
"Sayang, sepertinya kak Damian meminta kita agar segera datang Kerumah. katanya ada sesuatu hal penting yang ingin papi dan mami bicarakan." ucap Jonathan kepada Saida. Berharap Saida tidak berkecil hati, kalau saat itu juga mereka harus segera mengakhiri percintaan mereka.
"Ya mas, tapi sebentar Saida mandi Dulu. Badan Saida pegal dan gerah." ucap Saida sambil berlari masuk kedalam kamar mandi. untuk melakukan ritual mandinya.
Jonathan hanya menatap istrinya berlari masuk ke kamar mandi. Kemudian Ia pun tersenyum sumringah melihat tingkah istrinya yang membuat dirinya semakin gemes kepada Saida.
Sejujurnya Jonathan juga merasa terganggu ketika mendapatkan sambungan telepon seluler dari Damian. Tetapi ia tidak bisa menolak ketika Damian meminta dirinya untuk segera datang ke rumah Damian.
Apalagi setelah Damian memberitahu Kalau Tuan Gaston Perez ingin membicarakan sesuatu hal penting kepada mereka. Sebelumnya Jonathan sudah berjanji kepada Damian, kalau saat itu dirinya akan segera datang ke rumah dengan Saida.
Tetapi karena Saida seperti menginginkan Jonathan saat itu, membuat Jonathan tidak ingin menolak permintaan istrinya. Apalagi Ia juga menginginkan hal yang sama seperti yang diinginkan Saida saat itu.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Saida pun menggunakan pakaian santai dengan menggunakan celana jeans biru, kaos oblong putih rambut diikat ekor kuda dan wajahnya dipoles bedak dan make up tipis. Membuat aura kecantikan semakin terpancar.
"Mas yuk!" Kita pergi, Nanti Kak damaian terlalu lama menunggu kita." ucapnya ketika sudah memastikan penampilannya sudah terlihat rapi. Jonathan memandang tubuh istrinya yang terlihat cantik dan elegan.
Sekalipun istrinya hanya menggunakan kaos oblong putih, dipadukan dengan celana jeans biru. Tetapi tidak mengurangi kecantikan Saida. justru kecantikan Saida kali ini semakin terpancar. Senyum sumringah terlihat jelas di wajah Jonathan. Ketika melihat penampilan istrinya yang tampak begitu mempesona.
"Mas Kenapa melihat Saida seperti itu? Apa ada yang salah di penampilan Saidah kali ini? tanya Saida penuh selidik.
"Tidak sayang, penampilanmu sangat cantik. Mas jadi terpesona melihatnya." ucap Jonathan sambil langsung meraih tubuh Saida ke pelukannya.
Jonathan memberikan kecupan hangat di kening dan di wajah cantik saida. Saida merasa begitu bahagia mendapat perlakuan romantis dari sang suami.
__ADS_1
Setelah menitipkan baby Neptunus kepada Ibu Amelia, Mereka pun berlalu dari rumah yang mereka tempati menuju kediaman Damian. Dengan menggunakan mobil milik Jonathan, Mereka pun berlalu dari sana. setelah menghidupkan mesin mobil milik Jonathan, Ia langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kediaman Damian.
"Mas ada apa ya Kok sepertinya penting sekali sehingga Mami dan Papi meminta kita juga datang ke rumah Kak Damian?" tanya Saida penasaran. "Mas juga tidak tahu sayang, entah apa yang ingin dibicarakan Papi kepada Mas. dan juga Damian. Tetapi ini sepertinya penting sekali." ucap Jonathan sembari terus fokus menyetir mobil miliknya.
20 menit dalam perjalanan. Mereka pun akhirnya tiba di rumah Damian. Mendengar suara deruan mobil masuk ke pekarangan rumah, membuat Damian langsung bangkit dari tempat duduknya. "Itu pasti Jonathan dengan Saida." ucap damaian menebak Siapa yang datang dan ternyata tebakan Damian benar adanya.
Ketika Saida dan Jonathan sudah berada di rumah, Ayeuna mengembangkan senyumnya. "Kok kalian lama banget sih? Papi dan Mami sudah menunggu loh!" gerutu damaian menatap Jonathan dengan tatapan penuh selidik.
