Terjerat Cinta Duda Arogant

Terjerat Cinta Duda Arogant
BAB.183. BAPER JUGA TIDAK APA APA


__ADS_3

"Sepertinya kita cocok pasangan suami istri yang lagi berbahagia." celetuk Jonathan membuat Ayeuna menatap Jonathan dengan tatapan penuh tanya.


"Mas ada-ada saja bercandanya. Jangan ngaco dong Mas!" nanti Saida bisa baper loh. gerutu Saida.


Ia pun mengatakan apa yang sebenarnya ia rasakan ketika mendengar Jonathan mengatakan mereka cocok menjadi pasangan suami istri yang lagi berbahagia bersama putranya.


Baper juga nggak apa apa!" Mas malah suka jika kamu baper kepada Mas. Asalkan kamu jangan baper lagi kepada mantan kekasih kamu yang tidak bertanggung jawab itu." Celetuk Jonathan begitu saja membuat Saida menatap Jonathan dengan tatapan tajam.


" Sudah, jangan menatapku seperti itu memang benar kan kalau Ayah biologis baby Neptunus, lelaki yang tidak bertanggung jawab? ucap Jonathan sambil memalingkan wajahnya dari Saida ketika dirinya mengatakan kalau Andre lelaki yang tidak bertanggung jawab.


"Mas tidak perlu memalingkan wajah seperti itu dari Saidah. Saida sadar kok, Kalau mas tidak Sudi menatapku wanita yang kotor dan hina ini. Ya Saida memang melakukan kesalahan dengan Andre. Tetapi bagaimanapun Saida tidak ingin hidup seperti ini.


Justru Saida bingung arah tujuan hidup Saida saat ini. yang Saida pikirkan hanyalah kebahagiaan baby Neptunus. Walaupun dirinya tidak merasakan kasih sayang dari seorang ayah. ucap Saida sambil memalingkan wajahnya dari Jonathan agar air bening yang mengalir di wajah cantiknya tidak terlihat oleh Jonathan.


"Nah sekarang kamu memalingkan wajahmu dari Mas. Berarti kamu tidak Sudi lagi dong Melihat mas. Karena mas bukan siapa-siapa di hati kamu bukan? Jonathan mengembalikan kata-kata Saida kepadanya. Saida kembali menoleh ke arah Jonathan membuat Jonatan langsung mengembangkan senyumnya.


Ia melihat air benih mengalir begitu saja di wajah cantik Saida. Sehingga jonathan pun kembali duduk dan menghapus air bening yang mengalir begitu saja di wajah cantik Saida.


"Jangan menangis maminya Putraku. Jika kamu menangis Putraku juga pasti akan sedih. Ada Mas Di Sini yang memberikan kasih sayang kepada Putraku baby Neptunus. Jangan pernah kamu mengatakan kalau baby Neptunus kekurangan kasih sayang dari seorang ayah." ucap Jonathan sambil kembali duduk di tepi ranjang tepatnya di sisi kiri baby Neptunus.


Suara gemuruh Petir dan angin kencang pun kembali terdengar jelas di telinga mereka. membuat Saida sedikit ketakutan dan langsung meloncat dari tempat tidur.

__ADS_1


"Kamu jangan takut ada Mas di sini." ucap Jonathan sambil langsung memeluk Saida begitu saja. Tanpa ada rasa sungkan sedikitpun.


Tiba-tiba Pak walson dan ibu Amelia masuk ke kamar yang ditempati oleh Saida dan baby Neptunus. Alangkah terkejutnya Pak walson dan ibu Amelia melihat Jonathan sedang memeluk Saida sementara baby Neptunus masih tertidur pulas.


Melihat kedatangan Pak walson dan ibu Amelia, sontak Jonathan langsung melepaskan pelukannya dari Saida. "Ma....ma...maaf om.... tante.....semua ini tidak seperti yang om dan tante lihat. Jonathan hanya mencoba untuk menenangkan Saida saat Saida dilanda ketakutan mendengar suara gemuruh petir."ucap Jonathan


Karena dirinya takut kalau Pak walson dan ibu Amelia berpikir negatif terhadapnya. Ia khawatir Pak walson dan ibu Amelia mengira kalau Jonathan memanfaatkan kesempatan Dalam kesempitan.


