS


__ADS_3

"Mom jahat, mom Prasetya hanya Mami Ayeuna." jerit Prasetya membuat Ayeuna langsung memeluk putranya. Ayeuna menatap Damian dengan tatapan tanya. Ia sudah mengetahui maksud dari Prasetya perez mengatakan demikian.


"Sepertinya Putraku mengira ibu kandungnya yang menyakitinya, karena kemiripan almarhum Kak Nurma mirip sekali dengan saudara kembarnya Nuraini." ucap Ayeuna kepada tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez, didengar langsung oleh Damian dan juga Jonathan.


"Ia sepertinya begitu. Karna foto yang ditunjukkan Damian kepada Prasetya Perez memang mirip sekali dengan Nuraini. Karena kemiripan Nuraini dengan Nurma bagai pinang dibelah dua.


Jadi kita tidak boleh menyalahkan Prasetya Perez. Karena Prasetya sulit untuk membedakan keduanya. Jujur seandainya Mami juga, mungkin saja tidak mengenali dan mengira kalau Nurani adalah Nurma." ucap Nyonya Julia Perez.


"Tolong pa.... lakukan sesuatu Bagaimana caranya membantu cucu kita untuk terlepas dari traumanya. Mami tidak ingin cucu kita seperti ini terlalu lama. Apalagi yang biasanya cucu kita selalu bermain ketika bertemu dengan Mami Mami tidak sanggup melihatnya Pi!"


"Papi juga tidak ingin melihat cucu kita seperti ini, mom. Tetapi mon Tenang saja. Papi akan melakukan yang terbaik untuk putra dan cucu kita. Papi sudah kerahkan semua anak buah Papi untuk mencari tahu keberadaan Nuraini saat ini.


Karena Papi tidak ingin Nuraini melakukan hal yang sama lagi kepada cucu dan Putra kita. Tidak menutup kemungkinan kalau Nuraini akan berbuat lebih parah lagi jika dirinya dibiarkan begitu saja. Walaupun dia adik dari almarhum ibu kandung Prasetya perez cucu kita, Aku tidak akan memberikan dia ampun.


Karena dia sudah menyakiti Putra dan cucuku. Jujur Papa kecewa kepada kalian semua. Tidak langsung memberitahu papi dan Mami mengenai kejadian ini, sejak awal Tapi sudahlah. Itu tidak perlu dipermasalahkan lagi. lebih baik fokus kepada kesembuhan Prasetya dan Damian Sajam.


Tuan Gaston Perez langsung meraih ponselnya yang ada di saku celananya. Ia pun langsung menghubungi nomor ponsel dokter ahli psikiater terbaik di negara ini. Untuk melakukan konsultasi terhadap kesehatan cucunya Prasetya Perez.


Tuan Gaston Perez tidak ingin cucunya terlalu lama merasa trauma dengan kejadian yang sudah terjadi. Karena perbuatan Nuraini terhadap keluarganya. Jujur siapa saja yang merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Prasetya Perez, pasti akan merasa trauma.

__ADS_1


Apalagi keberingasan Nuraini seolah-olah wanita yang kesetanan dan tidak memiliki belas kasihan. Nuraini mampu menghabisi nyawa orang di hadapan anak kecil. Untungnya security yang bertugas menjaga keamanan rumah Damian dapat diselamatkan oleh dokter.


Setelah melakukan tindakan operasi pengeluaran peluru dari tubuhnya. Sungguh miris, Entah dari mana Nuraini dapat melakukan itu semua. Padahal awalnya Nuraini tidak memiliki keberanian sama sekali, untuk memegang senjata kalau tidak tidak ada yang membekali dirinya.


Agar mampu melakukan hal itu. Pertanyaan dami pertanyaan timbul di hati Damian dari mana Nuraini mendapatkan senjata itu. Dan siapa yang membantunya mengajarinya apa yang selama ini terjadi."gumam gumam Damian di dalam hati sembari terus memperhatikan putranya yang terlihat ketakutan.