"Maklum Kak, ada urgent tadi." ucap Jonathan sambil terkekeh. "Tidak perlu sok Sokan ngomongin urgent. Aku tahu apa yang dalam otakmu. Menerima sambungan telepon selulerku saja kamu masih ngos-ngosan. Pasti kamu menggempur adik iparku." gerutu Damian kepada Jonathan membuat Jonathan pun langsung tertawa ngakak.
"Kamu jam segini sudah meminta jatah!" padahal Papi sudah memberitahumu lebih awal tadi. Agar kamu cepat datang ke sini." gerutu Damian sambil menatap Jonathan dengan tatapan tajam. Tuan Gaston perez menggelengkan kepalanya melihat interaksi kedua anak kandung dan anak angkatnya itu.
"Sudah sudah, yang penting sekarang Jonathan dan Saida sudah ada di sini. Tidak perlu berdebat. Lebih baik kalian duduk dan dengarkan Papi bicara." ucap Tuan Gaston Perez.
"Apa Mario dan Aurelin tidak berada di sini? tanya Saida setengah berbisik di telinga Ayeuna. "Tidak, tetapi mereka sudah mendengar apa yang sudah dibicarakan oleh papi kepada kita. Dan mereka sudah setuju dengan keputusan Papi." ucap Ayeuna tepat di telinga Saida.
Saida semakin bingung apa yang membuat Tuan Gaston dan nyonya Julia Perez meminta mereka untuk berbicara hal penting, di rumah yang ditempati Damian selama ini.
"Begini saja, Papi ingin pensiun dari dunia Bisnis. Papi dan Mami sudah mengambil keputusan untuk menghabiskan hari tua kami di California. Jadi untuk itu, sebelum Papi dan Mami berangkat ke California, Papi ingin memberikan tugas kepada kalian berdua.
"Untuk kamu Damian, kamu tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab kamu di perusahaan yang kamu Pimpin saat ini. Dan perusahaan anak cabang yang kamu kembangkan.
"Untuk kamu Jonathan, Papi akan percayakan restoran dan hotel yang ada di kota ini untuk kamu kelola. Jadi tolong lakukan tugas dan tanggung jawab kalian, sebagai pimpinan perusahaan yang sudah paperintis dari nol Tolong jangan kecewakan Papi. Mohon Tuan Gaston Perez kepada Damian dan juga Jonathan.
__ADS_1
Damian mengembangkan senyumnya. " Kalau masalah itu, Papi tidak perlu khawatir dan yang pasti Damian akan menjalankan tugas dan tanggung jawab Demian semampu Damian." sahut damaian menatap Tuan Gaston Perez dengan tatapan penuh arti.
Sementara Jonathan, Ia begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan Gaston Perez kepadanya. Kalau Tuan Gaston Perez mempercayakan hotel dan restoran yang ada di kota Jakarta untuk Ia kelola. Ia tidak menyangka kalau Tuan Gaston Perez begitu percaya kepadanya.
"Maaf Pi, apa Mario sudah mengetahui ini semua?" tanya Jonathan karena dirinya tidak ingin dianggap sebagai perebut hak waris Mario dan Damian di harta kekayaan milik Tuan Gaston Perez.
"Kamu tenang saja Nak. Papi sudah memberikan perusahaan, yang ada di Sumatra untuknya. Agar ia dapat mengelolanya dengan baik. Papi mohon bantuan kalian, Agar kalian saling bahu membahu untuk tetap menjalankan perusahaan yang Papi rintis dari nol."
"Apa Mario sudah menyetujuinya Pi? Jonathan kembali bertanya. "Kamu tidak perlu khawatir, justru Mario dan Damian yang meminta Papi agar mempercayakan hotel dan restoran kepada kamu. Percayalah kamu pasti mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab yang Papi berikan kepadamu." ucap Tuan Gaston Perez kepada Jonathan.
Sementara Ayeuna dan Saida hanya sebagai pendengar di sana mereka tidak ingin ikut campur masalah bisnis suami suami mereka. Nyonya Julia Perez juga menyetujui keputusan suaminya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓
mohon maaf jika emak agak jarang update di karya ini akhir-akhir ini. Karena Emak lagi mengejar karya yang lain. Yang ceritanya tidak kalah seru dari karya ini Monggo mampir jika berkenan.
"Jodoh di usia senja"
"I love you office girl"
"Perawan 500 juta "
__ADS_1