Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 39. DI KOTA MEDAN


__ADS_3

Ketika Ayeuna sudah berada di dalam pesawat, Ayeuna mengingat sosok bocah yang selama ini mencuri perhatiannya."Maafkan Miss sayang, Miss harus meninggalkan kamu. Kamu menjadi korban dari mereka semuanya yang tidak mengharapkan ku berada di ibukota. percayalah Miss sangat menyayangimu."gumam Ayeuna dalam hati sembari memejamkan matanya ketika pesawat sudah take off dari Bandara Soekarno Hatta menuju bandara Kualanamu yang ada di Deli Serdang Sumatera Utara.


Setelah melakukan perjalanan melalui jalur udara kurang lebih Dua jam, pesawat yang ditumpangi oleh Ayeuna tiba di bandara Kualanamu. Setelah check-out, Ayeuna memilih menggunakan taksi online menuju perusahaan yang menerima Ayeuna bekerja. Karena ingin mengetahui lokasi tempat kantor itu berada.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam, dari bandara Kualanamu menuju kantor yang menjulang tinggi di ibu kota Medan Ia pun tiba di perusahaan tempat dirinya akan bekerja.


"Neng sepertinya ini perusahaan yang dituju, sesuai dengan alamat yang Neng pesan tadi."ucap driver taksi online kepada Ayeuna. Ayeuna menatap gedung itu dari taxi.


"Pak....Pak!"Apa kau mengetahui ada tempat kost di sekitar sini?


"Ada Neng, tapi tempat kost yang bagaimana?


"Maksudnya?


"Maksudnya fasilitas yang Mbak inginkan, di sini bervariasi harga tempat kos. Ada golongan menengah kebawah. Dan ada juga golongan menengah ke atas. Jika Neng mau bisa saya antarkan kebetulan Bibi saya memiliki kos-kosan di daerah sini.


"Benarkah Pak?


"Benar Neng!" tetapi tempat kost milik Bibi saya tidak terlalu mewah dan besar. Tapi untuk tinggal satu orang sepertinya sudah luas deh.


"Kalau boleh tahu Berapa harga per kamar bulan Pak?


"Setahu saya kamar kos tempat Bibi saya ya harganya Enam ratus ribu rupiah perbulan. jika Neng mau bisa saya antar. Sepertinya tempat itu cocok untuk Neng karena jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor ini.


"Kalau begitu tolong antarkan saya ke sana Pak!"


"Baik Neng!" sahut Drive taksi online itu dengan ramah sembari melajukan taksinya menuju tempat ibu nurhaidah.


Setelah melakukan perjalanan sekitar hanya 5 menit, taksi online itu berhenti di sebuah kosan yang berlantai dua itu. Driver taksi online itu meminta Ayeuna untuk melihat situasi kamar kost yang ada di tempat ibu Nurhaidah.


"Sudah, saya tidak perlu melihatnya, Sepertinya saya cocok tinggal di sini. Bolehkah anda mempertemukan saya dengan pemilik kos?tanya Ayeuna

__ADS_1


Tiba-tiba tanpa dipanggil ibu Nurhaidah pun keluar dari rumah utamanya.


"Eh ada nak Nova,


Nova membuka topi yang ia gunakan selama menyetir taksi online nya. Alangkah terkejutnya Ayeuna melihat driver taksi online itu yang dipanggilnya Pak, ternyata seorang wanita cantik yang dapat merubah suaranya seperti lelaki.


"Kamu?


"Iya Mbak saya wanita bukan bapak-bapak!"sahut Nova dengan senyum nyengir kuda.


"Tapi kamu kenapa merubah penampilan Mu saat menyetir?


"Tidak apa-apa Mbak!" Saya hanya tidak ingin penumpang saya menganggap saya sepele jika penumpang itu laki-laki. Soalnya Mbak tahu sendiri kan? kalau zaman sekarang terkadang niat jahat seseorang itu datang seketika ketika menurutnya Ada kesempatan."ucap Nova sambil mengembangkan senyumnya.


