
Siang itu Ayeuna ingin sekali memakan sesuatu. Ketika dirinya menonton di layar televisi iklan beberapa jenis macam makanan. Hingga silvanya mengalir begitu saja ketika melihat makanan yang ada di layar televisi. Sehingga Ayeuna memilih untuk menghubungi suaminya.
Berharap agar suaminya dapat membeli makanan yang ia inginkan.
Setelah sambungan telepon selulernya tersambung kepada Damian Perez, Ayeuna pun memohon kepada suaminya untuk membelikan makanan yang ia inginkan.
Dengan secepat mungkin Damian pun menyanggupi permintaan istrinya meminta kepada Damian agar tidak memerintahkan asistennya yang membeli pesanannya. Ayeuna ingin suaminya sendiri yang membeli makanan itu. Dengan tangannya sendiri tanpa harus meminta bantuan orang lain.
Entah mengapa Ayeuna ingin sekali merepotkan suaminya itu. Padahal dia tahu kalau suaminya pasti akan sibuk di kantor tetapi di sela-sela kesibukan Damian Perez. Damian menyanggupi permintaan istrinya.Ia tidak ingin membuat istrinya kecewa kepadanya. Sehingga dengan langkah cepat Damian meninggalkan ruang kerjanya menuju tempat penjual makanan yang diberitahu Ayeuna sebelumnya.
Sebelum Damian Perez melangkahkan kaki masuk ke dalam mobil miliknya, Prasetya dan Tati tiba di kantor. Prasetya langsung berteriak memanggil Damian perez agar Damian tidak meninggalkannya begitu saja. Melihat Prasetya menghampirinya, Ia pun langsung menghentikan langkahnya.
"Putra Papi ngapain datang ke kantor? tanya Damian Perez kepada Prasetya. Prasetya mengembangkan senyum. "Prasetya Rindu melihat kantor ini Pi, dulunya Prasetya sering bermain di sini. Mengganggu papi." ucap Prasetya sambil tersenyum jahil.
Papi mau ke mana Kok sepertinya buru-buru? tanya Prasetya kepada dengan Perez. sebelum menjawab pertanyaan Prasetya, Tati datang menghampiri kedua lelaki berbeda generasi itu. "Maaf tuan sudah membawa Prasetya kemari, tapi Prasetya merengek ngotot untuk dihantarkan ke kantor ini." ucap Tati sambil tertunduk.
Tidak apa-apa, lebih baik kalian ikut saya saja naik ke mobil. Biarkan sopir membawa mobil itu pulang sendiri ke rumah. Memangnya Papi mau ke mana? tanya Prasetya penasaran. lalu Damian pun memberitahu maksud dan tujuannya keluar dari kantor siang itu.
Karena ingin membeli makanan pesanan Ayeuna membuat Prasetya tersenyum sumringah. Ia pun antusias ingin segera membeli makanan pesanan maminya. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Damian pun menghentikan mobilnya di lokasi penjual makanan yang meminta oleh Ayeuna.
Setelah beberapa kali bertanya kepada orang yang lewat di perjalanan, akhirnya Damian menemukan tempat penjualan makanan sate padang pesanan Ayeuna.
__ADS_1
"Yes....akhirnya ketemu juga." ucap Damian sambil keluar dari mobil miliknya. Dan berjalan menuju penjual sate yang terlihat ramai dan ngantri.
Ketika Damian berada di tempat penjual sate pinggir jalan, ponsel Damian kembali berdering. Ia melihat yang menghubungi dirinya adalah Ayeuna. Dengan secepat mungkin Damian langsung mengangkat telepon selulernya agar Ayeuna tidak terlalu lama menunggu.
"Iya sayang ada apa? apa ada yang kurang pesanannya?"tanya Damian
" Iya Mas cepat dong kok lama banget?" tanya Ayeuna kepada suaminya.
" Maaf sayang agak lama soalnya ngantri belinya." ucap Damian. karena memang benar harus terlebih dahulu mengantri untuk membeli sate permintaan Ayeuna Mendengar mami Ayeuna menghubungi papinya, Prasetya pun langsung berkata kepada tukang sate itu agar mempercepat pesanan mereka.
