
Tati menghela napas berat sejujurnya ia tidak tega melihat Prasetya yang kondisinya semakin memburuk. Ia pun menghampiri Prasetya.
"Hai jagoan, kau tahu jika kondisimu semakin memburuk seperti ini hati Mami Ayeuna pasti sedih. Kau harus kuat kau bilang kau ingin bertemu dengan Mami Ayeuna bukan? Ayo berjuang sayang.
Mbak Tati berjanji akan mempertemukan mu kembali bersama mami Ayeuna jika kau dapat bertahan. kau ingin berbicara dengan Mami Syeuna bukan? Ayo bangun Sayang kita hubungi Mami Ayeuna." ucap Tati sembari terisak membelai wajah pucat Prasetya.
"Jagoan......!" kau tahu Mami Ayeuna sekarang sudah tidak ada di kota Jakarta. Tetapi dia sangat merindukanmu. Dia berjanji akan datang menjemputmu. Ayo bangun Sayang, kamu jagoan Mami Ayeuna. Kamu pasti kuat." ucap Tati sembari terus meneteskan air matanya karena dirinya tidak tega melihat kondisi Prasetya.
Melihat tangis Tati Nyonya Julia Perez Tuan Gaston Perez dan juga Damian Perez pun ikut menangis di ruang ICU itu. Suara dering ponsel Tati pun masih terdengar jelas di telinga orang-orang yang ada disana. Tati pun langsung menyambungkan sambungan telepon video kepada Ayeuna agar Ayeuna dapat melihat kondisi Prasetya Perez tanpa peduli keberadaan Damian di sana.
"Ayo sayang kamu bangun ada mami ayeuna melakukan sambungan telepon video kepadamu. Apa kau tidak ingin berbicara kepadanya? bangun sayang." ucap Tati sembari menepuk nepuk wajah pucat Prasetya.
"Di dalam sambungan telepon video Itu tampak Ayeuna Langsung menangis melihat kondisi Prasetya.
"Hai jagoan Putra Mami Prasetya Perez kamu harus kuat ya sayang, kamu Sayang Mami bukan? kalau kamu sayang Mami kamu harus bangun dan bertahan untuk mami."ucap Ayeuna sambil menangis dalam sambungan telepon video yang tersambung ke ponsel Tati.
Seperti ada ikatan batin antara Prasetya dengan Ayeuna Prasetya menggerakkan jari telunjuknya perlahan Ia membuka matanya. "Mami Ayeuna....
"Mami....
"Mami Kenapa kau tinggalin aku? Apakah tidak sayang kepadaku?" ucap Prasetya dengan suara paraunya.
__ADS_1
"Hai jagoan, kau jagoan mami!" kau harus kuat
"Kau harus sembuh, Mami tidak ingin mendengar kabar buruk darimu."ucap Ayeuna berusaha mengembangkan senyumnya kepada Prasetya.
"Apa kau tidak akan kembali lagi ke Jakarta? tanya Prasetya dengan nada suara yang parau
"Aku akan kembali untukmu, kamu tenang saja sayang."ucap Ayeuna menghibur Prasetya.
Melihat interaksi antara Ayeuna dan Prasetya Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston Perez saling melemparkan pandangan ke arah Damian.
"Apa kau tahu di mana Ayeuna sekarang berada?
"Tidak?
"Apa kau tahu di mana keberadaan Ayeuna?
"Maaf nyonya besar, saya tidak bisa memberi tahunya kepada siapa pun sesuai dengan permintaan Ayeuna. Karena saya sudah berjanji kepadanya untuk tidak memberitahu keberadaannya kepada siapa pun.
"Apa kami bisa minta nomor ponsel milik Ayeuna?
"Maaf nyonya besar, saya tidak bisa sembarangan memberikan nomor ponsel orang yang tidak mengizinkannya untuk dikasih tahu kepada orang lain.
__ADS_1
"Tati tolonglah berikan nomor ponsel Ayeuna kepadaku." mohon Damian kepada Tati.
"Maaf tuan, tapi saya sudah janji kepada Ayeuna agar tidak memberikan nomor ponsel non Ayeuna kepada kepada siapa pun. Dan lagian nomor ponsel itu bersikap pribadi.
"Tolong Tati saya mohon ini demi kebaikan Prasetya." pinta Damian. Seumur hidup Damian baru kali ini seorang Damian Perez memohon kepada orang lain dengan tulus. Bagi Damian pantang baginya ia di pandang orang remeh dan tak berdaya.
"Maaf tuan sepertinya tuan muda Prasetya juga memiliki nomor ponsel milik non Ayeuna.
dan lagian sepertinya sudah terlambat karna non Ayuna sudah tidak berada di Jakarta lagi. dan kemungkinan besar akan sulit rasanya kalau non Ayeuna kembali kejakarta. Karna non Ayeuna baru beberapa hari diterima kerja di perusahaan ternama yang ada di luar kota.
"Apa kau serius?
"Ia Tuan karena saya melihatnya ketika non Ayeuna menjenguk Prasetya beberapa hari yang lalu menuliskan nomor ponselnya di sebuah kertas dan memberikannya kepada Prasetya.
Damian menghampiri putranya yang sudah sudah mulai sadar.
"Sayang boleh Papi mama minta nomor ponsel Mami ayeuna?" pinta Damian kepada putranya. Prasetya Perez menggelengkan kepalanya ia tidak setuju kalau dirinya memberikan nomor ponsel Ayeuna kepada Damian.
"Untuk apa papi mencari nomor ponsel mamiku, Papi sudah jahat sama mami, papi sudah mengusirnya dari rumah dan papi juga sudah menyakiti hati Mami ku."lebih baik Papi keluar dari ruangan ini. Prasetya tidak ingin melihat papi disini." ucap Prasetya sambil memalingkan pandangannya.
Tuan Gaston Perez dan nyonya Julia Perez meminta kepada Mario untuk mencari tahu keberadaan Ayeuna melalui jaringan sosial miliknya. Dengan gerak cepat Mario Perez pun melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Nyonya Julia Perez dan alangkah terkejutnya ketika Damian mengirimkan foto Ayeuna ke ponsel milik Mario Perez yang Ternyata wanita yang mereka cari ada di hadapannya sendiri.
__ADS_1
Bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