Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 152.MARIO KEMBALI


__ADS_3

Prasetya menatap semua anggota keluarga yang hadir di rumah sakit menanti kabar baik dari Mario. Prasetya mengingatkan anggota keluarga yang hadir di sana agar bersama-sama menduakan Mario agar dapat pulih kembali seperti semula.


Prasetya sangat menyayangi Mario karena menurutnya Mario adalah Om yang paling pengertian kepadanya. Setiap kali Mario mengunjungi Prasetya Mario pasti membawakan sesuatu yang diinginkan oleh Prasetya kepadanya.


Saida mendapat kabar dari Jonathan, kalau keluarga perez mendapat musibah. Kalau Mario saat ini sedang kritis di rumah sakit. Hal itu membuat Saida ingin sekali membalas Budi baik keluarga Perez terhadapnya. Tetapi dia tidak mampu melakukan apa apa selain berdoa agar Mario sembuh dan dapat berkumpul bersama keluarga.


Ibu Amelia dan pak Walson menghampiri Saida yang sedari tadi terlihat kwatir.


"Ada apa nak? kok sepertinya kamu kwatir? tanya pak Walson dan ibu Amelia kepada Saida yang terlihat kwatir. Itu terlihat jelas dari mimik wajah Saida.


"Mario Perez saat ini sedang kritis dirumah sakit di kota Medan. Adik ipar Ayeuna,ada seseorang yang berniat jahat kepada Mario hingga Mario mengalami dua tusukan pisau tajam di bagian perutnya." ucap Saida memberitahu kepada pak Walson dan ibu Amelia mengenai apa yang ia khawatirkan.


"Kamu jangan kwatir, Damian pasti bisa menangani semuanya. Mario pasti dapat pulih kembali." ucap ibu Amelia menenangkan hati Saida. karna bagaimanapun, keluarga Perez sudah membantu Saida. saat Saida membutuhkan pertolongan.


Di tempat lain terlihat Aurelin tidak masuk ke kantor Graha kencana. Ia memilih menemui Menemani Mario di rumah sakit. Aurelin meminta dan memohon kepada tuan Gaston Perez agar Tuan Gaston Perez yang menangani perusahaan sementara waktu, sebelum Mario pulih kembali. Karena Aurelin ingin menemani Mario di rumah sakit.


Tuan Gaston perez mengembangkan senyumnya. Ia terlihat bahagia melihat Aurelin yang begitu perhatian kepada Putra bungsunya. Itu berarti Aurelin juga memiliki perasaan yang sama seperti yang dirasakan Mario terhadapnya.


"Kamu tenang saja, tanpa kami minta pun, papi sudah berpikir sampai kesana sayang, lebih baik kamu menemani Mario di rumah sakit. Biar Papi yang nanganin perusahaan." ucap Tuan Gaston Perez kepada Aurelin sembari mengelus rambut panjang Aurelin.


Aurelin berlalu meninggalkan Tuan Gaston yang ada di koridor di rumah sakit. Ia kembali masuk ke ruang ICU, setelah meminta izin kepada dokter. Agar dirinya diizinkan masuk ke ruang ICU untuk menemani Mario di sana.


"Mas ini Aurelin, apa mas mendengar Aurelin? tanya Aurelin sambil mengelus wajah pucat Mario yang terlihat seolah tak bernyawa. Hanya saudara detakan jantung yang ada di komputer terdengar disana. Aurelin merasa tidak dapat berbuat apa apa.

__ADS_1


"Sayang bangun sayang, apa kamu tidak merindukan ku?


"Ayolah sayang kembali lah. Kami sangat menyayangi kamu, Mas tahu Aurelin sangat merindukan Mas menjahili Aurelin. Biasanya Mas selalu membuat Aurel jengkel di kantor tetapi sesungguhnya aulin merindukan hal itu dari Mas ayo Sayang bangun demi orang-orang yang menyayangimu. mohon aurelin berbisik di telinga Mario Perez.


Aurelin terus menangis menatap Mario yang tak berdaya di sana. Tetapi aurelin tidak dapat berbuat apa-apa selain hanya memohon pertolongan kepada Tuhan agar Tuhan menyembuhkan Mario seperti sedia kala.


