
"Ya sudah Mas lebih baik Mas langsung makan saja deh Nanti keburu dingin loh."
"Mana enak makan sendiri sayang enaknya makan bareng sama kamu dan disuapin sama wanita yang paling berarti di hidup ku."ucap Jonathan dengan nada memohon.
"Kalau begitu kita makan bareng saja deh lagian bekalnya Saida bawa lumayan banyak kok cukup untuk dua orang."Saida langsung membuka kotak bekal makanan yang sudah dibawa Saida sebelumnya dan langsung memberikan suapan demi suapan kepada Jonathan sampai makanan yang dibawa Saida habis tanpa sisa.
"Kalau makan begini terus bisa-bisa mas akan gemuk. Habis makanannya enak bangat, ini masakan siapa sayang? tanya Jonathan kepada Saida. Memangnya Mas suka masakannya?
"Suka banget,"
"Bagus deh kalau mas Suka, Saida kira mas ngak suka masakan Saida. Karena Saida ngak pintar masak Loh." ucap Saida sambil membereskan kotak makan yang sudah mereka gunakan.
Ketika Jonathan dan Saida, sudah selesai menikmati makan siang yang sudah dibawa Saida sebelumnya. Saida ingin segera kembali ke rumah menemani baby Neptunus. Tetapi Jonathan meminta kepada Saida agar menemani dirinya terlebih dahulu ke suatu tempat.
"Mas Saida pulang dulu ya, Mas juga pasti sibuk kan? ucap Saida sambil ingin beranjak dari tempat duduknya.
"Sebentar Sayang, kamu boleh tidak menemani Mas menghadiri acara pesta salah satu kolega bisnis dari perusahaan ini?
Jonathan bertanya kepada Saida, berharap Saida dapat menemani dirinya ke pesta salah satu rekan bisnis perusahaan keluarga perez. Yang Seharusnya Damian Perez yang pergi menghadiri pesta itu, Tetapi karena Damian saat ini masih di dalam perjalanan dari kota Medan menuju Jakarta, sehingga Jonathan yang harus menghadiri acara pesta kolega bisnis keluarga Perez.
__ADS_1
Bagaimana bisa Saida pergi dengan penampilan seperti ini. Apa mas tidak malu jalan sama Saida dengan penampilan seperti ini? Saida tidak ingin mempermalukan mas." ucap Saida sambil mengembangkan senyumnya.
"Kalau masalah penampilan kamu sudah cantik kok, tanpa dipermak sedikitpun kecantikan kamu alami dan inner beauty yang membuat aura kecantikan kamu semakin mempesona. ucap Jonathan kepada Saida
"Tapi tetap saja mas, Saida yang tidak percaya diri pergi menghadiri pesta kolega bisnis perusahaan keluarga Perez dengan penampilan seperti ini." ucap Saida menatap Jonathan dengan tatapan penuh arti. Kamu jangan khawatir kita tinggal pergi saja ke salon dan butik terdekat di sini semuanya akan mudah.
Kalau boleh dipermudah untuk apa dipersulit. iya bukan?" celetuk Jonathan sambil membereskan meja kerjanya untuk segera pergi ke sebuah salon dan butik merubah penampilan Saida, agar mereka dapat menghadiri acara pesta kolega bisnis keluarga Perez yang letaknya tidak jauh dari kantor tempat Jonathan mengabdikan diri sebagai asisten pribadi Damian.
Jonathan langsung meraih tubuh Saida kepelukannya Ia pun langsung menggendong tubuh Saidah keluar dari ruang kerjanya, ala bridal style. Membuat orang-orang yang melihat interaksi Jonathan dan Saida mengembangkan senyumnya.
Tidak sedikit dari wanita-wanita yang bekerja di kantor Damian Perez menaruh cemburu atas segala perlakuan romantis Jonathan terhadap Saida. Padahal banyak diantara mereka ,selama ini mencari perhatian David karena mereka benar-benar menyukai sosok David yang terlihat cool saat di kantor.
