Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
PERGI DARI RUMAH


__ADS_3

Damian press berlalu dari ruang tamu menuju kamarnya, kamar yang selama ini menemani dirinya. Ia tampak gelisah. Entah mengapa dirinya gelisah setelah membaca pesan whatsapp dari seorang lelaki yang mengatakan kalau dirinya sangat menyayangi Ayeuna. apalagi pesan dari Leonardo yang meminta dirinya keluar dari kediaman Damian membuat Damian sedikit emosi.


"Ada hubungan apa Leonardo dengan Ayeuna? kalau mereka pasangan kekasih Mengapa Ayeuna selalu tidak membalas pesan WhatsAppnya? atau selalu mengabaikan panggilannya? gumam Damien Perez di dalam hati.


"****..."gue kok malah mikirin wanita itu, emang siapa dia? Damian mengacak rambutnya asal.


malam itu Damian sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Entah apa yang membuat Damian gelisah.


"Aku akan menghukummu karena kamu sudah berani menentang ku. Senyum licik menyeringai di wajah tampan Damian.


Karena Damian tidak bisa memejamkan matanya, Ia pun berniat ke dapur untuk mengambilkan segelas air putih untuk menetralisir hatinya yang begitu memanas.


"Aku tidak akan mengampunimu kamu sudah membuatku seperti ini." gumam Damian Sembari meneguk air minum yang sudah diambil dari dispenser Sampai ludes tanpa sisa.


Sementara Ayeuna yang sudah tertidur pulas mengarungi alam mimpinya, ia sama sekali tidak mengetahui kalau Damian sudah masuk ke dalam kamarnya tentunya dengan menggunakan kunci serep miliknya.


"Kamu sudah membuatku seperti orang gila kamu patut mendapat hukuman."senyum licik itu kembali menghiasi wajah tampan Damian.


Ketika Damian berniat untuk mendekati Ayeuna, tiba-tiba Ayeuna terbangun dari tidurnya. sontak ayunan berteriak.


"Aaaaahk!" Apa yang kau lakukan disini? Mengapa kamu bisa masuk? bukankah aku tadi sudah mengunci kamarnya?


"Eh gadis bodoh!"Ini rumahku sudah sewajarnya Aku memiliki kunci serap di setiap pintu yang ada di rumah ini. Jadi sesuka Aku bakal masuk ke mana saja."


"Apa maumu?


"Kau harus ku hukum karena kau sudah berani menantang Ku."ucap Damian sembari terus mendekat kearah Ayeuna. Ayeuna langsung bangkit dari tempat tidur. Ia pun berniat untuk keluar kamar itu.Tetapi pintu dan kuncinya sudah dipegang oleh Damian.


"Tolong Tuan Damian yang terhormat jangan seperti, Saya tidak akan tinggal diam Kalau anda ada macam-macam kepadaku.

__ADS_1


"Silakan saja berteriak tidak akan ada yang berani menolongmu di rumah ini.


"Aku tidak suka ditentang. Menurut sama aku bila kamu tidak ingin dihukum."


Emosi yang meluap-luap membuat Damian semakin beringas untuk menghukum Ayeuna. Ia mulai langsung meraih tubuh Ayeuna ketetapannya dan mengecup bibirnya dengan kasar. Kecupan itu membuat Ayeuna meneteskan air matanya seolah dirinya sebagai wanita murahan diperlakukan kasar seperti yang dilakukan oleh Damian kepada Ayeuna.


"Tolong lepaskan aku, aku sudah tidak sanggup hidup di sini. Biarkanlah aku pergi dari sini kalau kamu tidak menghargaiku sama sekali tangis Ayeuna.


"Menurut sama aku, kalau kamu tidak ingin dihukum." ucap Damian sembari melepaskan dekapannya dari Ayeuna.


Kemudian Damian pergi begitu saja meninggalkan Ayeuna yang menangis sesunggukan di sana.


"Ya Allah apa yang harus aku lakukan, jika aku keluar dari rumah ini, Kak Leonardo pasti akan menemukanku Dan ibu akan semakin membenci ku." gumamnya di dalam hati sembari terisak membenci ku


Malam itu Ayeuna sama sekali tidak dapat memejamkan matanya kembali Ia hanya terus menangis sesunggukan. Ia merutuki dirinya sendiri yang terjebak dalam permainan Damien Perez.


