
Jonathan sengaja tidak memberitahu Ayeuna sebelum kondisi Damian sudah mulai membaik. Karena ia takut Ayeuna akan panik dan tidak dapat mengontrol dirinya. Damian meminta Jonathan agar tetap melakukan pencarian terhadap Nuraini.
Damian tidak akan memberi Nuraini ampun, jika Nuraini berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian. Bahkan Damian juga berjanji akan memberikan hadiah yang fantastis jika seseorang mampu membawa Nuraini ke hadapannya.
"Ingat Nuraini Saya tidak akan mengampuni mu Aku akan memberimu pelajaran Tunggu saja nanti."amarah Damian Perez Sudah semakin memuncak apalagi ketika dirinya melihat kondisi putranya sangat memprihatinkan.
Damian Perez sengaja meminta kepada pihak rumah sakit agar menempatkan putranya satu ruangan dengannya. Ia tidak ingin berjauhan dengan putranya Prasetya.
"Ya Allah semoga Putraku tidak apa-apa. Bagaimana kondisi istri saya dan Putri saya ya Allah."doa Damiam Perez dalam hati. hatinya sangat tidak tenang memikirkan kondisi Ayeuna dan juga putrinya baby Catherine.
"Jo Apa kamu sudah memberitahu kepada Ayeuna mengenai apa yang saya alami? tanya Damian Perez kepada Jonathan.
"Belum tuan, sekarang Jonathan belum sanggup memberitahu kepada Nyonya Ayeuna. Karena Jonathan takut kalau Nyonya Ayeuna akan panik jika mendengar Tuan mengalami luka tembak akibat perbuatan Nuraini." ucap Jonathan kepada Damian.
Demian mengangguk paham lalu ia pun meraih ponselnya yang berada di atas nakas karena sebelumnya Jonathan yang meletakkan ponsel Demian di sana. Ia melihat nomor ponsel milik Ayeuna di kontak ponselnya.
Ketika ia sudah menemukan nomor ponsel milik Ayeuna. Ia langsung menekan tombol hijau agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Ayeuna.
Kring....
Kring.....
Kring......
Suara dengan ponsel milik Ayeuna terdengar jelas di telinganya. Ia meraih ponselnya yang ia letakkan di atas meja sofa. Ayeuna melihat nomor ponsel suaminya yang memanggil dirinya. Membuat dirinya sedikit bernafas lega.
__ADS_1
Karena setidaknya, ia pasti mendapatkan kabar dari Damian mengenai putranya. Ayeuna langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. "Hallo Mas Assalamualaikum Sapa." Ayeuna dalam sambungan telepon seluler.
"Ya waalaikumsalam sayang," apa kamu baik-baik saja di rumah bersama putri kita? tanya Damian Perez di ujung telepon
"Ya Mas, Ayeuna baik-baik saja dan Putri kita juga baik. Bagaimana dengan kondisi Putraku? tanya Ayeuna yang begitu panik ingin segera mengetahui kondisi Prasetya saat ini.
"Alhamdulillah Brigadir Erik sudah berhasil merebut Prasetya dari wanita iblis itu. Tetapi sayangnya wanita iblis itu berhasil lolos dan sekarang kami berada di rumah sakit."ucap Damian Perez kepada istrinya memberitahu kalau Prasetya saat ini sudah ditemukan dan berada di rumah sakit.
"Bagaimana dengan kondisi Putraku? Apa dia sudah baik-baik saja?" tanya Ayeuna kepada Damian. Damian tidak langsung menjawab pertanyaan Ayeuna. Karena ia juga belum mengetahui kondisi Prasetya saat ini. karena hingga saat ini Prasetya belum sadarkan diri.
"Hallo Mas," Kenapa diam? Bagaimana kondisi Putraku apa dia baik-baik saja? Jawab Mas." ucap Ayeuna yang tidak sabar ingin mendengar kabar tentang putranya.
"Kamu tenang saja Sayang, kami tidak apa-apa kok." sahut Damian Perez sengaja tidak memberitahu kondisinya saat ini.