"Seandainya aku di posisi wanita itu pasti aku akan bahagia sekali."ucap salah satu wanita kepada salah satu rekannya yang bekerja di kantor milik Damian Perez yang selama ini mengagumi sosok Jonathan.
Wanita mana yang tidak tertarik melihat ketampanan Jonathan. Sungguh Wanita itu sangat beruntung mendapatkan hati Jonathan. Mereka sangat mengagumi ketampanan dan sikap Jonatan yang terlihat cool kepada setiap orang yang bekerja di kantor yang dipimpin oleh Damian Perez.
"Mas!" turunin Saidah malu tuh dilihatin orang orang." gerutu Saida, karena sudah tidak enak hati melihat tatapan orang-orang yang bekerja di perusahaan damaian Perez kepada mereka. Biarin aja mereka melihat. Namanya juga mereka punya mata pasti akan melihat bukan? dan Lagian Mas ingin menunjukkan kepada mereka kalau kamu itu hanya milik mas seorang.
Tidak ada yang berani menggoda kamu di kantor ini, jika mereka sudah mengetahui kalau seorang Saida merupakan milik Jonathan seorang." ucap Jonathan sambil terus berjalan menggendong tubuh Saida. Membuat Saida menutup wajahnya di dada bidang Jonathan karena dirinya tidak mampu melihat tatapan orang-orang yang ada di kantor Damian Perez.
__ADS_1
Setelah berada di parkiran mobil Jonathan, salah satu petugas security yang bertugas di kantor Damian Perez langsung membukakan pintu mobil milik Jonathon agar Jonathan dan Saida dapat masuk dengan leluasa. Sungguh kebahagiaan tersendiri di hati Jonathan dapat membuat Saida bahagia.
"Mas memangnya tidak malu dilihatin orang-orang? tadi kita jadi pusat perhatian orang orang yang ada dikantor ini, ketika Mas menggendong tubuh Saida, sampai ke sini." ucap Saida sambil memonyongkan bibirnya.
Hal itu membuat Jonatan semakin gemas melihat bibir Saidahyang terlihat seksi dan membuat Jonatan semakin tidak tahan untuk langsung melahap bibir manis milik Saida. Tanpa ada aba-aba sedikit, Jonatan langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis Saidah dan melum@tnya membuat Saida langsung terdiam.
"Hentikan Mas, ini di tempat umum loh. mas tidak malu dilihatin orang-orang? mereka tidak dapat melihat kita sayang, kita saja di mobil." ucap Jonathan karena sudah gemas melihat calon istrinya yang tinggal menunggu hari saja, agar Jonatan dan Saida bisa menjadi suami istri di mata hukum dan agama.
Saida hanya terdiam dan memohon kepada Jonathan agar segera menghentikan aksinya. Ia takut ada seseorang yang melihat interaksi mereka. Padahal Saida tidak mengetahui kalau dari luar mobil tak ada seorang yang dapat melihat mereka. Tetapi mereka dapat melihat ke arah luar.
"Ya sudahlah terserah Mas saja, Saida bisa apa dibilangin juga mas tidak akan menghentikan apa yang Mas inginkan." ucap Saida sambil menatap Jonathan dengan tatapan penuh arti. Jonathan langsung tertawa cengengesan melihat Saidah yang sudah dari tadi mendumel.
Jonathan pun langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju butik dan salon yang lokasinya tidak jauh dari kantor Damian. setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit, Saida dan Jonathan pun tiba di salah satu butik ternama yang ada di kota ini.
"Berikan pakaian terbaik yang ada di butik ini kepada istri saya. Dan tolong permak dia secantik semakin." ucap Jonathan kepada pemilik butik sekaligus sahabat Jonathan.
"Wow Sejak kapan seorang Jonathan membawa wanita cantik ke butik saya? ucap pemilik butik dan juga salon yang biasa dipanggil Kak Meri karena sifat dan tingkah lakunya ala ala Betty
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
sambil menunggu novel ini up yuk mampir ke karya teman emak.