
"Ma...., tolong bantu Mario, Aurelin tidak ingin terjadi apa-apa kepadanya.
"Tolong Ma....."mohon Aurelin kepada ibu boru Silalahi karena dirinya sangat mencintai Mario. Ia tidak ingin Mario meninggalkannya.
Ibu boru Silalahi pun langsung menganggukkan kepalanya. Karena melihat tangis dan permohonan putrinya satu-satunya. Akhirnya keluarga Pak Haposan malam itu juga, pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan golongan darah ibu Boru silalahi berharap Ibu Boru Silalahi dapat mendonorkan darahnya kepada Mario.
Ketika keluarga Pak Haposan sudah tiba di rumah sakit, Pak Haposan dan keluarga langsung menuju ruang pemeriksaan golongan darah. Berharap Ibu Boru Silalahi dapat mendonorkan darahnya kepada Mario. Agar Mario mendapatkan bantuan donor darah. Pikiran Aurelin saat ini sudah sangat kalut. Ia tidak tahu harus berbuat apa saat itu. Ingin rasanya Aurelin mendonorkan darahnya kepada Mario. Tetapi golongan darah Aurelin dengan Mario itu berbeda.
Setelah dokter dan suster memeriksakan kondisi kesehatan ibu Boru Silalahi, ternyata ibu boru silalahi dapat mendonorkan darahnya kepada Mario. karena kondisi kesehatan ibu Boru Silalahi saat ini layak untuk mendonorkan darahnya.
Hal itu membuat Pak Haposan sedikit lega setidaknya mereka dapat memberikan bantuan kepada keluarga Perez. Terutama kepada Mario Perez yang sedang mempertaruhkan nyawanya Di ruang operasi.
Donor darah yang didapatkan dari ibu Boru Silalahi pun langsung dibawa ke ruang operasi agar dapat membantu Mario bertahan saat itu. Terlihat dokter bernapas lega karena mereka akhirnya mendapat donor darah. Sementara Nyonya Julia Perez Sudah sujud di kaki Pak Haposan atas bantuan yang sudah diberikan Pak Haposan kepada keluarganya.
Nyonya Julia Perez tidak mampu berkata apa-apa lagi, kepada keluarga Pak Haposan yang selama ini, selalu membantu mereka. Jika keluarga perez membutuhkan bantuan kapanpun Tuan Gaston menghubungi Pak Haposan, Pak Haposan selalu standby untuk memberikan bantuannya kepada keluarga Perez.
Setelah tindakan operasi selesai dilakukan, kondisi saat ini belum stabil. Tetapi setidaknya operasinya sudah berjalan dengan lancar. walaupun sebelumnya ada sedikit kendala. Tetapi sudah bisa ditangani karena bantuan donor darah dari ibu Boru Silalahi tepat waktu.
Sementara di tempat lain, Damian yang baru mengetahui kabar mengenai adik bungsunya, Mario Perez sedang mempertaruhkan nyawanya Di ruang operasi di rumah sakit. Tepatnya di kota Medan akibat niat jahat seseorang yang membuat adiknya mengalami hal tragis seperti yang dialami Mario saat ini.
__ADS_1
Damian memerintahkan Jonathan sang asisten untuk mempersiapkan keberangkatannya ke kota Medan. Hal itu membuat Ayeuna bertanya-tanya dalam hati Mengapa tiba-tiba suaminya meminta kepada Jonathan untuk mempersiapkan keberangkatannya hari itu juga ke kota Medan.
"Ada apa mas Mengapa Mas tiba-tiba meminta berangkat hari ini juga ke kota Medan? tanya Ayeuna yang belum mengetahui apa-apa mengenai kondisi Mario saat ini.
"Ada seseorang yang ingin membunuh adikku Mario. Sekarang adikku kritis dan dia membutuhkan bantuanku. tolong jaga Prasetya di sini. Jaga kesehatanmu ya sayang. Mas Hari ini juga harus berangkat ke Medan. Mami dan Papi membutuhkan mas di sana. Mereka sangat rapuh ketika mendengar Mario mengalami hal tragis saat ini.
"Tapi Ayeuna ingin ikut Mas." ucap Ayeuna kepada suaminya.
"Tapi bagaimana dengan kondisi kamu sayang ? kondisi kamu saat ini sangat lemah. mas tidak mau kamu terlalu kelelahan karena harus ikut ke Medan.
