Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 44 PRIA ASING


__ADS_3

Jam Tiga dini hari, Ayeuna sudah bersiap berangkat ke bandara. Ia takut bos besarnya itu telat bangun Membuat Ayeuna langsung menghubungi sang bos.


Kring


Kring


Kring


Beberapa kali Ayeuna menghubungi nomor ponsel Mario Perez, Tetapi tak kunjung diangkat juga. Membuat Ayuna khawatir jika mereka akan ketinggalan pesawat.


"Dimana sih Bos sialan ini!" Sepertinya dia keasikan bercinta sehingga dia lupa akan waktunya."Umpat Ayeuna dalam hati sembari berjalan keluar dari kamar kostnya. Tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya.Pria yang ia tidak kenal sama sekali.


"Hei mau ke mana kau!" suara sangar itu terdengar jelas di telinga Ayeuna.


"Saya ingin pergi ke bandara mas!"


"Apa kau tahu ini jam berapa? kau tidak takut ya kalau kau dirampok di jalan? kau tahu daerah Medan ini sangat rawan, jadi kau harus lebih berhati-hati." ucap salah satu lelaki yang duduk di warung dekat tempat kost Ayeuna. Suara laki-laki khas Batak itu terdengar jelas mengingatkan Ayeuna agar lebih berhati-hati di kota Medan.


"Maaf saya hanya menunggu kedatangan Bos saya menjemput." sahut Ayeuna


"Apa kau yakin bos kamu menjemputmu?


Ayeuna menganggukkan kepalanya. Kalau begitu lebih baik kamu menunggu di warung situ saja. Daripada kamu menunggu di sini. Nanti ada orang jahat mengganggumu."ujar pria berdarah Batak itu kepada Ayeuna.


"Sudah tidak apa-apa Mas biar saya menunggu di sini saja."sahut Ayeuna karna Ayeuna enggan duduk di warung itu mengingat hanya ada pria disana. Kemudian pria itu berlalu menuju ke warung itu. Warung yang biasa tongkrongan anak muda. Tetapi terlihat warung itu sudah sangat sepi hanya ada satu dua orang yang menikmati kopi hangat yang disediakan di sana.

__ADS_1


Tiba-tiba ada beberapa motor menghampiri Ayeuna, dan ternyata geng motor itu berniat jahat kepada Ayeuna. Ketika Ayeuna berteriak minta tolong, pria berdarah Batak itu datang menghampiri Ayeuna membuat seluruh anggota geng motor itu langsung kocar-kacir pergi meninggalkan Ayeuna begitu saja. Ketika melihat lelaki itu berniat menolong Ayeuna.


"Kau tak tidak apa-apa? tanya pria itu dengan suara khas Batalnya.


"Terima kasih Mas kau telah menolongku."ucap Ayeuna dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada pria berdarah Batak itu.


"Lain kali kau harus hati-hati ini di kota kota Medan."ujar pria berdarah Batak itu kepada Ayeuna sembari tetap berjaga di sana sampai Mario menjemput Ayeuna


"Perkenalkan saya Maruli Simbolon, panggil saja saya bang Simbolon. Saya sering nongkrong di sini. Apa kau tinggal di kos yang di sebelah sana? tanya Maruli kepada Ayeuna.


"Iya Mas!"


"Jangan kau panggil aku dengan panggilan Mas. Saya bukan orang Jawa. Tetapi saya orang Batak. Lebih Baik kau panggil aku dengan sebutan ito atau Abang."ujar Maruli kepada Ayeuna.


"Saya Ayeuna bang!" sahut Ayeuna sambil memberi salam kepada bang Maruli


"Ayo naik!"ucap Mario dengan nada wibawanya.


"Terima kasih bang Maruli, Ayeuna mau berangkat."Semoga kita bisa dapat bertemu kembali bang."ucap Ayeuna sambil mengembangkan senyumnya kepada Maruli Simbolon.


"Iya kau pergilah, kau harus hati-hati. Jika kau diganggu seseorang di kota Medan. Kau sebut saja namaku bilang kalau aku itu sepupumu. maka kau tidak akan diganggu orang lagi di kota Medan."ujar Maruli Simbolon kepada Ayeuna.


Terima kasih bang Simbolon atas bantuanmu kepadaku. Kalau tidak Abang Entah sudah bagaimana nasibku. Ayeuna berangkat dulu ya bang."pamit Ayeuna sambil melambaikan tangannya ketika dirinya sudah duduk di bangku penumpang tepatnya di mobil milik Mario.


"Siapa dia?

__ADS_1


"Kelihatannya kau sudah akrab sekali dengan lelaki itu?


"Dia yang menolongku tadi ketika geng motor ingin merampokku. Karena menunggu bos yang terlalu lama di sini."ucap Ayeuna dengan ketus sambil menatap tajam Mario.


Mario merasa bersalah karena dirinya membiarkan Ayeuna menunggunya sampai Sampai satu jam.


"Maafkan saya telah membuatmu menunggu.


"Sudahlah lebih baik di lupakan saja, mendingan kita bicarakan yang lain saja." ucap Ayeuna sambil melihat jam yang ada di layar ponselnya.


Hening


Tidak ada pembicaraan diantara mereka. Ayeuna memilih untuk melanjutkan tidurnya, yang sudah terganggu karena harus bangun jam dua dini hari, hanya untuk mengejar waktu keberangkatan mereka ke Jakarta.


Ayeuna memilih beristirahat sejenak sebelum aktifitas di Jakarta menguras tenaganya kelak.


"Sepertinya dia masih ngantuk, kasihan dia harus cepat bangun hanya untuk mengejar waktu." gumam Mario Perez dalam hati sambil menatap Ayeuna dengan seksama.


"Sebenarnya ada hubungan apa kau dengan kakakku? Mengapa kau begitu penting baginya sehingga Papi dan Mami ku juga memintaku untuk mencari tahu tentang mu. Ini bagai misteri bagiku. Yang ternyata kau menjadi asisten pribadi ku. Apa kau kekasih Damian?


bukannya Kak Damian sudah memiliki tunangan? pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Mario. siapa sosok Ayeuna di kehidupan Damian dan juga Prasetya Perez.


Aku akan membawamu Bertemu kembali bersama Kak Damian dan Prasetya. Entah kau senang atau tidak kalian bertemu, yang pasti aku ingin keponakanku sembuh. Wanita sepertimu cukup misterius. Tidak ada yang mengetahui isi hatimu karena kau sangat tertutup." gumam Mario dalam hati. Karena Ayeuna selama ini tidak pernah bercerita tentang kehidupannya kepada Mario. Padahal Mario sudah sering curhat mengenai hubungannya dengan beberapa wanita.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


__ADS_2