Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB. 84. FOTO PREWEDDING


__ADS_3

Setelah Ayeuna selesai membersihkan diri, Ayeuna keluar dari kamar mandi. Dengan menggunakan baju ganti yang sudah diberikan oleh Damian kepadanya. Ketika Ayeuna sudah keluar Damian begitu terpesona melihat kecantikan Ayeuna.


"Kamu cantik banget sayang!" ucap Damaian kepada Ayeuna.


"Mas bisa saja!" tidak perlu memuji seperti itu. lebih baik mas selesaikan pekerjaan mas. Habis itu kita langsung ke lokasi foto prewedding, entar mami dan papi ngomel loh kalau kita terlambat pergi kesana." ucap Ayeuna.


"Ya sudah tunggu sebentar ya istriku sayang!" sahut Damian sambil tersenyum tipis


Damian langsung mengerjakan pekerjaannya. Ia tidak ingin membuat Ayeuna terlalu lama menunggu. Sesuai dengan janji Damian kepada pihak fotografer kalau mereka tidak akan datang terlambat hari itu.


Setelah selesai menanda tangani berkas penting yang sudah diserahkan oleh asistennya, Damian dan Ayeuna pergi ke lokasi foto prewedding yang sudah mereka sepakati sebelumnya.


Terlihat fotografer dan beberapa rekannya yang direkomendasikan oleh Tuan Gaston sudah menunggu mereka disana.


"Mas sepertinya mereka sudah menunggu kita disana!" ucap Ayeuna ketika Ayeuna dan Damian turun dari dalam mobil dan melihat beberapa orang sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam proses foto prewedding.


"Ya sudah, kita langsung kesana yuk!" sahut Damian sambil langsung menggandeng tangan Ayeuna kearah lokasi mereka akan mengadakan sesi foto prewedding.


"Selamat siang Tuan Damian!" sapa sang fotografer sambil menjabat tangan Damian dan Ayeuna.


" Ya Selamat siang!" apa kalian sudah lama menunggu kami?"


"Belum Tuan Demian kami baru tiba kurang lebih 15 menit yang lalu. Jadi kami hanya ingin mempersiapkannya sebelum anda tiba di lokasi ini.


"Jadi bagaimana apa kita sudah bisa memulainya?

__ADS_1


"Kalau begitu tolong ikut saya Nona agar saya merias Anda terlebih dahulu dengan polesan make up."ucap salah satu asisten fotografer itu yang bertugas merias Ayeuna.


Setelah Ayeuna selesai dirias, sesi foto prewedding pun segera mereka lakukan karena Damian tidak ingin membuang-buang waktunya. Di samping itu Damian juga tidak ingin Ayeuna terlalu kelelahan hanya untuk melakukan sesi foto prewedding.


"Tolong lakukan secepat mungkin saya tidak ingin berlama-lama di sini. Kasihan istri saya. Dia pasti kelelahan, perjalanan kami ke sini lumayan jauh. Jadi Tolong lakukan secepat mungkin dan hasilnya juga memuaskan." ujar Damian sembari mengembangkan senyumnya kepada sang fotografer dibalas anggukan dengan fotografer dan para asistennya.


Sekitar kurang lebih 2 jam Damian dan Ayeuna melakukan sesi foto prewedding akhirnya mereka menyelesaikan foto prewedding itu sesuai yang diharapkan oleh Damian dan Ayeuna


"Terima kasih Pak atas kerjasamanya semoga kedepannya kita dapat bekerja sama kembali." ucap fotografer itu kepada Damian dan Ayeuna setelah selesai acara sesi foto prewedding.


"Sama-sama semoga hasilnya memuaskan sahut Damian sambil mengembangkan senyumnya.


Kemudian Damian dan Ayeuna berlalu dari lokasi itu berniat untuk segera kembali ke rumah. Karena ayeuna tidak ingin terlalu lama meninggalkan Prasetya. Ayeuna dan Damian sudah meminta kepada Tati untuk menjemput Prasetya terlebih dahulu dari sekolah. mengingat jadwal mereka hari ini sangat padat apalagi Damian memiliki urusan penting di kantor.


