Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 27. TAMPARAN


__ADS_3

"Katakanlah! berapa dia membayar mu? Berapa harga mu? aku akan tebus kau dari pria itu!"


PLAK....


Satu tamparan mendarat di pipi pria berkulit kuning langsat itu. Ayeuna tak terima jika kakaknya sendiri merendahkan dan menganggapnya seperti wanita murahan.


"Jaga bicaramu Kak! kau pikir aku ini wanita murahan? Mengapa kamu menganggap adikmu ini seperti itu?"teriak Ayeuna.


Pria yang sedang mengusap pipinya yang terkena tamparan ayeuna itu sontak menatapnya dengan sundu.


Sementara iris coklat itu menatapnya dengan intens. Nampak sekali kelihatan kekecewaan pada diri wanita berusia 23 tahun itu.


"Maafkan aku Ayeuna. Aku hanya tak terima kau bersama pria itu? apa dia juga yang menyebabkan kau pergi menjauh hingga pindah kos? Apa karena dia juga kau menghindar dariku? Mengapa harus seperti ini Ayeuna? jika kau butuh uang atau sesuatu bisakah kau memintanya padaku? Aku selalu ada untukmu."


Kata-kata itu sungguh tulus keluar dari mulut pria berusia 31 tahun itu. Ia sangat menyayangkan jika Ayeuna memilih pria yang menjadi musuh bebuyutannya.


Ayeuna menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Ia menatap langit senja yang begitu cerah. Harusnya Tadi ia langsung pulang saja. Tak menyangka Kakak tirinya itu akan menemuinya lagi di kampus.


Ayeuna terdiam. Hanya suara lalu lalang motor dan mobil yang keluar dari kampus. Waktu menunjukkan pukul 17.00 dan ini sudah jadwal pulang untuk para mahasiswa.


Ayeuna bingung menjawab pertanyaan dari Leonardo. Mungkin Jika ia mengatakan bahwa alasan dia menghindarinya adalah karena permintaan ibu tirinya alias ibu kandung Leonardo sendiri. Ia sudah berjanji kepada Nyonya Rasti untuk merahasiakan ini semua.


"Ayeuna.... kau belum menjawab pertanyaan ku!"seru Leonardo saat Ayeuna memilih beranjak tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Ayeuna menoleh sejenak sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan Kakak tirinya itu.


Aku tak membutuhkan uang. Aku bersamanya karena memang aku mau. Dia dan aku memiliki hubungan spesial. Aku harap kakak tak menggangguku lagi!"


Ayeuna berjalan cepat meninggalkan Leonardo yang mematung ditempat. Pria itu bergeming ia tak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh ayeuna. Tak mungkin jika Ayeuna menyukai sosok pria berwatak picik seperti Damian. Leonardo kenal betul siapa Damian, iya yakin pria itu bukan pria yang baik untuk ayeuna.


"Aku tak akan membiarkan kau bersama pria sialan itu, Ayeuna!"dia bukan pria yang baik untukmu!"pekiknya Nya dalam hati.


Ayeuna berjalan menyusuri trotoar dengan langkah gontai. Rasanya iya sudah tidak bersemangat sama sekali. Mau pulang, takut jika ada zefanya yang tiba-tiba datang. tak pulang ya bingung harus kemana. sungguh membingungkan.


Sambil berjalan, Ayeuna menendang kerikil-kerikil kecil dan botol yang berserakan. ya bosan jika harus selalu kucing-kucingan seperti ini. Sampai kapan iya harus diam di rumah Damian dan menutupinya?

__ADS_1


"Jau seperti anak kecil! Tak adakah yang bisa kamu kerjakan selain menendang batu dan botol-botol itu?


Suara pemilihan dari arah belakangnya itu membuatnya terkejut. Ayeuna menoleh dan melelahkan matanya melihat sosok menyebarkan itu tengah berdiri menatapnya angkuh.


"Kau u?? Sejak kapan kau di situ?


"Sejak pria itu menarik mu dari kampus dan kau menamparnya lalu meninggalkan dirinya sendiri!"ucap Demian Perez dengan santai


Ayeuna terhenyak, berarti dan yang sudah ada sejak tadi. Jangan-jangan udah mens udah mendengar semua pembicaraannya dengan Leonardo tadi.


"Jangan-jangan kau...?"


"Yaap, kau betul Nona Ayeuna. aku juga mendengar bahwa kau memiliki hubungan spesial denganku!"sahut Damian dengan tersenyum tipis. wajah angkuh itu sungguh menyebalkan.


Ayeuna nampak salah tingkah ia membalikkan tubuhnya lagi dan mulai berjalan kembali. iya harap Damian tak mengejarnya kali ini.


"Heii... tak sopan. kau meninggalkanku?"Demian berjalan di samping Ayeuna.


