
Karena desakan dari putranya Prasetya, akhirnya Damian memenuhi permintaan putranya membawanya ke Medan bertemu dengan Ayeuna. Tanpa harus menunggu tuan Damian Perez dan nyonya Julia Perez membawa Prasetya ke Medan.
"Kamu persiapkan diri kamu agar kita hari ini juga kita berangkat ke Medan."ujar Damien Perez kepada Prasetya. Mendengar apa yang dikatakan oleh Damian, Prasetya langsung senyum sumringah dan memeluk Damian.
"Terima kasih Papi, Papi sudah mengabulkan permintaan Prasetya." ucap Prasetya sambil berlari menuju kamarnya untuk mempersiapkan dirinya.
Damian meminta kepada Tati untuk mempersiapkan segala keperluan Prasetya saat melakukan perjalanan ke kota Medan.
"Tati tolong dipersiapkan kebutuhan Prasetya selama berada di Medan. Saya tidak mau Putra saya kekurangan apapun di sana." perintah Damian kepada Tati sang pengasuh pribadi Damian
"Maaf Tuan apa Tuan menggunakan jet pribadi atau tidak? tanya asisten Demian.
"Tidak perlu saya menaiki pesawat komersil saja. Agar Putra saya mengalami menaiki pesawat komersil. Dan tolong langsung persiapkan keberangkatan saya, Prasetya dan Tati ke kota Medan.
"Saya ikut juga Tuan? tanya Tati
"Jadi menurut kamu siapa yang akan menyediakan keperluan Prasetya disana? apa harus saya? untuk apa saya menggaji Mu kalau kamu tidak mengerjakan tugas mu." ucap Damian membuat nyali Tati langsung menciut.
****
Setelah berada di bandara, terlihat Damian, Prasetya dan Tati sudah bersiap menaiki pesawat setelah bagian informasi menginformasikan bahwa pesawat yang akan mereka tumpangi menuju bandara Kualanamu tepatnya berada di Deli Serdang provinsi Sumatera Utara, Menaiki pesawat.
30 menit pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju bandara Kualanamu. Prasetya tampak antusias ingin mengetahui bagaimana Kota Medan. Kota yang belum pernah dijalani oleh Prasetya.
"Papi, kota Medan itu bagaimana sih? apa seperti Kota Jakarta juga? tanya Prasetya kepada Damian yang sangat penasaran dengan kota yang akan ia jalani.
"Sama saja, cuman penduduknya lebih padat dibandingkan di kota Medan.
__ADS_1
"Apa di kota Medan ada mall juga?
"Ada dong!" kan kota Medan salah satu kota besar di Indonesia, masa mall tidak ada di kota besar."ucap Damian sambil mengusap kepala Prasetya.
Setelah melakukan perjalanan melalui jalur udara sekitar kurang lebih 2 jam Damien Perez, Prasetya Perez dan Tati sang pengasuh sudah tiba di Bandara Kualanamu.
Damian sengaja tidak memberitahu kepada Mario tentang kedatangannya ke kota Medan. Damian meminta Tati untuk memesan taksi online.
"Papi Kenapa tidak meminta Om Mario saja yang menjemput kita di sini?
"Papi tidak ingin merepotkan Om kamu, pasti Om sekarang lagi sibuk di kantor. Kamu tidak apa-apa kan kita naik taksi online?
"No problem Papi yang penting Prasetya bisa ketemu sama mami Ayeuna.
Taksi online pesanan Tati pun tiba di bandara. Damian meminta kepada driver taksi online itu untuk membantu Tati menaikkan barang bawaannya.
"Papi ternyata kota Medan ramai juga ya. Dan gedung-gedung tinggi juga lumayan banyak sama seperti di kota Jakarta."ucap Prasetya sambil melihat-lihat indahnya kota Medan dari kaca nako taksi yang mereka tumpangi.
Damian hanya tersenyum melihat putranya yang sedari tadi terus bertanya mengenai kota Medan. sedangkan Tati hanya menatap jalanan yang di penuhi lalu lalang kendaraan dari kaca taxi online.
"Pak langsung ke perumahan Cemara asri ya!"Pinta Damian kepada driver taxi online.
"Baik Pak?' sahut driver taksi online itu dan langsung melajukan mobilnya ke arah perumahan Cemara asri. Salah satu perumahan elit yang ada di kota Medan.
"Papi apa Papi punya rumah juga di Medan ini?
"Tidak Papi hanya memiliki apartemen di Medan. Tapi Opa dan Oma ada di perumahan Cemara asri.
__ADS_1
"Jadi kita ke rumah Oma sama Opa nih?
"Ya lebih baik kita mampir dulu di sana sebelum kita bertemu dengan Mami Ayeuna. Mami Ayeuna pasti masih sibuk di kantor bersama Om Mario."ucap Damian kepada Prasetya.
Selama kurang lebih 1 jam dalam perjalanan dari Kualanamu ke perumahan komplek Cemara asri. Mereka tiba di salah satu rumah mewah yang ada di komplek perumahan itu.
"Apa ini rumah Opa sama oma di Medan? tanya Prasetya penasaran dengan rumah mewah yang baru ia lihat.
"Ya lebih baik kita sekarang turun. Nanti Om drivernya akan mencari penumpang lain lagi." ucap Damian memberikan beberapa lembar Uang pecahan seratus ribu.
"Maaf Pak sepertinya ini kebanyakan."Ucap driver itu kepada Damian.
"Sudah tidak apa-apa kamu ambil saja anggap aja ini rezeki mu dari saya."ucap Damian sambil mengembangkan senyumnya
"Terima kasih Pak!" Semoga rezeki Bapak semakin bertambah dan keinginan Bapak terkabulkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala." ucap driver itu sambil mengembangkan senyumnya dan berpamitan kepada Damian untuk segera meninggalkan tempat itu.
Security yang bertugas menjaga keamanan rumah milik keluarga Perez yang ada di kota Medan langsung membuka gerbang ketika melihat Damian, Prasetya dan Tati turun dari sebuah taksi.
"Tuan Damian!"Sapa security itu sambil mengembangkan senyumnya dan membuka gerbang.
"Kenapa Tuan tidak menghubungi kami terlebih dahulu agar supir menjemput Tuan." ucap security itu kepada Damian.
"Tidak apa-apa!" saya hanya tidak ingin merepotkan kalian. Lagian agar Putra saya mengalami hal-hal yang belum pernah ia lakukan." ucap Damian sembari berlalu dari hadapan security itu. Asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Tuan Gaston Perez yang ada di kota Medan langsung menghampiri dan memberi salam kepada Damian dan juga Prasetya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏
__ADS_1
jangan lupa like, comment dan votenya ya kakak