"Oh Iya perkenalkan saya Ayeuna! sapa Ayeuna sembari memberi salam kepada Bu Nurhaidah dan juga Nova.


"Saya Nurhaidah pemilik kos ini. Apa ada yang bisa saya bantu?


"Alhamdulillah masih ada Neng Jika kamu mau bisa kita lihat sekarang." ujar Nurhaidah sembari tersenyum kearah Ayeuna.


Ayeuna menyeret koper besar miliknya. berjalan menelusuri teras tempat kos yang berlantai dua itu. Setelah mengambil kunci dan membuka pintu kamar kos yang akan di sewa oleh Ayeuna, Ayeuna menelisik seisi kamar kos itu dan menurutnya itu sangat cocok untuk ia tempati.


"Saya memilih kamar yang ini saja Bu, Kalau boleh tahu berapa sewa kamarnya satu bulan?


"Biasa Neng, seperti kamar-kamar lainnya harganya hanya enam ratus ribu per bulan. Ucap Ibu Nurhaidah sembari menatap Ayeuna dengan tatapan penuh tanya.


"Aku setuju Bu!" mulai hari ini saya tinggal di sini." ucap Ayeuna sembari memberikan uang pecahan seratus ribu sebanyak 6 lembar. kemudian Ibu nurhaidah meminta kepada Ayeuna memberikan fotocopy KTP miliknya. untuk pertanggungjawaban kepada ada kepala lingkungan.


Agar mendaftarkan ayeuna penduduk baru di tempat kosnya. lalu ayeuna memberikan fotocopy KTP miliknya. Ibu nurhaidah berlalu dari hadapan Ayeuna sementara Nova masih setia menemani ayeuna.


"Apa menurutmu kau akan betah tinggal disini?

__ADS_1


"Maaf aku belum mengetahuinya, tapi aku mencoba untuk betah tinggal di kota yang belum pernah aku jalani.


"Spa?


"Kau belum pernah datang ke Medan?


Ayeuna menganggukan kepalanya pertanda tebakan Nova benar adanya.


"Kau boleh meminta bantuan ku Jika kau menginginkan aku membawamu sekedar berjalan-jalan di kota Medan. Tetapi sepertinya hari ini kau cukup lelah Lebih baik kau istirahat Aku akan kembali mengais rezeki mencari nafkah menjadi seorang driver taksi online ujar Nova sambil terkekeh.


"Entah mengapa perasaan Ayeuna begitu langsung dekat dengan Nova. Walaupun wanita itu baru dikenal dalam hitungan jam.


Keesokan harinya setelah Ayuna terbangun dari tidurnya, ia pun bergegas berangkat ke kantor tempat baru baginya untuk mengais rezeki. Setelah memastikan penampilan Ayeuna yang terpantul di depan cermin.


Ayeuna yang merasa dirinya sudah siap menghadapi pekerjaan yang menanti dirinya di sebuah kantor ternama di kota Medan. Dengan percaya diri, Ayeuna berjalan menelusuri trotoar menuju kantor tempat dirinya bekerja.


Setelah tiba di lobby kantor, Ayeuna pun menyapa resepsionis yang ada di sana.


"Permisi Mbak!" saya Ayeuna Saya ingin bertemu dengan bagian personalia Apakah bagian personalia ada di ruangannya? tanya Ayeuna dengan ramah.


Gadis berparas cantik itu dengan rambut terurai menyambut Ayeuna dengan senyuman.


"Oh jadi mbak yang namanya Mbak ayeuna? pegawai baru di perusahaan ini? tanya resepsionis itu dengan ramah.


"Iya Mbak, saya Ayeuna mendapatkan balasan email dari personalia Ketika saya mengirimkan surat lamaran ke perusahaan ini beberapa hari yang lalu.


"Silahkan anda langsung ke ruangannya Sepertinya dia sudah menunggu kedatangan kamu."sahut sang resepsionis dengan Ramah sembari menunjukkan arah ruangan personalia.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2