
"Kamu tenang saja ganteng!' kita akan segera berangkat ke sana. Tetapi kita harus terlebih dahulu menunggu kapal feri nya. Kamu tahu akses jalan satu-satunya kesana jika kita membawa mobil yang kita tumpangi kita harus menggunakan kapal feri untuk membawa mobil milik kita." ucap tour guide itu kepada Prasetya. Prasetya menganggukan kepalanya pertanda dirinya paham akan apa yang dikatakan oleh tour guide itu.
Ketika kapal Ferry sudah tiba di pelabuhan Tomok, tour guide itu langsung menghubungi pihak terkait agar mereka mendapatkan tiket penyeberangan dari Tomok ke Parapat.
"Jujur Ayeuna sangat terpesona dengan indahnya pemandangan di danau Toba.
Apalagi cintanya bersemi dengan Damian berada di sana. Begitu juga dengan Damian Damian begitu bahagia ketika melakukan perjalanan ke danau Toba bersama wanita yang sangat ia cintai.
Setelah kurang lebih 30 menit menunggu. Tour guide itu pun kembali datang menghampiri rombongan Damian. Kemudian Tour guide itu beritahu kalau mereka akan segera berangkat menyeberangi danau Toba dari Tomok menuju Parapat. Demian, Ayuna Prasetya dan Tati pun masuk ke dalam kapal feri tentunya didampingi tour guide itu.
Ayeuna membentangkan tangannya saat berada di atas kapal feri itu. Ia begitu menikmati angin sepoi Sepoi yang menerpa wajahnya ketika berada di kapal feri itu.
Apalagi dari dalam kapal Ayeuna dapat melihat indahnya pemandangan danau Toba. Demian tidak kalah bahagianya dari Ayeuna. hingga iya sesekali memeluk ayeuna yang sedang berdiri menikmati angin sepoi-sepoi itu.
Prasetya menikmati pemandangan yang indah bersama Tati. Sang pengasuh yang setia menemani Prasetya.
"Mbak sus!"Apa kau juga menikmati perjalanan kita sekarang?"tanya Prasetya kepada Tati.
__ADS_1
"Tentunya tuan muda. Karena tempatnya memang sungguh indah dan menarik apalagi Mbak sus Baru kali ini mengunjungi tempat indah seperti ini."ucap Tati kepada Prasetya membuat Prasetya langsung tertawa ngakak.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam penyeberangan dari Tomok menuju Parapat Mereka pun tiba disana. Mereka benar-benar menikmati perjalanan wisata yang mereka lakukan di kawasan danau Toba.
Tak lupa mereka juga berkunjung ke bukit indah simarjarunjung yang mana dari sana mereka dapat memandang indahnya hamparan danau Toba dan bukit-bukit yang indah."
****
Tiga hari melakukan perjalanan wisata di kawasan danau Toba, mereka berniat kembali ke Medan. Tentunya setelah berada di Medan Damian pun meminta izin kepada Mario agar mereka segera berangkat kembali ke Jakarta. mengingat pekerjaan Demian sudah menanti di sana setelah ia tinggal satu minggu berada di Medan.
"Ya sudah kalau memang itu keputusan Kakak. Mario tidak bisa melarang sejujurnya Mario merasa berat berpisah dengan Ayeuna asisten yang baik untuk merio dia selalu bersedia menerima curhatanku." ucap Mario kembali tertawa cengengesan
"Mom hari ini kita kembali ke Jakarta kan?
"Ya Sayang memangnya ada apa?"
"Kalau kita sudah ada di Jakarta Mami sama Papi kapan menikah? tanya Prasetya membuat Ayeuna membulatkan matanya ia seolah tidak percaya akan apa yang diucapkan oleh Prasetya.
__ADS_1
Ayeuna mengembangkan senyumnya.
"Nanti kalau pekerjaan papi sudah longgar papi dan mami akan segera menikah. Kamu tenang saja putra mami yang tampan." ucap Ayeuna sambil mengacak rambut pirang bocah kecil yang selalu ingin mengetahui jala hal yang diluar nalar bocah seumuran dia.
Setelah berada di Bandara Kualanamu Mereka pun langsung check in untuk segera berangkat ke kota Jakarta. Di sepanjang perjalanan ke bandara, Ayeuna hanya terdiam Ia tidak dapat berkata apa-apa. Karna rasa kwatir nya terhadap ancaman nyonya Rasti. Ia tidak ingin membuat Masalah semakin runyam.
Sudah kamu jangan kwatir sayang. Kamu lagi mikirin ancaman Nyonya Rasti kan?"
"Kamu jangan kwatir, ada mas disini yang selalu bersedia untuk membantu mu sayang. Ucap Damian.
"Masalahnya Ayeuna tidak mengetahui kesalahan Ayeuna mengapa nyonya Rasti memintaku menjauh dari kak Leonardo. Yang jelas jelas orang yang selama ini perhatian kepada Ayeuna semenjak Ayeuna masih kecil." ucap Ayeuna.
Ayeuna tidak dapat membendung air matanya. Tetapi ia langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil yang mereka tumpangi agar Prasetya tidak melihat Ayeuna bersedih. Damian berusaha menenangkan Ayeuna. Ia juga tidak sanggup Harus melihat kesedihan diwajah wanita yang sangat ia cintai.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih.
__ADS_1
jangan lupa follow outhor Morata agar kalian mendapatkan notifikasi bab bab baru dari karya Morata. dan jangan lupa kepoin karya karya Morata lainnya.
Trims