"Ya sudah kalau begitu Sekarang kita pulang Mas juga tidak ingin membuat Prasetya mencari-cari kamu Karena Mas tahu kalau Prasetya ingin sekali tetap bersamamu. Dia sudah lebih sayang kepadamu daripada aku."Celetuk Damian membuat Ayeuna langsung tertawa cengengesan.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam, Ayeuna dan Damian pun tiba di rumah. Ternyata memang benar Prasetya sudah lama menunggu Ayeuna. Ketika mereka sudah tiba di rumah dan Ayeuna turun dari mobil, terlihat Prasetya langsung berlari menghampiri Ayeuna dan memberikan pelukan hangat kepada Ayeuna hingga Ayeuna hampir terhempas jatuh. Untung ada Damian tepat di belakang Ayeuna hingga mereka tidak terjatuh.


"Pelan-pelan dong Sayang nanti kita terjatuh loh." ucap Ayeuna kepada Prasetya sembari membalas pelukan dari putranya.


"Mami dan Papi Dari mana saja Mengapa tidak menjemput Prasetya siang tadi? Prasetya mencari-cari Mami dari tadi tetapi Mami dan Papi tidak ada di rumah.


"Mami dan Papi ada urusan penting di luar. Mami dan Papi minta maaf ya sayang." ucap Ayeuna sambil memegang kedua telinganya pertanda dirinya memohon maaf kepada putranya. Karena sebelumnya Ayeuna tidak memberitahu kepada Prasetya bahwa dirinya tidak bisa menjemput Prasetya dari sekolah.


"Tidak apa-apa mam. Prasetya hanya mengira Kalau Mami pergi lagi ke Medan untuk bekerja.

__ADS_1


"Tidak dong Sayang!" Mami kan sudah janji kalau Mami, papi, dan Prasetya akan tetap tinggal bersama di rumah ini ." ucap Ayeuna sembari mengecup wajah tampan bocah kecil itu. Membuat rona bahagia terlihat jelas di wajah Prasetya.


"Benarkah mom Kalau Mami, papi dan Prasetya akan selalu bersama tinggal di rumah ini?"tanya Prasetya berniat untuk memastikan apa yang dikatakan Ayeuna kepadanya.


"Tentu dong sayang!" mami tidak akan berbohong. Kan Mami sudah berjanji akan selalu setia menemani Prasetya dengan Papi dirumah ini!" ucap Ayeuna sembarang langsung menggendong bocah kecil itu masuk ke dalam rumah.


Melihat interaksi antara Ayeuna dengan Prasetya, Damian menggelengkan kepalanya. Prasetya seolah tidak menganggap keberadaan Damian di sana yang ia perlukan hanyalah kehadiran Ayeuna. Hingga Damian beranggapan kalau Prasetya mengabaikannya sebagai seorang ayah kandungnya sendiri.


"Kamu sudah tidak sayang lagi ya sama papi? kok maminya saja yang selalu dicari? gerutu damaian membuat nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston Perez langsung tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan oleh putranya.


"Ya Allah kamu itu sudah tua tetapi masih saja cemburu kepada Ayeuna yang dekat dengan Prasetya. Seharusnya kamu itu bersyukur karena mereka sangat dekat. Mami bahagia melihat kedekatan Ayeuna dengan Prasetya. Ikatan keduanya seperti ibu dan anak kandung sendiri."ucap Nyonya Julia Perez sambil mengembangkan senyumnya.


"Iya sepertinya Ayeuna benar-benar sangat menyayangi Prasetya. Walaupun Prasetya itu tidak kelahir dari rahimnya. Seharusnya kamu sangat bersyukur memiliki calon istri seperti Ayeuna. Bukan Malah menggerutu seperti itu." ucap Tuan Gaston menyalahkan Damian membuat Damian merasa kesal karena semua orang yang di rumah itu hanya memuji Ayeuna.


"Sekarang Putra Papi, Ayeuna atau Damian?" tanya Damian kepada tuan Gaston dan nyonya Julia Perez. Membuat Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston peres langsung mengerutkan keningnya.


"Pertanyaan macam apa itu? kamu bertanya seperti bocah kecil di bawah umur seperti Prasetya.


"Tapi kalian terus saja memuji memuji calon istriku kalian sama sekali tidak pernah memuji Damian sama ini seperti memuji Ayeuna."


Nyonya Julia Perez semakin tertawa ngakak membuat Tuan Gaston teres pun tertawa. Hal itu sukses membuat Damian semakin kesal dan meninggalkan kedua orang tuanya di ruang tamu.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


__ADS_2