
Biarkan mereka memberikan pelajaran kepada kedua anak buah Henderson sampai mereka buka mulut dan bersedia membantu kita. Untuk meringkus kelompok Hendarson. dan berikan jaminan kehidupan kepada kedua orang itu. Asal mereka bersedia membantu kita.
Tetapi jika mereka tidak bersedia, pastikan mereka tidak akan selamat. Aku tidak akan memberikan ampun kepada setiap orang yang ingin menghancurkan kehidupan keluargaku. Sekalipun aku harus menghabisi nyawa seseorang. Daripada nyawa keluargaku yang dihabisi, Lebih baik aku yang menghabisinya terlebih dahulu." ucap Tuan Gaston perez dengan penuh emosi.
Apalagi setelah melihat kondisi Jonathan anak angkat yang sudah ia anggap seperti putranya sendiri, berbaring lemah di atas branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit.
Cucunya dan putranya Damian yang belum sembuh total, akibat ulah Nuraini yang merupakan salah satu kelompok Hendarson, membuat dirinya semakin emosi ketika Putra angkatnya ikut menjadi korban. Aku tidak akan membiarkan mereka hidup tenang. Jika mereka masih berkeliaran bebas di sini." pekik Tuan Gaston perez.
Ia merasa tidak tega melihat kondisi Cucunya Prasetya trauma akibat kebrutalan Nuraini. Sehingga sampai saat ini Prasetya harus berkonsultasi kepada dokter psikiater. Akibat trauma yang di alami Prasetiya.
Di tempat lain, Damian Perez sepertinya gelisah. Ia kepikiran kepada Jonathan. Damian berniat mencari keberadaan Tuan Gaston. Tetapi ketika Damian mencari keberadaan Tuan Gaston sama sekali tidak menemukannya di sana.
Damian menghampiri Nyonya Julia Perez. Ia pun bertanya kepada Nyonya Julia Perez keberadaan Tuan Gaston Perez saat ini.
" Mom papi dimana?
"Papi kamu keluar 2 jam yang lalu. Ada seseorang yang menghubunginya. Tetapi Mami tidak tahu ke mana dia pergi.
" Tapi ini sudah pukul 11.00 malam, kemana Papi pergi saat malam-malam seperti ini?
Nyonya Julia Perez menggantikan bahunya. pertanda Ia juga tidak mengetahui Dimana keberadaan Tuan Gaston Perez saat ini.
Karena sebelumnya Tuan Gaston hanya berpamitan kepada Nyonya Julia Perez. Kalau dirinya saat ini ingin pergi ke suatu tempat. Karena ingin bertemu dengan beberapa anak buahnya. Tuan Gaston Perez tidak memberitahu apa yang terjadi kepada Jonathan. Karena itu dapat membuat Julia Perez akan merasa kwatir begitu juga Damian dan Ayeuna.
"Tapi kemana malam malam begini, bertemu dengan rekannya?" Damian penasaran dengan kepergian Tuan Gaston Perez malam itu. Sehingga Damian langsung menghubungi nomor ponsel milik Tuan Gaston perez.
Tut....
Tut....
__ADS_1
Tut....
Suara ponsel milik Damian.
"Ya ada apa nak! sahut Tuan Gaston perez dari ujung telepon.
"Papi dimana kok sudah malam keluar?
"Api ada di rumah sakit, tapi tolong jangan kamu beritahu kepada Mami kamu.
"Memangnya siapa yang sakit Pi?
"Jonathan tertembak anak buah Nuraini yang merupakan kelompok dari Hendarson. Tapi sekarang kondisinya sudah semakin membaik karena ia hanya terkena juga bagian lengannya. Tapi kamu harus janji jangan beritahu kepada Mami dan juga ayuna karena mereka pasti khawatir.
Damian setuju kalau dirinya tidak akan memberitahu kepada Nyonya Julia Perez dan Ayeuna, atas apa yang menimpa Jonathan. Karena saat ini saja tidak mengetahui kabar buruk itu.
"Kamu tenang saja tapi baik-baik saja di sini bersama beberapa anak buah Papi. dan anak buah Papi sudah berhasil meringkus dua orang anak buah Hendarson.
"Damian akan ke sana sekarang!"
"Tidak!" lebih baik kamu di rumah. karena ini sudah menjadi urusan Papi. kamu tenang saja sebentar lagi kerajaan handarson akan hancur lebur di tangan Papi.
