
"Mas apa-apaan sih tidak lihat apa ada mami dan Papi di sini ." ucap Ayeuna sambil menunduk malu melihat Tuan Gaston dan juga Nyonya Julia di sana. Tetapi Tuan Gaston dan nyonya Julia hanya tersenyum melihat tingkah dua sejoli itu. Apalagi dengan Prasetya langsung bertepuk tangan ria.
Membuat Ayeuna semakin merasa malu akan apa yang dilakukan Demian terhadapnya. Yang terang-terangan mencium dirinya di hadapan Tuan Gaston dan tua Nyonya Julia dan juga Prasetya.
"Sudah tidak perlu merasa malu mereka juga pernah muda seperti kita." ucap Damian kepada ayeuna. Tetapi Ayeuna sudah tidak mampu mendongakkan kepalanya. Karena rasa malunya kepada tuan Gaston dan juga Nyonya Julia Perez.
Sehingga Ayeuna memilih untuk berpamitan berlalu ke dapur. Ia menghampiri Tati yang sedang membantu asisten rumah tangga mempersiapkan makan malam.
"Eh non Ayuna!"sapa Bi Iyem yang paling lama bekerja di kediaman Damian
"Tidak perlu memanggil saya dengan sebutan non, panggil saja saya Ayeuna Bi. Karena Ayeuna bukan majikan kalian."ucap Ayeuna sembari membantu bi iyem memotong sayuran.
"Sudah Non!" Biarkan saja kami yang mengerjainya. Nanti jika Tuan Damian melihat non Ayeuna membantu kami mengerjai ini semua,kami takut Tuan Damian akan memarahi kami. Tolong jangan seperti ini non."ucap Tati dan juga asisten rumah tangga lainnya yang lagi sibuk mempersiapkan makan malam untuk keluarga besar Damian.
"Sudah Ayeuna katakan, jangan panggil Ayeuna non!" panggil saja saya Ayeuna. Jika kalian memanggilku dengan panggilan non, sepertinya diantara kita ada jarak. Padahal Ayeunan ingin bersahabat dengan kalian."ucap Ayeuna kepada beberapa asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Damian.
Hal itu membuat para asisten rumah tangga itu menjadi dilema. Di satu sisi Mereka ingin akrab dengan Ayeuna. Tetapi di sisi lain mereka juga khawatir jika Damian akan marah kepada mereka yang tidak patut di dalam aturannya."
"Sudah jangan kalian pikirkan. Biarkan saja kita seperti sedia kala. Kita tetap teman sama-sama manusia juga bukan? ucap Ayeunan kepada asisten rumah tangga itu membuat asisten rumah tangga itu menggelengkan kepalanya. Jujur Baru kali ini wanita yang dekat dengan Damian yang ingin bersahabat dengan para asisten rumah tangga.
Beberapa wanita yang sempat dekat dengan Damian termasuk Sania Sanjaya. Tidak pernah merasa bersahabat dengan para asisten itu. Apalagi dengan Sania Sanjaya yang selalu menganggap para pekerja di kediaman Damian, selalu memandang mereka dengan sebelah mata. Terkadang Sania juga sesuka hati untuk memerintah asisten rumah tangga di kediaman Damian.
Di sisi lain....
Tuan Gaston Perez, dan nyonya Julia Perez berbicara serius kepada Damian.
"Bagaimana rencana pernikahanmu dengan Ayeunan, Apakah kamu sudah mempersiapkan segala sesuatunya? tanya Nyonya Julia Perez kepada Damian.
"Damian sudah memerintahkan asisten Damaian untuk mempersiapkan segala sesuatunya mom!"
__ADS_1
"Bagaimana dengan baju pernikahan kalian? Apakah kamu sudah mempersiapkannya juga?"
Damian menggelengkan kepalanya karena memang benar Damian belum mempersiapkan baju pengantin mereka.
"Apa-apaan kamu ini, mau menikah tetapi belum mempersiapkan baju pengantin. Jadi persiapan apa yang kamu maksud?"tanya Nyonya Julia kepada Damian.
"Asistenku sudah mempersiapkan EO ternama yang ada di kota ini. Untuk menangani pesta pernikahan Damian dengan Ayeuna mom." Jadi tinggal baju pengantinnya saja yang ingin kami persiapkan.
