Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.116 TERTIDUR DI SOFA


__ADS_3

Pagi hari yang indah, Aurelin terbangun dari tidurnya. Ia melihat jarum jam yang ada di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul lima pagi. Ia melirik ke kanan dan ke kiri yang ternyata ia baru menyadari kalau dirinya tidur di sofa yang ada di rumah sakit tepatnya di ruang rawat inap Mario Perez.


"Ya ampun Tuhan aku ngak nyadar ternyata aku tidur di rumah Sakit." gumam Aurelin dalam hati. Sambil langsung bangkit dari tidurnya dan masuk kekamar mandi untuk sekedar membersihkan wajahnya agar terlihat segar. Kemudian ia menghampiri Mario yang masih tertidur di atas Branker nya.


Aurelin melihat Mario masih tertidur pulas sehingga Ia memutuskan untuk keluar dari ruang rawat inap sekedar mencari udara segar di pagi hari. Ketika Aurelin melangkah keluar. Tiba-tiba suara Mario memanggilnya.


"Kamu mau ke mana Mau ninggalin saya sendirian di sini? kok kamu tega banget meninggalkan aku sendirian di sini? tanya Mario membuat aurelin sedikit terhentak mendengar suara Mario yang ia tahu Mario masih tertidur pulas saat itu.


Aurelin membalikkan tubuhnya ia melihat Mario sudah bangun dari tidurnya.


"Aurelin mengira Kalau Pak Mario masih tertidur pulas jadi Aurelin ingin keluar sebentar."ucap Aurelin kepada Mario


"Memangnya kamu mau ngapain keluar?


"Tidak ada, hanya ingin menghirup udara segar saja." sahut Aurelin berterus terang kepada Mario.


"Lebih baik temani saya dulu di sini, sebelum Mami dan Papi datang ke rumah sakit."Aurelin menganggukkan kepalanya dan kembali menghampiri Mario. Ia juga membantu Mario untuk sekedar membersihkan tubuhnya walaupun hanya membersihkan wajah Mario agar Mario terlihat segar pagi itu.


"Terima kasih kamu sudah menemaniku malam ini. Semoga kedepannya kita selalu dapat bersama." ucap Mario Perez sembari menatap Aurelin dengan tatapan penuh arti. Aurelin hanya menyahut Mario dengan senyuman. Ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun dengan apa yang dikatakan Mario Perez kepadanya.


Aurelin memegang prinsip yang ia pegang dengan teguh. Sama halnya dengan nasehat kedua orang tuanya. Ia benar-benar menjaga harkat, derajat dan martabat keluarganya. Apalagi Pak Hasan yang merupakan orang nomor satu di dinas kepolisian di kota Medan.

__ADS_1


Aurelin tidak ingin mencoreng nama baik kedua orang tuanya. Yang mana kedua orang tuanya orang terpandang di kota Medan bahkan seluruh Indonesia juga mengetahui kalau Pak Haposan adalah orang nomor satu di dinas kepolisian kota Medan.


Tetapi Aurelin tidak pernah menyombongkan diri sebagai anak dari orang nomor satu di dinas kepolisian kota Medan. Bahkan tidak ada satupun yang mengetahui kalau Aurelin merupakan anak kandung dari Pak Haposan Siregar.


Hal itu yang membuat Mario mempekerjakan Aurelin sebagai asisten pribadinya di kantor graha kencana. Karena sebelumnya Mario sama sekali tidak mengetahui kalau Aurelin merupakan putri dari Pak Haposan sahabat dari Tuan Gaston sendiri.


Perbedaan suku dan Kepercayaan Tuan Gaston dengan Pak Haposan tidak membuat persahabatan mereka renggang. Karena menurut Tuan Gaston dan juga pak Haposan perbedaan itu tidak menjadi penghalang pertemanan mereka selama ini. Bahkan yang selalu membantu Tuan Gaston Perez jika Tuan Gaston Perez membutuhkan bantuan Pak Haposan.


Apalagi Pak Haposan yang merupakan orang nomor satu di dinas kepolisian menganggap Bhineka tunggal Ika itu benar benar adanya berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan. Itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Pak Haposan sebagai seorang petinggi negara.


"Pak..... Lebih Baik bapak segera sembuh agar pak Mario bisa menjalankan perusahaan graha kencana seperti biasanya. Apa Bapak tidak kasihan melihat tante Julia dan Om Gaston begitu bersedih melihat kondisi Pak Mario? ucap Aurelin kepada Mario.


"Saya seperti ini juga gara-gara kamu." sahut Mario sambil menatap Aurelin dengan tatapan penuh arti.


