
"Papi......., Panggil Prasetya setelah sudah berada di kamar Damian dan Ayeuna saat ini.
Prasetya menggoyang-goyang tubuh Damian dan juga Ayeuna ketika dirinya menginginkan sesuatu. Padahal saat itu Damian masih tidak menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya. Sehingga Damian enggan bangkit dari pembaringannya karena melihat sosok putranya di sana.
"Anak Papi yang tampan..... Kamu duluan deh sebentar lagi mami dan Papi, akan menyusul. Mami dan Papi pasti akan memberikan apa yang kamu inginkan." ucap Damian agar Prasetya segera meninggalkan mereka dikamar. Karena dirinya tidak ingin putranya melihat Damian dan Ayeuna tidak menggunakan sehelai benang pun ditubuh mereka.
Prasetya pun akhirnya berlalu dari kamar Damian. Dan Damian pun langsung bangkit berdiri sementara Ayeuna, masih berbaring ia seolah malas bangkit dari pembaringannya. Damian mengerti akan hal yang dialami Ayeuna. Sehingga dirinya memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Dan menggunakan pakaiannya dengan mengambilnya sendiri dari web and closet yang ada di sana.
Setelah menggunakan pakaian santai, Damian kembali menghampiri Ayeuna. Damian berniat untuk membantu Ayeuna mandi.
"Sayang kamu mandi dulu ya!" ayo mas bantu." ujar Damian sembari membantu Ayeuna bangkit dari pembaringannya.
Damian langsung menggendong tubuh Ayeuna masuk ke dalam kamar mandi. Ia membantu Ayeuna membersihkan diri. padahal sebenarnya Ayeuna masih mampu untuk membersihkan dirinya sendiri. Tetapi rasa khawatir yang dirasakan Damian membuat Damian tidak ingin membiarkan istrinya sendirian di kamar mandi.
Setelah Ayeuna selesai membersihkan diri, dengan telaten Damian langsung mengambil pakaian ayeuna. Dan membantu Ayeuna memakaikan pakaiannya. Hal itu membuat Ayeuna, semakin sayang dan cinta kepada suaminya. Karena perhatian yang diberikan damian terhadapnya.
"Sudah dong Mas..... Ayeuna masih bisa sendiri kok. Mas buat Ayeuna seperti orang wanita yang lemah saja." ucap Ayeuna sembari mengambil baju yang dipegang oleh Damian.
"Sudah tidak apa-apa sayang!" Biar mas bantu, sepertinya Putra kita sudah mencari kita sedari tadi. Kamu juga dengar bukan? kalau Putra kita sudah merengek menunggu kita di bawah." ujar ucap Damian sambil mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
****
Di tempat lain Clarissa yang merasa gagal mendapatkan proyek yang diselenggarakan oleh perusahaan ternama di Sumatera Utara. Clarissa sangat emosi dan menghempaskan barang-barang yang ada di kamarnya.
Padahal Clarissa sudah jauh-jauh datang dari kota Jakarta menuju kota Medan untuk merencanakan menghancurkan perusahaan Graha kencana yang dipimpin oleh Mario Perez.
Clarissa bertekad ingin benar-benar menghancurkan Mario dan mencoreng nama baik Mario. Clarissa tidak menerima kekalahannya. Padahal Ia sudah rela mengeluarkan kocek yang cukup besar, untuk membayar seseorang yang ia percayai, mencuri berkas milik perusahaan Graha kencana yang dipimpin oleh Mario Perez.
Mario Perez juga sudah sempat khawatir, kalau proyek itu tidak akan jatuh ke tangan perusahaan yang ia pimpin. Setelah mendengar anak buah Clarissa mempresentasikan ide dari perusahaan Graha kencana. Mario Perez sempat gelisah dan menatap Aurelin dengan tatapan penuh tanya dan kwatir. Ia mengira kalau Aurel meniru ide lawan bisnis mereka.
Setelah berada di kantor Graha kencana, Mario Perez meminta kepada Aurelin mencari tahu siapa dalang di balik semua itu. Tidak ada yang terlihat mencurigakan di antara mereka. Padahal hanya Aurelin, Carlos dan Mario yang mengetahui berkas penawaran tender itu.