Ketika Aurelin memeluk dan mengusap wajah Mario, Air bening yang mengalir deras begitu saja dari mata Aurelin, tetesan air bening inti menetes tepat di mata Mario. Hingga tiba tiba Mario mengedipkan matanya. Entah karena kontak batin sehingga respon mario setelah air bening yang mengalir dari wajah Aurelin membuat Mario terbangun dari tidur panjangnya.


Ketika, Mario mengedipkan matanya, Aurelin langsung memeluk dan bersyukur kalau Mario sudah terbangun dari tidurnya panjangnya.


"Sayang kamu sudah bangun? tanya Aurelin


"Sayang?


"Memangnya kamu sayang sama mas?


"Kok kamu nanya begitu sih mas?memangnya mas tidak dan cinta lagi sama Aurelin? tanya Aurelin


"Ya mas sayang sama kamu selamanya." ucap Mario dengan suara parau.


"Mas Terima kasih kamu sudah kembali kepada kami. Jujur Aurelin tidak tahu harus berkata apa lagi jika terjadi sesuatu kepada kamu. Kami semua sudah sangat mengkhawatirkanmu. Semoga Carlos mendapat ganjarannya sesuai apa yang ia lakukan terhadap emas.


Papa sudah berhasil meringkus Carlos dan sekarang dia sudah berada di tahanan Polda Sumut."ucap aurelin memberitahu kepada Mario kalau Carlos saat ini sudah berada di dalam tahanan.

__ADS_1


"Syukurlah kalau Carlos sudah tertangkap, tetapi emas sepertinya yakin kalau Carlos melakukan ini tidak sendiri pasti ada dalam dibalik ini semua ucap Mario kepada aurelin dibalas anggukan dari Aurelin.


Mereka asyik berbicara sehingga mereka melupakan memberitahu kabar kepada keluarga Perez, Kalau Mario saat ini sudah terbangun dari tidur panjangnya. Rasa rindu yang amat dalam, yang dirasakan Mario terhadap Aurelin. Membuat dirinya lupa untuk mengingatkan Aurelin memberitahu kepada keluarga kalau dirinya sudah sadar.


Tak bosan-bosan Aurelin terus memeluk dan mengecup wajah pucat Mario. Seolah dirinya tidak ingin berjauhan dari Mario. Kemudian iapun tersadar ingin memberitahu kepada nyonya Julia Perez kalau saat ini Mario sudah sadar.


Aurelin berlari keluar dan langsung memeluk Nyonya Julia Perez dan Ayeuna. Ia memberitahu Mario sudah bangun dari tidur panjangnya. Membuat Nyonya Julia Perez, Ayeuna, Demian dan juga Prasetya langsung berhamburan ingin masuk melihat Mario di ruang ICU.


Tetapi ketika suster melihat mereka ingin berlari masuk keruang ICU, suster itu langsung melarang keluarga Perez berbondong-bondong masuk keruang ICU. Sebelum dokter mengijinkan mereka masuk. Suster itu langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Mario saat ini.


Ketika dokter datang menghampiri Mario berniat untuk memeriksa Mario, dokter itu mengembangkan senyumnya. Karena Mario sudah terbangun dari tidur panjangnya. Ia merasa berhasil menangani Mario. Padahal kondisi Mario sebelumnya sangatlah tidak mungkin kalau dirinya selamat dari peristiwa pembunuhan itu.


Ketika dokter itu sudah memeriksa kondisi kesehatan Mario, dokter itu pun memastikan kalau saat ini kondisi Mario sudah stabil dan sudah diperbolehkan untuk dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP yang ada di rumah sakit itu.


Nyonya Julia Perez yang mengetahui kalau putranya telah kembali kepada mereka membuat dirinya merasa bahagia dan bersyukur karena Mario sudah terbangun dari tidur panjangnya. Padahal sebelumnya dokter sudah pasrah Apa yang akan terjadi kepada Mario.


Dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik kepada Mario selama Mario mereka tangani.


Nyonya Julia Perez kembali memeluk Aurelin. Setelah dokter mengatakan kalau kondisi kesehatan Mario saat ini sudah stabil.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


__ADS_2