"Kalau kamu tidak menolak lamaran Papi dan Mami tidak akan seperti ini jadinya. Apalagi kamu menolak saya mentah-mentah setelah saya mengatakan kalau saya ingin menikahimu."sahut Mario Perez tanpa berbasa-basi.


"Pak Mario yang terhormat jika anda menyayangi dan mencintai Aurelin boru Siregar ini, tidak sepatutnya Anda menuduh Aurelin sebagai penyebab anda menjadi jatuh sakit. Sudah berulang kali Aurelin katakan kepada pak Mario.


Bahwa mencintai seseorang itu tidak harus memiliki. Cukup hanya melihat orang yang kita cintai dan sayangi sepenuh hati, bahagia walaupun orang yang kita cintai itu tidak bersama kita." ucap Aurelin berulang kali mengatakan kepada Mario Perez.


Tetapi Mario Perez sama sekali tidak mengerti maksud dan tujuan Aurelin mengatakan hal seperti itu. Bahwa Aurelin Memang benar-benar mencintai Mario tetapi untuk bersatu menjadi satu ikatan pernikahan itu cukup sulit baginya. Mario sama sekali tidak mengerti prinsip yang dimiliki oleh Aurelin. sehingga Mario Kekeh mengatakan kalau Aurelin sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap Mario.

__ADS_1


Ketika Mario menuduh Aurelin yang membuat dirinya sakit, Aurelin berusaha untuk selalu tidak emosi kepada Mario. Justru Aurelin memberikan pandangan kepadanya. Bahkan ia juga bersedia untuk mengenalkan sahabatnya kepada Mario. Siapa tahu Mario akan tertarik kepada sahabat Aurelin yang satu suku dan kepercayaan dengan Mario. Tetapi Mario langsung menolak. Hingga membuat Aurelin langsung terdiam


Tiba-tiba Tuan Gaston dan nyonya Julia Perez sudah tiba di rumah sakit. Berniat untuk mengganti Aurelin menemani Mario di rumah sakit karena seperti yang dikatakan Pak Haposan kalau Aurelin harus segera kembali ke rumah pagi itu. Tuan Gaston dan nyonya Julia Perez menepati janji mereka kepada Pak Haposan.


Mereka juga tidak egois dan memaksakan kehendak mereka kepada keluarga pak Haposan dan juga ibu guru Silalahi.


Setelah nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston tiba di ruang rawat inap Mario Aurelin berpamitan kepada tuan Gaston dan nyonya Julia Perez Begitu juga dengan Mario.


Agar Aurelin segera kembali ke rumah keluarga Pak Haposan. Sebelum aktivitasnya kembali dimulai di kantor Graha kencana, walaupun Mario saat itu tidak dapat bekerja di kantor seperti biasanya.


Sepeninggalan Aurelin Nyonya Julia datang menghampiri Mario dan menanyakan perihal apa saja yang dilakukan Aurelin saat menemani Mario. Tetapi Mario hanya terdiam ia tidak menjawab pertanyaan dari Nyonya Julia membuat Nyonya Julia bertanya-tanya dalam hati.


"Putra Mami Mario Perez Mengapa kamu terdiam saat Mami bertanya sama kamu mengenai hubungan kamu dengan aurelin? Apakah Aurel benar-benar mencintaimu atau Aurelin hanya menganggapmu sebagai atasan? tanya Nyonya Julia Perez pura-pura tidak mengetahui perasaan Aurelin terhadap Mario.


"Aurelin mengatakan kalau dirinya juga mencintai Mario. Tetapi perbedaan suku dan kepercayaan membuat ia enggan menerima lamaran Mario."sahut Mario Perez sembari menatap Tuan Gaston dan Nyonya Julia dengan tatapan penuh tanya.


Sementara di tempat lain tepatnya di kediaman keluarga Perez yang ada di kota Medan. Damian Perez dan juga Ayeuna begitu juga dengan Prasetya ingin segera kembali ke kota Jakarta. Apalagi pekerjaan Damian Perez sudah menunggu di sana begitu juga dengan Prasetya ia juga harus melanjutkan pendidikannya di kota Jakarta.


Sebelumnya Damian Perez dan Ayeuna sudah berpamitan kepada Nyonya Julia Perez dan Tuan Gaston Perez, bahwa mereka hari itu juga harus segera kembali ke Jakarta. mengingat aktivitas mereka benar-benar padat.


Karena salah satu asisten Damian Perez sebelumnya sudah menghubungi Damian bahwa Demian harus segera menandatangani kontrak dengan perusahaan terbesar yang ada di Singapura. Hal itu yang membuat mereka harus segera kembali ke Jakarta tanpa menunggu Mario pulang dari rumah sakit.

__ADS_1


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa tekan love like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2