"Pasti di kantor ini ada seorang penghianat. Mengapa mereka Mengetahui ide kita? Dan ide itu benar-benar detail mereka ketahui."ucap Mario Perez kepada Aurelin dan juga Carlos. Saat itu juga,Mario Perez meminta kepada setiap divisi mengadakan rapat penting sore itu.
Mario menghubungi Tuan Gaston dan memberitahu insiden yang mereka alami siang itu. Ketika Mario memberitahu kepada tuan Gaston Perez, mengenai ada seseorang yang mencoba berkhianat ke perusahaan yang dipimpin Mario. Tuan Gaston Perez sangat emosi dan marah besar. Saat itu juga tuan Gaston Perez datang ke kantor Graha kencana untuk memimpin rapat sore itu.
Terlihat ruang rapat sudah dihadiri dari berbagai divisi. Aurelin, Mario dan Carlos pun masuk ke ruang meeting. Terlihat Carlos sudah mulai gelisah karena melihat kehadiran sosok Tuan Gaston di sana. Orang yang paling Ia takuti di kantor Graha kencana.
Selama ini, Carlos tidak ada rasa takut sedikitpun kepada Mario. Tetapi kalau sudah ada Tuan Gaston Perez, Membuat dirinya tidak dapat berkutik sedikitpun. Ia tahu persis Tuan Gaston Perez dapat melakukan apa saja jika seseorang berkhianat ke perusahaan miliknya.
__ADS_1
Carlos sudah tidak mampu menatap Mario dan juga tuan Gaston perez. Hal itu membuat Aurelin merasa curiga kepada Carlos kalau Carlos lah yang membocorkan ide itu kepada pesaing bisnis Graha kencana.
Tuan Gaston Perez memimpin rapat sore itu, dan meminta setiap divisi dan orang-orang yang ada di ruang meeting itu untuk menjawab dengan jujur. Siapa yang sudah memberikan ide itu kepada pesaing bisnis Graha kencana.
Tetapi tak seorang pun yang berani berbicara. mereka hanya tertunduk dan tidak mampu menatap Tuan Gaston Perez. Apalagi dengan Carlos. Ia terus menunduk agar Tuan Gaston Perez tidak melihat mimik wajahnya. Tetapi Tuan Gaston Perez yang notabennya pengusaha kaya raya. yang mampu membaca pikiran orang lain, Ia pun langsung menghampiri Carlos.
"Mengapa kamu tega menghianati perusahaan ini?
Apa gaji yang diberikan perusahaan ini kepadamu tidak mencukupi kebutuhan hidupmu? dan apakah perusahaan ini tidak memberikan fasilitas kepadamu? sehingga kamu mampu menghianati perusahaan ini? perusahan ini tempat kamu mencari nafkah, selama ini mengapa kamu tega berkhianat?" tuduh Tuan Gaston Perez telak langsung kepada Carlos.
Membuat Carlos sendiri bingung, dari mana Tuan Gaston Perez mengetahui kalau dirinya lah seorang penghianat di perusahaan Graha kencana.
"Saya nggak mengerti maksud Tuan, menghianati Bagaimana menurut anda Tuan? tapis Carlos karena dirinya tidak mau dikatakan seorang penghianat di perusahaan Graha kencana. Padahal memang benar adanya. Kalau dirinya lah, yang membocorkan ide milik perusahaan Graha kencana dan mendapatkan bayaran yang cukup besar dari Clarissa.
Tuan Gaston Perez langsung bertepuk tangan. lebih tepatnya tepuk tangan seorang yang merasa dirinya mengetahui pastinya siapa penghianat di kantor itu.
"Jangan kamu pikir saya bodoh. Saya tidak akan mampu memiliki perusahaan besar dan saya seorang pengusaha sukses yang terkaya di negara ini, kalau saya orang bodoh seperti kamu. Jadi jangan coba-coba menghianati keluarga Perez Kalau kamu masih ingin hidup dengan tenang.
"Katakan berapa mereka membayar Mu? tanya Tuan Gaston Perez membuat Carlos tidak dapat berkutik lagi. Sementara Mario Perez yang sudah sangat emosi melihat Carlos, bahwa dirinyalah penghianat selama ini, membuat emosi Mario semakin memuncak. Ia langsung melayangkan sebuah tamparan di wajah tampan Carlos. Ia tidak peduli dengan para karyawan karyawati yang hadir di ruang meeting dari berbagai divisi perusahan Graha kencana .
__ADS_1
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓🙏💙