
Ketiga bodyguard itu terlihat saling pandang sepertinya mereka terlihat berembuk untuk membuat keputusan. Salah satu diantara bodyguard itu pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Maaf jika kalian ada yang memberitahu kepada Tuan Damian, maka Ayeuna tidak akan pernah datang lagi untuk menemui Prasetya." Ancam Riana.
"Baik!" kami akan merahasiakan ini semua dari Tuan Damian, jika non Ayeuna bersedia untuk menemui tuan muda Prasetya."
"Apa janji kalian bisa saya pegang?
"Iya nona!" kami hanya berharap Kalau Tuan muda Prasetya segera sembuh. Karena jika tuan muda Prasetya kenapa-kenapa maka pekerjaan kami akan terancam." ucap salah satu bodyguard itu.
Kemudian Riana berlalu dari hadapan bodyguard itu berniat untuk menghampiri ibunya yang sudah selesai konsultasi kepada Dokter. Tetapi sebelumnya Riana menghubungi Ayeuna. Memberitahu kalau Damian tidak ada di rumah sakit.
Setelah mendapat informasi dari Riana kalau Damian tidak ada di rumah sakit ayeuna pun berniat untuk menjenguk Prasetya.
"Semoga kamu tidak kenapa-kenapa nak. kasihan banget kamu."gumam Ayeuna sembari bergegas keluar dari kamar kos karena ojek online pesanannya sudah tiba.
"Mas langsung ke rumah sakit ya!"
"Iya Neng, sahut driver ojek onlinenya sembari langsung melajukan motor menuju rumah sakit setelah Ayeuna sudah duduk di belakang driver ojek online itu.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit, Ayeuna pun tiba di rumah sakit. Ia berlari kecil agar segera dapat bertemu dengan Prasetya. Netranya menoleh ke samping kiri kanan. Ayeuna takut kalau Damian ada di sekeliling rumah sakit. Ia memilih untuk menggunakan topi, jaket dan masker agar jika Damian tiba-tiba berada di rumah sakit tidak akan mengenali Ayeuna.
Setelah tiba di ruang VVIP itu, Ayeuna sudah melihat tiga orang bodyguard menjaga di sana.
"Maaf saya mau bertemu dengan Prasetya izinkan saya!"
"Anda siapa? tanya para bodyguard itu penuh selidik
__ADS_1
"Ssssst!" saya Ayeuna ingin bertemu dengan Prasetya Tapi tolong jangan beritahu kepada Tuan mu. Sahut Ayuna sambel membuka masker yang ia gunakan. Kemudian bodyguard itu pun mempersilahkan Ayeuna masuk ke dalam ruang rawat inap. Tati yang melihat kedatangan Ayeuna begitu terkejut dan bersyukur.
"Ya Allah non Dari mana saja? kasian tuan muda Prasetya terus mencari non!"
"Sssst jangan berisik Bi."ucap ayeuna sembari langsung mengecup kening Prasetya.
"Jagoan Miss kamu Kenapa bisa sampai sakit seperti ini nak? ucap Ayeuna sambil mengelus wajah tampan Prasetya. Ia merasa tidak tega melihat Prasetya untuk kedua kalinya harus berurusan dengan namanya jarum infus. Karna ia tau anak didiknya itu paling takut dengan namanya jarum suntik.
"Mami Ayeuna kau kah itu!"tanya Ayeuna lirih
"Iya sayang ini Miss Ayeuna, jagoan Miss Kok bisa sakit seperti ini? tanya Ayeuna sambil terus mengelus rambut pirang Prasetya.
"Mami Jangan tinggalin Prasetya lagi, Prasetya tidak ingin jauh dari mami Ayeuna. Kalau Papi jahat sama mami Ayeuna, lebih baik Prasetya ikut sama mami Ayeuna aja."
"Kamu tidak boleh membenci Papi kamu sayang, Karena bagaimanapun Dia itu orang tua kamu. Jadi jagoan mis Jangan pernah mengucapkan benci kepada Papi ya sayang, itu tidak boleh." pinta Ayeuna.
"Tapi Prasetya hanya ingin Miss yang menjadi mamiku. Prasetya tidak ingin mami yang lain, Prasetya hanya ingin Mami Ayeuna." rengek Prasetya.
Ayeuna mengembangkan senyumnya. Ia pun mengelus wajah tampan bocah itu yang sudah memucat.
"Kamu harus sehat demi Miss, kamu sayang sama Miss kan sayang?
Prasetya menganggukkan kepalanya pertanda dirinya benar-benar sangat menyayangi Ayeuna.
"Ya sudah kalau kamu benar-benar menyayangi Miss, sekarang kamu harus makan. Habis itu makan obat ya sayang,"rayu Ayeuna agar Prasetya mau memakan bubur yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit.
"Oke Prasetya mau makan buburnya, tapi Mami Ayeuna yang suapin." pinta Prasetya agar Ayeuna bersedia untuk menyuapi dirinya.
__ADS_1
Ayeuna mengembangkan senyumnya sembari memberikan suapan kepada Prasetya. Awalnya Prasetya sedikit tidak ingin memakan bubur itu karena menurutnya, rasa bubur yang disediakan oleh pihak rumah sakit tidak enak.
Tetapi perlahan bubur itu masuk ke perut Prasetya setelah bujukrayu yang dilakukan oleh Ayeuna kepadanya. Setelah menghabiskan semangkuk bubur yang disediakan oleh pihak rumah sakit, Ayeuna pun langsung memberikan obat kepada Prasetya.
"Sayang..... kamu harus rutin makan dan minum obat ya, agar kamu cepat sembuh. Kamu sayang sama Miss Bukan?
"Tentu mami, tapi sering-seringlah menjenguk Prasetya karena Prasetya sangat merindukanmu.
"Bolehkah Prasetya minta nomor ponsel mami Ayeuna?
"Boleh asalkan kamu janji tidak memberitahunya kepada Papi kamu."
"Prasetya janji."ucap Prasetya sembari mengangkat dua jarinya ke atas udara. pertanda Prasetya tidak akan memberitahu kepada Damian nomor ponsel Ayeuna.
"Okey Okey Miss akan catat nanti nomor ponsel Miss di sebuah kertas. Tetapi Miss mohon jangan sampai ada orang yang mengetahuinya selain kamu dan Tati.
"Oke miss! ucap Prasetya sembari langsung mengecup wajah cantik Syeuna. Wajah Prasetya berseri-seri ketika dirinya sudah bertemu dengan Ayeuna. Dan kondisinya pun sudah mulai stabil.
Tetapi Syeuna meminta kepada Prasetya agar tidak memberi tahu kedatangannya kepada Damien Perez. Tentunya Prasetya menyetujui perjanjian mereka asalkan Ayeuna bersedia bertemu dengan Prasetya jika suatu waktu nanti Prasetya ingin bertemu dengan Ayeuna.
Ketika Ayeuna sedang asyik membacakan dongeng untuk Prasetya Perez, salah satu dari bodyguard memberitahu kalau Damian sudah berada di parkiran rumah sakit. Agar Ayeuna segera keluar dari ruang rawat inap Prasetya.
"Non Ayuna Sudah saatnya non keluar dulu, soalnya Tuan Damian sudah berada di parkiran rumah sakit."bodyguard itu memberi tahu kepada Ayeuna agar Damien Perez tidak mengetahui kehadirannya di sana. Merekapun setuju tidak memberitahu kepada bos besar mereka karena mereka mengetahui apa yang dilakukan oleh Bos besarnya selama ini kepada Ayeuna yang semena-mena terhadap nya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1