"Mengapa kamu harus meminta maaf? justru kami berterima kasih kepadamu. Karena kamu bisa menenangkan Saida, saat mendengar suara petir. Biasanya jika mendengar suara gemuruh petir, Saida selalu berteriak-teriak minta tolong.


Kami biasanya kewalahan untuk menenangkannya. Tetapi ketika kamu yang menenangkannya sepertinya Saidah tidak begitu ketakutan."ucapan dan ibu Amelia sembari tersenyum melihat ke arah Saida dan juga Jonathan.


Jonathan menatap Saida dengan tatapan penuh arti. Kemudian Saida pun langsung menyiapkan makanan untuk Jonathan. Ia tahu kalau Jonathan saat itu belum makan malam. Mengingat Jonathan setelah pulang dari kantor langsung datang menemui baby Neptunus setelah dirinya membersihkan diri di apartemen miliknya.


15 menit kemudian setelah Saida memanaskan memakan malam untuk Jonathan, Saida pun kembali ke kamar dengan membawakan nampan yang berisi makan malam untuk Jonathan.


" Mas lebih baik Mas makan dulu deh, pasti mas sudah lapar kan? tanya Saida sambil memberikan menu makan malam untuk Jonathan. Ia pun meletakkan makanan itu di atas meja kecil yang ada di kamar Saida.


"Kenapa kamu membawa makanannya ke sini aku bisa memakannya ruang makan." ucap Jonathan sambil mengembangkan senyumnya. Saida takut meninggalkan baby Neptunus sendiri di sini. Apalagi saat ini hujan sangat lebat dan suara gemuruh petir begitu keras." ucap Saida berterus terang tanpa ada yang ia tutup-tutupi.


Jonathan menganggukkan kepalanya ia paham maksud Saida, membawa makan malam untuknya ke kamar. Kemudian Jonathan pun berniat untuk menyantap makanan itu. "Makanan untukmu di mana? Kenapa makanannya hanya satu piring?tapi porsinya jumbo? Memangnya kamu tidak makan? atau kamu ingin makan sepiring berdua denganku? Celetuk Jonathan begitu saja.

__ADS_1


Membuat Saidahl menatap Jonathan dengan tatapan yang sulit diartikan. Kemudian Jonathan langsung menyantap makanan yang sudah dibawa Saida ke kamar untuknya. Ia pun sesekali memberikan suapan kepada Saida membuat Saida tidak dapat menolaknya.


"Enak juga ya makan sepiring berdua seperti ini." ucap Jonathan yang mampu membuat Linda langsung tersedak.


"Hati-hati, makanya pelan-pelan saja. Kan jadi tersendat jadinya." ucap Jonathan sambil mengembangkan senyumnya melihat ke arah Saida sambil memberikan air minum kepada Saida.


Entah mengapa hati Jonathan begitu bahagia mendapat perhatian penuh dari Saida. Seolah ia merasa kalau Saida dengannya pasangan suami istri yang lagi bahagia bersama Putra pertama mereka.


"Ada apa denganku Mengapa aku begitu bahagia tinggal di rumah ini. Apalagi ketika aku Saida memberikan perhatian kepadaku? apa yang terjadi Mengapa aku seperti ini? apa aku sudah benar benar jatuh cinta kepada Saida? pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Jonathan.


Jonathan belum menyadari kalau dirinya sudah mulai jatuh cinta kepada Saida dan juga baby. Sementara Saida juga memiliki perasaan yang sama seperti yang dirasakan Jonathan. Ia pun bertanya-tanya dalam hatinya, Mengapa putranya begitu nyaman kepada Jonathan dan hatinya begitu menghangat ketika Jonathan menimang putranya, layaknya seorang ayah yang baik untuk menidurkan bayinya.


"Ada apa ini? apa aku sudah mulai jatuh cinta dengan Jonathan? pertanyaan itu pun timbul di hati Saida. Saida pun langsung menepis itu dari hatinya. Karena dirinya tidak ingin sakit hati kepada lelaki untuk kedua kalinya.


Sementara di tempat lain, Ayeuna yang sudah mulai terima penjelasan Damian. Ia pun kembali memeluk Damian. ia sadar Damian melakukan itu semua hanya untuk kebaikan Ayeuna dan bayi yang ada di dalam kandungannya.


Bersambung..........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏


jangan lupa like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


__ADS_2