"Kalau masalah pernikahan kamu, kamu menyerahkan semua urusan kepada asisten, untuk apa kamu menikah? Biarkan saja asistenmu yang menikah." Ketus Nyonya Julia membuat Damian merasa heran akan kemarahan Nyonya Julia Perez.
"Maksud Mami apa?
"Kamu yang mau menikah, tetapi segala urusan pernikahanmu semuanya kamu serahkan kepada asistenmu. Apa yang menjadi tanggung jawab mu sebagai calon suami Ayeuna." pekik Nyonya Julia.
"Tapi kan mom!" Damian sangat sibuk selama ini. Jadi tidak masalah kan kalau asistenku yang membantuku untuk mempersiapkan.
"Apapun ceritanya besok pagi kalian adakan fitting baju di butik langganan mami. Setelah selesai melakukan fitting baju, kalian melakukan sesi foto prewedding." ujar Nyonya Julia kepada Damian. Membuat Damian langsung menepuk jidatnya karena dirinya melupakan hal penting itu.
"Ya ampun Damian sampai lupa kalau foto prewedding belum juga kami lakukan." ucap Damian mendapat tatapan tajam dari Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston Perez.
"Kalau begitu Papi tidak mau tahu kalian harus segera melakukan fitting baju besok pagi. Dan setelah selesai Fitting baju, kalian temui fotografer yang pernah menangani pesta pernikahan anak sahabat Papi. Hasil kerjanya sangat bagus. Kalian pasti tidak akan menyesal memakai jasa dia." ucap Tuan Gaston mereparasikan salah satu fotografer ternama yang ada di kota Jakarta.
Damian menganggukkan kepalanya pertanda dirinya setuju akan apa usulan dari kedua orang tuanya. Jujur Damian memang merupakan hal penting itu membuat dirinya merasa bersalah kepada Aina.
Sementara Prasetya yang lagi asyik bermain di taman bersama Tati, membuat Tati kewalahan dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Prasetya terhadapnya.
"Mbak sus, Kalau Mami dan Papi menikah apa benar Prasetya akan memiliki adik lagi?
"Pasti dong tuan muda!" asalkan Tuan muda tidak mengganggu tidur mereka saat malam hari."ucap Tati kepada Prasetya dibalas anggukan dari Prasetya.
__ADS_1
"Kalau Mami nanti sudah melahirkan, apa Mami juga akan menyayangiku seperti sekarang? Prasetya kembali bertanya membuat Tati sedikit kebingungan menjawab pertanyaan bocah kecil itu. Untungnya Ayeuna datang tepat waktu.
"Ada tidaknya adik Prasetya, mami pasti selalu sayang kepada Prasetya." ucap Ayeuna sambil mengecup wajah tampan bocah kecil itu.
"Are you serius mom?
"Really baby!"sahut Ayeuna sembari menggendong tubuh mungil Prasetya membuat Prasetya tertawa terpenggal-penggal.
Tanpa mereka sadari Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez melihat interaksi antara Ayeuna dan Prasetya. Senyum melebar terlihat jelas di wajah Tuan Gaston dan juga Nyonya Julia.
"Mas ternyata cucu kita tidak salah ya memilih ibu sambungnya!"ucap Nyonya Julia kepada tuan Gaston.
"Ya sayang!" Mas juga sangat senang melihat Tawa lepas dari cucu kita Prasetya yang selama ini tidak pernah kita lihat sama sekali." ucap Tuan Gaston kepada nyonya Julia
"Wah bahagianya bermain sama Mami." ucap Nyonya Julia menghampiri Prasetya dan Ayeuna yang sedang asyik bercanda sambil tertawa ngakak.
"Eh ada oma, sini Oma kita gabung main sama Mami."ajak Prasetya kepada Nyonya Julia
"Jangan ajak Oma dong, kan Prasetya tau sendiri kalau Oma sudah sepuh. Kamu tidak lihat kalau Oma sudah keriput?"ucap Nyonya Julia membuat Prasetya langsung tertawa ngakak.
"Belum Kok Oma, Oma masih terlihat cantik dan menawan di mata Opa."ucap Prasetya sembari tertawa menutup mulutnya. Melihat tingkah bocah kecil itu, membuat Tuan Gaston tertawa ngakak. Ia tidak habis pikir dengan pola pikir bocah kecil itu. Yang mengatakan Kalau tuan Gaston benar-benar sayang dan cinta kepada Nyonya Julia.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.
jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.
Trims
__ADS_1