Kamu tahu kan," kalau Papi sudah marah? Papi tidak akan tinggal dia melihat orang-orang yang berniat menghancurkan keluarga Papi. "ucap Tuan Gaston Perez kepada Damian meyakinkan Damian kalau dirinya baik-baik saja saat ini. Bahkan ia meyakinkan damaian kalau dirinya akan berhasil melumpuhkan kelompok Henderson dan juga Nuraini.
"Damian percaya dengan kemampuan Papi."ucap Damian kepada tuan Gaston Perez. lalu mematikan sambungan telepon selulernya ,setelah selesai berbicara dengan Tuan Gaston Perez. Karena ia kwatir nyonya Julia Perez curiga dan mengetahui apa yang mereka Bicarakan.
Damian kembali menghampiri Nyonya Julia Perez dan memberitahu kepada Nyonya Julia Perez kalau saat ini, Tuan Gaston Perez tidak bisa pulang ke rumah. Karena ada sesuatu hal yang akan mereka kerjakan malam ini. Tetapi Damian juga memberitahu kalau Tuan Perez baik-baik saja.
Nyonya Julia Perez menganggukkan kepalanya. Tetapi entah mengapa Nyonya jumlah Perez sedikit gelisah dan tidak dapat menajamkan matanya. Walaupun Damian sudah memberitahu kalau kondisi Tuan Gaston Perez baik-baik saja. Entah mengapa pikiran Nyonya Julia Perez tertuju kepada Jonathan.
__ADS_1
Ada apa dengan Putraku Jonathan? Mengapa aku mengkhawatirkannya malam ini?" gumam Nyonya Julia Perez dalam hati. Nyonya Julia Perez berusaha untuk memejamkan matanya. Tetapi sudah beberapa jam kemudian, setelah berbicara dengan Damian Perez. Tetapi Nyonya Julia Perez tak kunjung dapat memejamkan matanya.
Di tempat lain, terlihat baby Neptunus sangat rewel. Sehingga Saida sedikit kewalahan untuk membujuk Baby Neptunus agar dapat tenang dan istirahat. Tetapi sudah tengah malam baby Neptunus terus menangis histeris. Seolah dirinya tidak nyaman tidur.
"Aduh kamu Kenapa sih Sayang? kok rewel banget. Tubuh kamu bukannya demam tapi kamu kok bisa seperti ini. Ada apa Sayang? ucap Saida berinteraksi dengan putranya yang sedari tadi menangis histeris.
Saida meraih ponselnya berniat untuk menghubungi nomor ponsel milik Jonathan. Tetapi ia urungkan niatnya. Karena baby Prasetya terus semakin menangis histeris.
"Ya Alloh ada apa ini? mengapa Putraku menangis seperti ini? apa tubuhnya terasa sakit? Saida kembali membaringkan tubuh putranya lalu mengolesinya dengan minyak telon yang sudah ia sediakan di atas naskas.
Kalau putranya benar-benar sakit. Tapi ternyata setelah ia periksa dengan menggunakan termometer yang ada di kotak P3K, ternyata kondisi kesehatan baby Neptunus baik-baik saja. Suhu tubuhnya juga normal.
Saida kembali meraih ponselnya, lalu mencari nomor ponsel Milik ibu Amelia di sana. setelah menemukan nomor ponsel ibu Amelia, ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung dengan ibu Amelia. Setelah sambungan telepon seluler itu tersambung, Saida pun memberitahu kepada Ibu Amelia kalau saat ini putranya Bi Neptunus sedang rewel dan menangis historis.
Entah apa yang membuat putranya seperti itu. Ia juga memberitahu kalau Saida sudah mengerti kondisi kesehatannya. Tetapi dia baik-baik saja. Membuat Ibu Amelia juga sedikit bingung dengan apa yang terjadi kepada cucunya.
Padahal hari sudah malam. Ibu Amelia dan Pak walson pun langsung beranjak dari tempat duduknya untuk menyusul Saida ke rumah yang selama ini ditempati Saida dengan Jonathan setelah mereka melangsungkan pernikahan.
Setelah mematikan sambungan telepon selulernya. Ibu Amelia dan Pak walson pun langsung bergegas menuju rumah rumah Saida. Mereka sangat mengkhawatirkan kondisi baby Neptunus
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA
DAN JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "PERAWAN 500 JUTA"
__ADS_1