"Ayeuna sudah kuat, ayeuna tidak mau tinggal di sini. Ayeuna harus ikut ke Medan." ucap Ayeuna memohon kepada suaminya agar suaminya memperbolehkannya ikut ke kota Medan bertemu langsung dengan Mario dan Tuan Gaston dan juga Nyonya Julia Perez.
"Pasti mami saat ini sangat rapuh. Setidaknya Ayeuna bisa memberikan penghiburan kepada Mami." ucap Ayeuna memohon kepada suaminya.
"Ya Mas, Ayeuna janji kok. Ayeuna pasti bisa menjaga diri dan menjaga kesehatan Ayeuna." ucap Ayeuna sambil langsung mengecup wajah tampan suaminya. Karena Ia memang benar-benar tidak ingin berjauhan dengan suaminya Demian Perez.
Hari sudah pagi, saatnya Damian dan Ayeuna berangkat ke bandara menuju kota Medan. sebelumnya Demian sudah meminta kepada Tati agar Tati memperhatikan Prasetya selama mereka berada di Medan. Tentunya dengan pengawasan beberapa bodyguard yang sudah ditugaskan Damian untuk menjaga keamanan rumah Damian.
Ia juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada Prasetya selama mereka meninggalkan rumah. Ia juga minta Jonathan agar menangani semua urusan kantor selama Damian dan Ayeuna berada di Medan.
__ADS_1
"Papi sama mami berapa lama di Medan? tanya Prasetya yang tidak ingin berlama-lama berjauhan dengan kedua orang tuanya.
"Papi sama mami tidak lama kok. Hanya Papi dan Mami ingin memastikan kondisi Om Mario baik-baik saja atau tidak." ucap Damian Perez kepada Prasetya. Berharap Prasetya mengerti kondisi keadaan mereka saat ini.
"Ya sudah tidak apa-apa Prasetya tinggal di sini. Tapi Papi dan Mami harus janji kalau papi dan mami harus segera kembali ke Jakarta. Setelah kondisi om Mario membaik." ucap Prasetya sambil mengembangkan senyumnya.
"Tidak sayang, kamu harus ikut bersama mami ke Medan. Mami tidak bisa jauh darimu putraku yang tampan. Lebih baik Mami minta izin kepada gurumu kalau beberapa hari ini Kamu tidak bisa hadir di sekolah mengikuti pelajaran. Mami merasa tidak tenang jika kamu Mami tinggalkan di rumah. ucap Ayeuna membuat Damian mengerutkan keningnya.
Karena dari awal Damian sudah tidak ingin memperbolehkan Prasetya untuk ikut di kota Medan. karena saat ini situasinya sangat genting.
"Mengapa kamu justru mengajaknya ikut ke Medan Sayang? tanya Damian Perez kepada Ayeuna. Yang tidak mengetahui apa maksud dan tujuan Ayeuna Mengapa tiba-tiba Ayeuna berniat membawa Prasetya ke Medan.
Mas kita tidak mengetahui apa yang terjadi kepada Mario. sehingga dirinya mengalami hal tragis seperti itu. Jika sama Mario dapat terjadi seperti itu, tidak menutup kemungkinan kalau penjahat itu juga akan mengincar keluarga dekat Mario Perez. ucap Ayeuna kepada Damian Perez.
Karena menurut Ayeuna yang merencanakan pembunuhan terhadap Mario, bukan lah sendiri. Pasti ada dalang di balik perencanaan pembunuhan terhadap Mario. Hal itu yang membuat Ayeuna tidak ingin meninggalkan Prasetya di Jakarta.
Ayeuna curiga terhadap seseorang bahwa yang merencanakan pembunuhan terhadap Mario, adalah salah satu teman dekat Mario dan posisinya saat ini masih berada di Jakarta. Carlos hanya di per alat untuk menuntaskan dendamnya terhadap Mario.
Ketika Ayeuna menceritakan asumsi Ayeuna kepada Damian, Damian paham kekawatiran Ayeuna terhadap putranya. Sehingga Damian setuju kalau Prasetya ikut ke kota Medan melihat kondisi Mario dan Tuan Gaston Perez dan juga nyonya Julia Perez.
__ADS_1
Bersambung....
hai hai redears emak minta maaf ya emak agak siangan upnya. Soalnya emak lagi kurang sehat. Trimakasih karna sudah mampir kekarya receh emak. Jangan lupa like, coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏💓🙏🙏