"Kau belum jelaskan tentang perkataan mu tadi!"sahutnya lagi. Pria itu hanya sedang menggoda Ayeuna. Menunggu wanita itu mengutarakan isi hatinya.


"Itu semua hanya sandiwara agar Leonardo tak menggangguku."ayeuna berasal.


"Sudah aku katakan kepadamu ya. Jangan menyukaiku karena aku sama sekali tak akan memberikan cinta padamu!"sambungnya lagi.


Ayeuna diam lalu menoleh. Ekor matanya mendelik dengan tajam.


"Siapa juga yang suka padamu. dasar pria aneh!" tidak lihat apa, umur kamu saja sangat jauh berbeda denganku. tidak mungkinlah Saya jatuh cinta kepadamu. lebih baik nyadar umur sudah tua tapi tutur bahasa tidak sesuai dengan umur.


Ayeuna hendak melangkah kembali. namun lengan kekar itu terlebih dahulu mencekalnya.


"Ayo kita pulang. sampai kapan kau mau berjalan di trotoar ini? sahut Damian. Tanpa menunggu jawaban dari Ayeuna, iya menarik tangan putih itu menuju mobilnya. ayeuna memutar bola matanya malas. pria itu benar-benar aneh. kadang perhatian, kadang ketus, kadang juga ke-gr-an seperti tadi.


Sepanjang perjalanan Ayeuna memilih diam. malas rasanya berbicara dengan Damian yang hanya akan menguras emosi nya saja. iya memilih membuka ponselnya. Nampak beberapa panggilan dan pesan dari Leonardo. wanita itu memilih mengabaikannya. sepulang nanti, iya berniat untuk ganti SIM card. lebih baik menghindar dulu. Kakak tirinya itu pasti akan terus menghubunginya.


"Pria tadi, apa dia kekasihmu?"tanya Damian tiba-tiba membuka suara.

__ADS_1


"Bukan urusanmu!"jawab ayeuna ketus.


"Urusanku karena saat ini kau tinggal di rumahku."


"Kau bukan Ibuku. Jadi jangan banyak mengaturku!"ayeuna dengan wajah tak bersahabat.


Damian langsung diam membisu. ditanya baik-baik malah bersikap ketus. siapapun Leonardo bagi ayeuna,yang penting ia bisa lega karena ternyata wanita itu memilih menghindar darinya. sepertinya rencananya untuk memanasi musuh bebuyutannya itu berjalan lancar.


Apalagi Ayeuna mengatakan memiliki hubungan spesial dengannya. pasti saat ini Leonardo, pria yang selama ini dan yang benci itu sedang terbakar api cemburu.


"Kau akan merasakan bagaimana rasanya kekasihmu direbut orang, pria bodoh,"umpat Damien Perez sambil menyunggingkan senyum tipis di wajah tegasnya.


Ayeuna Manggeryit saat dan Ian melewati jalan menuju rumahnya. Ia memilih yang berlawanan. Entah pria itu mau membawanya kemana?


"Kita mau ke mana? Mengapa kau melewati jalan rumahmu?"tanya Ayeuna penasaran.


"Itu bukan urusanmu. kau bukan Ibuku!"jawabnya mengikuti ucapan Ayeuna tadi. wanita itu menjadi kesal lalu membuang pandangannya pada jendela mobil. Pria itu benar-benar menyebalkan.


Mobil yang dikendarai pria itu berhenti di sebuah restoran mewah. Demian memarkirkan mobilnya sebelum memerintahkan ayeuna untuk turun.


"Yoena , kita makan dulu!"pajaknya dengan wajah yang datar.


Ayunan melakukan hal yang sama. Dengan wajah yang datar, iya tak menjawab ajakan Damian. keduanya masuk ke dalam restoran dengan wajah yang masam.


"Pilihlah makanan yang kau suka!'titahnya.


Ayunan memesan beberapa makanan tanpa memperdulikan Damian yang melawak menatapnya. pria itu tak menyangka jika wanita kurus itu memesan banyak makanan.


"sungguh rakus," pekiknya dalam hati. iya terkikik geli. Biarkan saja ayeuna berlaku seperti itu. ajakan makan malam ini hanya sebagai bentuk terima kasihnya pada wanita itu yang telah tulus menjaga anaknya. hanya saja, Damien Perez sangat kelu untuk mengucapkan itu.


"Setelah ini kita tak langsung pulang! ada Sania Sanjaya dan temanmu yang bernama jefania di rumah!"ucapnya.


"Kau pulang saja. Mereka mencari. Biar aku yang mencari penginapan malam ini agar mereka tak mencurigaiku!"Ayeuna sambil melahap makanannya dengan santai.


"Tidak. Kita akan check-in bersama

__ADS_1


"Uhhuuuuukk.....!


bersambung


__ADS_2