Ayeuna sudah mulai mengumpulkan dan memasukkan pakaiannya ke dalam koper besar miliknya dia sudah tidak tahan dengan perlakuan Damian kepadanya.


Ayeuna sudah membulatkan tekadnya untuk pergi dari rumah Damian. Walau dirinya merasa tidak tega meninggalkan Prasetya. Tetapi karna perbuatan Damian membuat dirinya merasa yakin untuk segera meninggalkan rumah megah milik Damian.


Keesokan paginya tepatnya pukul jam 5 pagi sebelum Prasetya terbangun dari tidurnya. Ayeuna pun keluar dari kamarnya. rumah pintu tampak sepi. hanya beberapa asisten rumah tangga yang lalu-lalang membersihkan rumah Megah milik Damian.


"loh Mbak Ayeuna mau ke mana? tanya salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Damian. Netra asisten itu menelisik wajah dan mata Ayeuna yang sangat lembab itu berarti ayunan satu malaman menangis.


"Mbak habis menangis ya? Ayeuna hanya menggelengkan kepalanya lalu ia kembali berjalan menuju pintu utama.


"Maaf Mbak, Mbak mau kemana pagi-pagi seperti ini?


"Saya ingin pergi dari rumah ini. Titip salam sama Prasetya. Aku pasti akan merindukannya tolong katakan kepadanya aku menunggunya di sekolah."ucap Ayeuna sembari berjalan keluar dari rumah milik Damian.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan air mata Ayeuna terus membasahi wajah cantiknya. Ia meraih ponselnya yang ada di tas selempang nya sembari menarik koper dengan menggunakan satu tangan Nya. setelah memesan taksi online yang entah ke mana tujuannya. Dia pun berjalan meninggalkan rumah Megah Damian.


Taksi online pun tiba, Ayeuna langsung menaiki taksi itu.


Hening.....


Ia sama sekali tidak mengeluarkan suara setelah mengatakan tempat tujuannya.


"Lebih baik aku aku pergi ke kosan Riana dulu deh mungkin di sana ada kamar kosong yang harganya tidak terlalu mahal. Gumam Ayeuna dalam hati. Ayeuna pun memutuskan untuk pergi ke kos Riana beristirahat sejenak. sebelumnya Ayeuna sudah mengirimkan pesan kepada Riana dan Riana pun menyetujuinya.


Setelah tiba di kosan Riana, Ia langsung memeluk Riana sembari menangis sesunggukan membuat sahabatnya itu bertanya-tanya dalam hati.


"Kamu kenapa Yun?


"Cerita sama aku, Siapa tahu aku bisa membantumu!


"Biarkan Aku menginap dulu di sini bolehkan? sampai aku gajian nanti."


"Tentu saja boleh kamu itu sahabatku. sahabat baikku, hanya kamu yang selama ini mengerti tentang ku Mengapa aku tidak mau membantumu? sudah kamu jangan menangis lebih baik kamu istirahat sepertinya kamu sudah lelah." ucap Riana sambil menarik koper milik Ayeuna masuk ke dalam kamar kosnya.


Setelah memastikan ayeuna istirahat di kamar kosnya Riana menemui Ibu kosnya untuk memberitahu kalau Ayeuna akan tinggal bersamanya untuk sementara waktu. Dan pemilik kost menyetujuinya tetapi dengan catatan uang kos Riana akan ditambah sebesar lima puluh ribu untuk biaya air dan listrik. Riana langsung menyepakati apa yang dikatakan oleh pemilik kos. Dengan senyum manis Riana kembali menemui ayeuna yang berada di dalam kamarnya.


Kamu tenang saja, aku sudah mengatakan kepada ibu kos kalau kamu akan tinggal di sini untuk sementara waktu. Dan ibu kos setuju tetapi kita harus nambah lima puluh ribu untuk biaya air dan listrik." ucap Riana kepada Ayeuna.


"Tidak apa-apa Rin!" Terima kasih banyak kamu sudah membantuku kali ini.ucapnya sembari memeluk sahabatnya itu.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


jangan lupa, Like, coment dan votenya ya


__ADS_2