Ketika Damian Perez dan Ayeuna telah usai berbicara, Ayeuna pun meminta sopir pribadi keluarga Perez untuk menghantarkannya ke rumah sakit tempat Damian dan Prasetya dirawat saat ini.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima puluh menit Mereka pun tiba di rumah sakit. Ayeuna, Tati dan baby Catherine langsung menuju ruang rawat inap yang sudah diberitahu Damian sebelumnya.
Ketika Ayeuna tiba di ruang rawat inap itu, Ayeuna terkejut melihat kondisi Damian yang ikut berbaring di atas Branker dan di punggung tangannya tertancap jarum infus, dan di betis kakinya terdapat balutan perban.
Hal itu membuat ayeuna bertanya-tanya dalam hati. Ayeuna langsung memeluk Prasetya Perez yang saat ini belum sadarkan diri.
"Putra Mami yang tampan, Kamu harus kuat Sayang demi Mami,papi dan dedek bayi Chaterine. Lihat adik kamu sudah kesepian tidak ada kamu di rumah." ucap Ayeuna sambil menangis sesungguhkan karena tidak tega melihat kondisi Prasetya saat ini.
"Ayo pangeran Mami, berjuanglah Kamu pasti bisa. Kamu anak yang kuat sama seperti Papi kamu, Opa dan Oma. Kami sangat menyayangimu kamu sayang. Jangan khawatir kami pasti menjagamu." kata Ayeuna bermonolog sendiri seolah-olah Prasetya dapat mendengar apa yang ia katakan.
__ADS_1
Melihat tangis Ayeuna Damian merasa tidak tega melihatnya.
"Sudah sayang kamu jangan menangis. Putra kita pasti akan sembuh. Kamu jangan khawatir." ucap damaian berharap agar istrinya tidak terlalu panik melihat kondisi Prasetya saat ini.
"Apa yang terjadi sama kamu Mas? Mengapa kaki kamu di balut perban dan juga Mas mendapatkan perawatan di rumah sakit ini? tanya Ayeuna yang belum paham apa yang terjadi kepada suaminya.
Damian Perez tidak dapat membohongi apa yang terjadi terhadapnya. Hingga Ia pun memilih untuk berterus terang kepada istrinya. Damian tidak ingin berbohong lagi kepada Ayeuna seperti yang ia lakukan sebelumnya. karena ia juga sudah berjanji kepada Ayeuna untuk lebih terbuka kepada istrinya.
"Maaf sayang, Nuraini berhasil melakukan tembakan ke kaki mas. Untung saja yang terkena Hanya betis kaki mas tapi kamu jangan khawatir. Mas Tidak apa-apa kok." kata Damian Perez berusaha untuk menenangkan istrinya. agar tidak terlalu panik melihat kondisinya saat ini.
"Mengapa cobaan demi cobaan bertubi-tubi di keluarga kita Mas. Apa memang benar Ayeuna ini adalah wanita pembawa sial?tanya Ayeuna merasa bersalah akan apa yang terjadi di keluarga Perez saat ini.
"Tidak sayang, permasalahan ini bukan hanya karena keberadaan kamu. Dan jangan pernah kamu mengatakan kalau kamu itu wanita pembawa sial.
Karena kamu wanita yang sangat luar biasa buat mas masalah Nuraini sudah sejak dulu ingin menghancurkan kehidupan mas. Tidak karena adanya kamu. Sama kakak kembarnya sendiri mampu melakukan yang tidak pantas ia lakukan.
Nuraini cemburu kepada kakak kembarnya. sehingga dengan secara tidak langsung ia menghabisi nyawa Nurma almarhum istri mas, ibu kandung Prasetya sendiri. Jadi kamu jangan merasa menyalahkan diri sendiri. Memang dasar Nuraini wanita iblis yang mampu melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
Maafkan mas, karna mas Kalian jadi ikut korban." ucap Damian
"Ngapain mas harus minta maaf kepada Ayeuna. Kan mas tidak salah apa apa kepada Ayeuna dan anak anak.
"Sudah lah mas, masalah ini kita hadapi bareng bareng." ucap Ayeuna untuk menenangkan hati suaminya.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