Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB. 153 PERASAAN ANEH


__ADS_3

Nyonya Julia Perez yang mengetahui kalau putranya telah kembali kepada mereka membuat dirinya merasa bahagia dan bersyukur karena Mario sudah terbangun dari tidur panjangnya. Padahal sebelumnya dokter sudah pasrah Apa yang akan terjadi kepada Mario.


Dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik kepada Mario selama Mario mereka tangani.


Nyonya Julia Perez kembali memeluk Aurelin. Setelah dokter mengatakan kalau kondisi kesehatan Mario saat ini sudah stabil.


setelah pihak rumah sakit memindahkan Mario ke ruang rawat inap VVIP, terlihat Aurelin dan keluarga besar Perez bersama menghampiri Mario di sana. Aurelin sangat bersyukur karena Mario telah kembali kepada mereka. Sungguh keajaiban yang luar biasa akhirnya Mario terbangun dari tidur panjangnya. Setelah lebih kurang satu minggu Mario berjuang menahan rasa sakit yang ia rasakan akibat perbuatan Carlos.


Sementara di tempat lain, terlihat Clarissa sangat bahagia mendengar apa yang terjadi terhadap Mario . ia belum mengetahui keadaan Mario saat ini bahwa keadaan Mario saat ini sudah mulai stabil. Ia merasa sudah menang melawan Mario dengan memanfaatkan Carlos untuk menghancurkan kehidupan Mario.


Clarissa tertawa ngakak membuat para pegawai yang ada di kantornya heran melihat Clarissa yang begitu bahagia.


" Carlos...... Carlos...., kamu memang lelaki bodoh yang bisa aku manfaatin untuk menghancurkan Mario. Memangnya saya wanita bodoh! Siapa juga yang mau sama lelaki kere seperti kamu." ucap Clarissa sembari tertawa ngakak di dalam ruang kerjanya.


Hari itu adalah hari yang begitu bahagia bagi Clarisa. lain halnya dengan Carlos, ia terlihat menyesali perbuatannya karena ternyata Clarissa telah membohonginya selama ini. setelah Carlos memberitahu apa yang ia lakukan terhadap Mario, justru Clarissa memutuskan aksesnya kepada Carlos. Carlos baru sadar ternyata Clarissa hanya memanfaatkannya.


"Ingat Clarissa aku tidak akan tinggal diam jika aku bebas dari sini, takkan aku biarkan kamu hidup dengan tenang. Kamu bisa santai sekarang dan berleha-leha. Sementara aku di sini menerima ganjaran akibat apa yang kau perintahkan kepadaku. Betapa bodohnya Aku mencintai wanita licik seperti mu. Tetapi aku tidak akan tinggal diam aku akan membuat hidupmu menderita." Carlos bermonolog sendiri. Karena ia sudah merasa dendam kepada Clarissa yang ternyata Clarissa hanya memanfaatkan dirinya.


di Jakarta tepatnya di kantor milik Damian terlihat Jonathan sedang asyik mengerjakan pekerjaannya sebagai wakil Damian. Seluruh pekerjaan Damian diambil alih oleh Jonathan sehingga Jonathan akhir-akhir ini sangat sibuk di kantor. terkadang Jonathan pulang sampai larut malam karena harus mengerjakan pekerjaannya dan juga pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh Damian.


Siang itu Jonathan benar-benar sibuk. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinganya. Jonathan mempersilahkan masuk seorang wanita cantik dan anggun masuk ke ruang kerja Jonathan.

__ADS_1


"Maaf apa saya mengganggu waktumu? tanya Saida yang baru tiba di ruang kerja Jonathan membuat Jonatan sedikit terkejut akan kedatangan Saida di kantor yang selama ini tempatnya mencari nafkah.


Jonathan mendongakkan kepalanya yang sedari tadi asik berkutat di leptopnya.


"Tidak! ada apa Kok kamu bisa ada di sini? tanya Jonathan penasaran sambil gugup. Entah mengapa Jonathan, jika berdekatan dengan Saida, ia terlihat gugup dan tak mampu menatap Saida.