" Wak .....Tolong agak cepat dong pesanan papi aku, nanti dedek bayi yang ada di perut mamiku ngambek." ucap Prasetya dengan nada suara khas anak kecil kepada tukang sate itu. Membuat orang-orang di sana langsung tertawa. Damian Perez yang tidak menyadari Prasetya berkata seperti itu, kepada tukang sate, karna Damian asyik menerima sambungan telepon seluler dari Ayeuna
"Ini adik Tampan satenya." ucap tukang sate Padang itu memberikan kepada Prasetya beberapa bungkus sate di dalam bungkusan plastik. Prasetya meminta uang kepada Damian yang lagi asyik berbicara kepada Ayeuna dalam sambungan telepon selulernya. Akhirnya Damian meminta Ayeuna memutuskan sambungan telepon selulernya.
Damian merogoh saku celananya untuk mengambil dompetnya. lalu Prasetya langsung meraih dompet Dompet dari tangan Damian ia langsung mengambil beberapa lembar uang kertas pecahan seratus ribu."Berapa semuanya kek?" tanya Prasetya kepada penjual sate pinggir jalan itu.
"Seratus ribu anak Tampan." Jawab penjual sate itu. Prasetya pun Memberikan 5 lembar pecahan seratus ribu kepada tukang satenya membuat tukang sate itu kaget
"Wah ini banyak banget nak" ucap tukang sate itu kepada Prasetya karna Prasetya memberikan uang pecahan seratus ribu sebanyak 5 lembar
"Tidak apa-apa Pak....ambil saja hitung-hitung rezeki kek" ucap Prasetya sambil mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
Damian yang melihat putranya cukup bijak, Ia pun mengembangkan senyumnya.
" Iya Pak silakan ambil saja hitung hitung itu rejeki buat bapak." ucap Damian sambil berlalu dari hadapan tukang sate itu.
Damian pun meminta maaf kepada orang-orang yang mengantri di sana. Karena sudah mendahulukan pesanan mereka."Maafkan saya dan anak saya ya ibu-ibu bapak-bapak." ucap Damian kepada orang-orang yang mengantri mendahulukan pesanan Damian sambil mengembangkan senyumnya.
"Iya Pak tidak apa-apa yang penting Adik bayinya sehat sehat." ucap salah satu ibu yang mengantri di sana. lalu Damian kembali mengendarai mobil untuk mencari dan membeli rujak pesanan istrinya.
"Papi itu ada rujak" ucap Prasetya memberitahu kepada Damian bahwasanya ia melihat ada penjual rujak disana.
Damian menghentikan mobilnya agar dapat membeli rujak pesanan Ayeuna "Mang....rujaknya satu porsi ya." ucap Damian kepada penjual rujak itu.
" Ia Mas ditunggu sebentar ya." sahut penjual rujak itu sambil langsung meracik rujak pesanan Damian. Setelah menunggu sekitar 10 menit, rujak pesanan Damian pun sudah selesai dibuat tukang rujak itu.
"Berapa mang?" tanya Damian
" 15 ribu mas." ucap penjual rujak itu lalu Damian pun memberikan dua lembar uang pecahan seratus ribu, kepada penjual rujak itu. Membuat penjual rujak itu merasa heran. "Mas Ini kebanyakan." ucap penjual rujak "Sudah ambil saja Pak. Itu rejeki buat bapak. dan ini sebagai ucapan syukur saya.
" Terima kasih banyak Pak..... semoga rezeki bapak semakin bertambah dan keluarga bapak semuanya sehat sehat." ucap penjual rujak itu kepada Damian sambil mengembangkan senyumnya. "Sama-sama Pak." Sahut Damian sambil berlalu membawa rujak yang sudah mereka pesan sebelumnya.
Disela sela kesibukan outhor di Dunia nyata, outhor sempatkan update jadi tolong dukung outhor ya redears dengan beri like coment dan votenya. agar outhor lebih semangat untuk berkarya.Trimakasih 🙏🙏🙏🙏💓💓💓🙏🙏🙏🙏
__ADS_1