Ketika suntikan obat diberikan ke jarum infus yang tertancap di punggung tangan Prasetya, terlihat Prasetya sudah mulai nyaman dan tertidur. Ayeuna meraih tubuh putrinya baby Catherine yang sudah terlihat rewel. Itu berarti baby Catherine sudah mulai bosan bermain dengan Tati


"Ya Allah, maafkan Mami sayang. Mami tidak bisa bercanda dan bermain denganmu saat ini lebih lama. Karena kondisi Kakak kamu saat ini masih memerlukan Mami." ucap Ayeuna sambil memberikan kecupan hangat di wajah cantik baby Catherine.


Di tempat lain anak buah Tuan Gaston Perez sudah menemukan titik terang keberadaan Nuraini. Yang mana Nuraini ternyata dibantu oleh geng mafia yang terkenal sadis. Nuraini bergabung dengan geng mafia semenjak Nuraini meninggalkan rumah keluarganya.


Ketika tuan Gaston Perez mendapatkan sambungan telepon seluler dari anak buahnya, Tuan Gaston perez pun menginstruksikan kepada anak buahnya agar memberikan pelajaran kepada Nuraini. Ia tidak ingin Nuraini melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukannya terhadap Damian dan juga cucunya Prasetya.


Setelah anak buah Tuan Gaston Perez memberikan pelajaran kepada Nuraini, maka Tuan Gaston perez baru melaporkannya ke kantor polisi. Anak buah Tuan Gaston perez melakukan tugas dan tanggung jawabnya sesuai yang diperintahkan oleh Tuan Gaston perez.


Tetapi siangnya saat ini, Nuraini dapat bebas lagi dari tangan anak Buah Tuan Gaston Perez. Tentunya dibantu oleh geng mafia yang selalu membantu Nuraini saat ini.


Bahkan mereka tidak tanggung-tanggung menyakiti anak buah Tuan Gaston Perez. gawat, gimana ini kalau Bos mengetahui Nuraini berhasil lolos kembali." ucap salah satu anak buah Tuan Gaston Perez kepada rekannya yang ikut terluka karena melakukan pengajaran terhadap Nuraini.

__ADS_1


Mereka bingung apa yang harus mereka lakukan ketika Nuraini kembali dapat lolos dari mereka. Setelah dibantu beberapa orang geng mafia yang selama ini membantu Nuraini melakukan misinya untuk menghancurkan kehidupan Damian.


Anak buah Tuan Gaston Perez kembali melakukan pencarian siapa sosok yang membantu Nuraini selama ini. Karena mereka tidak ingin kembali memberitahu kepada tuan Gaston Perez dengan tangan kosong tanpa memiliki hasil apa-apa.


Sehingga salah satu anak buah Tuan Gaston Perez memutuskan untuk terus mengikuti dan mengejar kemana Nuraini dibawa oleh orang-orang yang membantu Nurani. Ia tidak ingin Tuan Gaston Perez marah besar terhadap mereka. Karena membiarkan Nuraini kembali lolos.


Di tempat lain terlihat Nuraini tertawa ngakak mengingat dirinya berhasil lolos dari kejaran anak buah Tuan Gaston Perez. Apalagi setelah Nuraini mengetahui kalau beberapa anak buah Tuan Gaston Perez terluka. Setelah baku tembak dengan para rekannya yang membantu dirinya selama ini.


"Kalian pikir aku sebodoh kalian? Aku tidak akan bisa kalian kalahkan, keluarga Perez. walaupun kalian memiliki segudang harta. Tetapi aku memiliki watak Yang licik tidak seperti kalian hanya mengandalkan uang.


Aku akan membuat kehidupan Damian hancur sehancur hancurnya. Seperti hatiku yang sudah hancur setelah Apa yang kamu lakukan kepadaku Damian. Aku tidak akan mengampunimu. Ingat target ku bukan hanya Prasetya tetapi istrimu Ayeuna. Aku akan mengambil orang-orang yang kamu sayangi agar kamu mengetahui bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita sayangi.


Kamu yang membuatku sampai seperti ini. jika kamu lebih memilihku, daripada memilih Kak Nurma dulu. Maka Kakak Nurma tidak akan mati secepat itu."gumam Nuraini dalam hati


Sejujurnya target utama Nuraini bukanlah Prasetya saat itu. Tetapi targetnya utamanya ingin membuat Ayeuna pergi untuk selamanya Dari kehidupan Damian.


Bersambung


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA


__ADS_2