
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih sekitar dua puluh menit. Damian dan Ayeuna tiba dirumah keluarga Gaston Perez. Prasetya yang mengetahui kedatangan damaian dan ayunan langsung berlari menyambut kedatangan ayeuna karena dirinya sudah sangat merindukan damaian dan juga Ayeuna.
"Mami!" teriak Prasetya sambil berlari ingin memeluk Ayeuna. Ayeuna menyambut pelukan dari Prasetya. Karna Ayeuna juga sudah sangat merindukan Prasetya bocah yang sudah menarik perhatiannya akhir akhir ini.
"Jadi, maminya doang yang di peluk papi tidak?" gerutu Damian karna dirinya merasa diabaikan oleh Prasetya ketika sudah bersama Ayeuna.
"Ih papi seperti anak kecil saja. Begitu saja merajuk." ejek Prasetya sambil nyengir.
Setelah mendapat peluk cium dari Ayeuna, Prasetya beralih memeluk Damian.
"Ya sudah kamu siap siap gih, kita sekarang pergi berwisata." ucap Damian kepada Prasetya. Kemudian Damian juga meminta kepada Tati agar mempersiapkan segala keperluan Prasetya saat melakukan wisata bersama Ayeuna.
Tati melakukan apa yang diperintahkan oleh Damian. Karena hari itu juga mereka akan pergi berwisata di daerah Sumatera Utara. Tentunya mereka dibantu jasa penyedia paket tour dari salah satu perusahan ternama yang ada di kota Medan.
Mereka sengaja menggunakan jasa penyedia paket tour agar mereka tidak kewalahan untuk mencari sarana dan prasarana menuju tempat wisata yang ada di kawasan Sumatera Utara. Terlebih tujuan utama mereka adalah daerah kawasan danau Toba.
Yang sebelumnya Ayeuna mendapat informasi dari teman-teman kostnya bahwa keindahan panorama danau Toba cukup indah dan sejuk. Hal itulah yang membuat Ayeuna berniat untuk mengajak Prasetya berwisata ke daerah danau Toba. Di samping panorama yang indah di sana juga disuguhkan dengan wisata keindahan alam dan juga budaya yang ada di kawasan danau Toba yang pada umumnya adalah suku Batak.
Setelah Tati mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan oleh Damian, Prasetya. Mereka pun langsung berangkat tentunya sudah dijemput mobil penyedia paket tour untuk keluarga Damian.
***
Di perjalanan Prasetya tak henti-hentinya bertanya kepada tour guide yang menemani perjalanan mereka melakukan wisata di daerah kawasan danau Toba. Membuat tour guida itu semakin gemas melihat Prasetya yang ingin sangat mengetahui lokasi-lokasi yang ia jalani. Hal itu membuat Ayeuna tersenyum ketika bocah kecil itu selalu mengajukan pertanyaan kepada tour guide tersebut.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga jam, mereka tiba di pemandangan menara tele. Mereka berhenti sejenak di sana Hanya untuk menikmati pemandangan yang ada di sana. Setelah beristirahat sejenak dan menikmati keindahan alam di sana, mereka melanjutkan perjalanan. Ke bukit sibea bea, yang mana lokasinya dapat memandang hamparan danau Toba yang begitu luas. angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah mereka membuat mereka menikmati perjalanan wisata mereka
__ADS_1
Bukit sibea bea
"Ayeuna dan Damian tampak menikmati perjalanan mereka. Sesekali Ayeuna mengabadikan momen perjalanan mereka selama berada di kawasan menara tele dan juga bukit sibea bea. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke daerah pantai pasir putih parbaba.
Untuk pertama kalinya Damian, Ayeuna, Prasetya dan juga Tati. dan menginap di kawasan danau Toba.
"Sayang lokasinya indah banget ya!" sepertinya disini cocok juga untuk bulan madu kita nanti." ucap Damian sembari mengembangkan senyum jahilnya kepada Ayeuna. Ayeuna pun tersenyum mendengar apa yang dikatakan Damian. Sejujurnya Ayeuna juga memikirkan hal yang sama dengan Damian.
Pantai pasir putih parbaba
****
"Putra Mami yang tampan sepertinya kamu sudah lelah, lebih baik kamu istirahat ya sayang." ujar Ayeuna kepada Prasetya.
Prasetya menganggukkan kepalanya kemudian Ayeuna pun membawa Prasetya masuk ke dalam kamar hotel agar Prasetya beristirahat ditemani oleh Tati dan juga Ayeuna.
Entah karena faktor kecapekan Prasetya pun Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya. Tanpa Ayeuna sadari Damian masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Prasetya dengan Tati.
"Sayang apa Putra kita sudah tidur? tanya Damian kepada ayeuna.
"Ssssst jangan berisik Mas Putra kita baru tidur nanti dia terusik."celetuk ayeuna.
__ADS_1
Tati tolong kamu temanin Prasetya ya, Saya ada urusan dengan Ayeuna."ucap Damian kepada Tati Baby sister yang selama ini menjaga Prasetya.
Kemudian Damian dan Ayeuna keluar dari kamar yang ditempati oleh Prasetya.
"Ada apa mas?
Damian langsung menggendong tubuh mungil Ayeuna masuk ke dalam kamar.
"Temani Mas tidur ya, Mas merasa tidak enak tidur sendirian."
Ayeuna menatap Damian.
Ia seolah tidak percaya dengan sikap manis Damian terhadapnya akhir-akhir ini. Padahal selama ini sikap Damian kepada Ayeuna saat berada di Jakarta selalu egois dan ia tidak pernah memberikan Ayeuna kesempatan untuk memberikan pendapatnya.
Damian mengecup bibir manis Ayeuna. perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga suara de$@han Ayeuna terdengar jelas di telinga Damian. Hal itu membuat Damian semakin melancarkan aksinya.
Hingga Ayeuna membuka rongga mulutnya agar Damian dapat memainkan lidahnya di rongga mulut Ayeuna dengan leluasa. perlahan ciuman itu beralih ke jenjang leher Ayeuna. dengan lembut tangan Damian mulai masuk ke Balik baju yang dikenakan oleh Ayeuna.
Ia mulai memainkan gunung kembar Himalaya milik Ayeuna membuat Ayeuna semakin mengeluarkan de$@han nya. Ia seolah meminta lebih dan lebih lagi.
"Mas.....Ah!" desah Ayeuna.
"Ya sayang!" ucap Damian sembari menuntun Ayeuna naik ke atas tempat tidur yang berukuran King size yang disediakan oleh pihak hotel.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.
__ADS_1
jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.
Trims