Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB 22. TELATEN


__ADS_3

Seminggu lamanya Ayeuna dengan telaten merawat dan menjaga Prasetya di rumah. Hari ini, anak itu akhirnya diperbolehkan pulang oleh dokter. Kondisi Prasetya sudah semakin membaik. itu semua tak luput dari perhatian ayeuna yang siaga siang dan malam menjaganya.


"Thanks Miss Ayeuna. Miss sudah sangat baik padaku. Miss Ayeuna sudah menjagaku tanpa lelah!"ucap Prasetya saat ini berada dalam mobil. Ia sangat senang karena saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumahnya kembali.


"Sama-sama sayang. Ini sudah jadi tanggung jawab Miss Ayeuna,"sahut Ayeuna dengan lembut.


Keduanya terlibat percakapan yang hangat. sesekali ayeuna menggelitik Prasetya, anak itu tertawa riang bersamanya.


",Ehemmm..."


Damian berdehem dari arah jok depan membuat suasana langsung hening seketika. Damian yang sedang mengemudikan mobil sudah seperti supir saat ini. Prasetya Bahkan tak menganggap dirinya ada. Sepertinya anak itu tak memiliki rasa rindu sama sekali padanya. Padahal Damian juga beberapa kali ke rumah sakit untuk membawakan perlengkapan dan makanan untuknya.


"Yess, Papi. are you oke? tanya Prasetya. ia melihat wajah ayahnya yang masang.


"No problem. Kau istirahatlah. Jangan terlalu pecicilan, Papi tak ingin jika kau kelelahan hingga sakit lagi,"ucapnya penuh penekanan. padahal ini hanya iri saja. Anaknya kini sangat dekat dengan ayeuna dibandingkan dirinya.


Seharusnya Damian senang karena dengan ini Prasetya tak lagi merengek untuk meminta ikut ke kantor mengganggunya. Tapi entahlah, iya merasa hatinya kosong saat anak itu seakan tak menganggapnya.


Mobil kembali melaju. Namun kali ini suasana nampak sunyi. Ayeuna tak lagi menggoda Prasetya.


Wanita itu tahu jika Damian tak senang Ia terlalu dekat dengan anaknya.


Setelah melakukan perjalanan selama 1 jam. akhirnya mobil pun sampai di rumah mewah balik Damian. Semua pelayan menyambut gembira kedatangan tuan muda Prasetya.


Damian menggendong tubuh kecil Prasetya menuju kamarnya. Ayeuna mengekori dari belakang.


"Miss tunggu di sini ya sampai aku tertidur!"pinta Prasetya. beberapa kali ia menguap setelah minum obat. iya mengantuk tapi tak ingin jauh dari ayeuna.


Wanita itu mendongak dan melirik pada Damian yang saat ini sedang berdiri sambil masukkan kedua tangan ke dalam saku celana. Ia memperhatikan anaknya yang begitu lengket dengan wanita itu.


"Miss Ayeuna sedang sibuk. biarkan Papi yang menemanimu!"ucap Damian. Ia menawarkan dirinya selalu waktunya kosong. Ingin jika anaknya itu terlalu larut bersama Ayeuna setiap waktunya.


"Tak perlu Pi. Miss Ayeuna pasti mau kok menemaniku. benarkan Miss?"pernyataan Prasetya membuat ayunan dilema. Ia melirik pada pria di belakangnya. Damian menatap dirinya tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Please... miss!"aku masih ingin mendengar dongeng yang kau janjikan kemarin!"ujarnya dengan memohon.


Ayeuna terdiam sejenak sebelum akhirnya ia mengangguk setuju. Ia memang menjanjikan itu pada Prasetya jika anak itu semangat untuk sembuh. tak ingin ingkar janji akhirnya ayeuna mengiyakan permintaan nya.


Damian keluar kamar tanpa berkata satu patah. dan itu sukses membuat ayunan menjadi tak enak hati padanya.


1 jam lamanya iya mendongeng kisah Malin Kundang. Seorang anak yang dikutuk menjadi batu karena telah durhaka pada ibunya.


Prasetya nampak menyimak dengan seksama. rasa kantuk itu tiba-tiba menghilang, Ia begitu penasaran dengan kisah yang sama sekali belum pernah IA dengar sebelumnya.


"iya tentu.... bagaimana ia bisa mendengarkan kisah-kisah dongeng Jika Tak Ada Yang menceritakannya. Ayahnya terlalu sibuk sebagai single parent. Hanya kerja kerja dan kerja. Itulah mengapa saat Prasetya memiliki teman baru yang keibuan seperti Ayeuna, Iya mudah melupakan sosok Ayah yang begitu dia segani itu.