"Oh iya Saida datang kemari hanya sekedar menghantarkan makan siang untuk Mas ini untuk sekedar ucapan terima kasih saya karena mas. Karna mas sudah banyak membantu Saida. Jadi Saida mohon tolong dimakan ya. Ini masakan Saida sendiri loh." ucap Saida sambil mengembangkan senyumnya.


"Terima kasih kamu sudah repot-repot Untuk mengantarkan makanan ini kepada saya. Jujur saya senang banget mendapatkan perhatian seperti ini. Pasti makanan yang kamu masak ini sangat enak. Saya akan lahap memakannya." ucap Jonathan kepada Saida.


Kalau mas memang sudah lapar, lebih baik Mas makan dulu nanti dilanjutkan pekerjaannya. Mumpung masih hangat." ucap Saida sambil membuka kotak makanan yang ia berikan kepada Jonathan.


Setelah Jonathan mencicipi makanan yang dimasak Saida, terlihat Jonathan sangat lahap memakannya. Itu pertanda masakan Saida benar-benar enak bagi Jonathan.


"Wah ini makanannya sangat lezat, jujur sudah lama Jonathan ingin mencicipi makanan rumahan seperti ini. Semenjak kedua orang tuaku sudah tiada." ucap Jonathan sambil mengembangkan senyumnya.


"Mas Serius kalau kedua orang tua mas sudah tidak ada lagi? tanya Saida kepada Jonathan. Jonathan menganggukan kepalanya pertanda apa yang dikatakan Saidah benar adanya.


"Inilahi wa inna ilaihi rojiun." ucap Saida ketika mendengar kalau kedua orang tua Jonathan sudah tidak ada lagi.


Sejujurnya Jonathan juga tidak mengenal kedua orang tuanya. Karena dia dibesarkan di salah satu panti asuhan yang ada di kota Jakarta. Setelah ia lulus dari sekolah menengah atas, yang kebetulan keluarga Perez adalah donatur terbesar di panti asuhan tempat Jonathan dirawat. Membuat keluarga Perez langsung mengangkat Jonathan sebagai asisten pribadi Damian.

__ADS_1


Setelah Jonatan lulus sekolah menengah atas, kemudian keluarga Perez memberikan pendidikan kepada Jonathan sampai lulus sarjana. Hal itulah yang membuat Jonatan selama ini selalu setia kepada keluarga Perez karena ia tahu keluarga Perez sangat baik terhadapnya.


"Terima kasih ya kamu sudah mengantarkan makanan seenak ini. kalau makan kayak gini terus, bisa-bisa saya sangat gemuk." ucap Jonathan sambil mengembangkan senyumnya. Dengan sekejap Jonathan menghabiskan makanan yang dibawa oleh Saida.


Saida sangat bahagia ketika Jonathan memuji masakannya dan Jonathan juga menghabiskan makanan yang ia bawa. Hal itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saida.


"Kalau begitu Saida, pulang dulu ya Mas takut mengganggu pekerjaan Mas. lagian baby Neptunus pasti menungguku dirumah." ucap Saida sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Kok buru-buru banget pulangnya?


"Tidak apa-apa Mas, kasihan baby Neptunus mencariku di rumah." ucap Saida sambil mengembangkan senyumnya.


"Ya sudah kalau begitu nanti setelah pulang dari kantor, Mas akan mampir ke rumah. Mas juga sudah merindukan baby Neptunus." ucap Jonathan kepada Saidah.


Saida mengembangkan senyumnya sambil berlalu dari ruang kerja Jonathan. sepeninggalan Saida, terlihat rona bahagia di wajah Jonathan. Ia tidak mengetahui mengapa dia sendiri bahagia ketika mendapat perhatian lebih dari Saida. Apalagi setelah Saida menghantar makan siang untuknya itu membuat dirinya merasa ada sesuatu yang tidak ia pahami bagi dirinya sendiri.


Entah mengapa ketika melihat Saida, dirinya selalu gugup seolah tidak mampu mengeluarkan kata-kata. Jonathan sendiri belum paham akan perasaannya terhadap Saida. Tetapi yang pasti ketika melihat Saida Jonathan merasa bahagia apalagi mendapat perhatian dari Saida.


bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2