'Pelajaran apa yang bisa kamu petik dari kisah ini?"tanya ayeuna mengetes daya pikir anak itu.


"Ehmmm.... kita tidak boleh nakal dan durhaka pada ibu. Benarkan Miss? tanya Prasetya dengan polosnya.


Ayeuna mengangkat kedua jempolnya.


Wanita itu membenarkan posisi merangkai kata yang tepat untuk memberikan penjelasan agar bisa diterima oleh anak kecil Prasetya.


"Dengar iya sayang. meskipun Prasetya tak punya mami, tapi Prasetya masih punya Papi. itu sama saja, sayang. Prasetya tak boleh nakal dan durhaka pada pabrik ataupun orang yang lebih tua dari Prasetya.?


.....?"anak itu menggaruk kepalanya. Ia tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh gurunya. Bukankah dalam cerita tersebut hanya menceritakan bahwa kita tak boleh melawan ibu. jika kita durhaka nanti dikutuk jadi batu. begitulah memaknai yang Prasetya ambil dari cerita tersebut.


"Hemmmm... jadi durhaka itu tidak selalu tentang Kita melawan atau berkata kasar kepada orang tua. Misalnya seperti tadi, Prasetya menolak Tapi saat mau menemani Prasetya di sini. Itu juga termasuk perbuatan yang kurang baik. Papi pasti kecewa!"


Prasetya terdiam. Ia mulai berpikir apakah dirinya telah menjadi anak yang durhaka.


"Apa aku akan dikutuk menjadi batu juga seperti Malin Kundang?"tanyanya polos


ayeuna terkekeh pelan. diajaknya pucuk kepala anak itu dengan gemas.


"Iya tentu tidak sayang. tapi Prasetya harus meminta maaf. katakan pada Papi bawa Prasetya juga mau ditemani nya. buatlah hatinya senang!"

__ADS_1


"Tapi Papi selalu sibuk!"ujarnya dengan wajah sendu.


"Papi selalu marah jika aku mengganggunya."


Ayeuna menarik nafas dalam-dalam. iya mengusap bahu anak itu sebelum kembali berucap.


"Mungkin kemarin-kemarin tapi memang sangat sangat sibuk. Tapi sekarang tapi pasti punya banyak waktu untuk Prasetya


Anak itu tersenyum senang. Ia berharap bukan hanya bisa menghabiskan waktu dengan ayahnya tapi dengan Ayeuna juga. Ia ingin keluarganya utuh seperti keluarga Teman-temannya yang lain yang memiliki Ibu dan Ayah.


"Apa Miss mau menemaniku bersama Papi?


Pertanyaan itu sontak membuat ayeuna tertegun. ia tak ingin berlama-lama melihat wajah Damian. Sejujurnya ia masih bersikap dingin dan ketus pada pria itu setelah Apa yang diucapkan Damian tempo hari.


"Ehemmm.... untuk sekarang Prasetya sendiri saja dulu ya. Miss sedang lelah. Bolehkan Miss ayeuna istirahat sejenak dan Prasetya bisa tidur bersama Papi malam ini!"ucap Ayeuna bersandiwara dengan menunjukkan wajah lelahnya.


Prasetya sedikit kecewa. Tapi ia tak boleh egois. Ayeuna sudah menjaganya dengan baik selama ini.


"Baiklah miss.... tapi antarkan aku sampai pintu kamar papi!"


Ayeuna mengangguk setuju. dengan sigap ia segera menuntun anak itu menuju kamar Damian.


Damian nampak terkejut mendapati anaknya yang datang malam ini bersama Ayeuna. bukankah dia bilang tadi ingin tidur ditemani oleh wanita itu?


"Prasetya ingin tidur bersama anda Tuan!"ucap Ayunda dengan ekspresi datar. Tak ada senyum di wajahnya. iya masih saja kesal setiap kali melihat wajah pria itu.


Damian menatapnya dalam-dalam lalu mengalihkan pandangannya pada Prasetya. pria itu berjongkok dan mengangkut tubuh anaknya.


"Kalau begitu saya pamit!"ucap Ayeuna singkat


Damian tak menjawab. Ia hanya menatap nanar kepergian dirinya yang sejak tadi kesal pada wanita itu tiba-tiba terenyuh. Ia yakin Prasetya mau datang padanya Pasti karena perintah dari Ayeuna.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2