
Ibu Amelia dan suaminya pun setuju apa yang dikatakan dokter Handoko kepada mereka. Sementara Demian dan Jonathan pun ikut berpelukan karena mereka merasa berhasil menyelamatkan Saida. Karena bagaimanapun Kalau tidak ada Demian Perez yang memberikan perintah kepada Jonathan untuk membantu mencari donor darah kepada Saidah, kemungkinan besar Saida saat itu tidak dapat bertahan.
Rona bahagia terlihat jelas di wajah keluarga Saida dan juga keluarga perez. Walau awalnya Damian tidak mengenal betul siapa Saida. Tetapi setidaknya keluarga Perez mengenal Ibu Amelia.
Sementara keluarga laksmana yang baru mengetahui kalau Saida sudah sadar dari komanya, bernafas lega. Karna setidaknya perusahaan milik keluarga laksamana akan selamat dari kebangkrutan seperti ancaman yang diberikan Jonathan kepada keluarga laksamana.
Sekitar satu jam setelah Saida terbangun dari tidur panjangnya, Saida di pindahkan oleh pihak rumah sakit dari ruang ICU menuju ruang rawat inap VVIP. Pihak rumah sakit dan dokter Handoko yang merupakan sahabat Ibu Amelia, ingin memberikan pelayanan terbaik kepada Saida. Agar Saida lebih cepat pulih seperti sedia kala dan dapat berkumpul kembali dengan keluarganya.
Ayeuna langsung menarik tangan Damian ke sudut ruangan. Membuat Damian sedikit heran dengan tingkah Ayeuna yang tiba tiba menarik tangan Damian.
"Ada apa sayang?"
"Mas jangan biarkan Saida menikah Dengan Andre. Dia lelaki yang tidak bertanggung jawab. Ayeuna takut kalau Saida akan menderita, hidup bersama keluarga laksmana." ucap Ayeuna
"Ya itu tergantung Saida sayang, mau tidaknya Saida menikah Dengan Andre itukan pilihan Saida sendiri. Yang penting kedua orangtua saida sudah menerima Saida kembali.
"Bagaimana kalau Saida kita jodohkan saja dengan Jhonatan, asisten mas?" ucap Ayeuna sambil tersenyum miring.
Damian mengembangkan senyumnya, ketika mendengar Ayeuna menjodohkan Saida dengan Jonathan. Entah angin apa dan karena apa Ayeuna memiliki pikiran sampai ke sana. Sehingga Damian pun langsung mengedipkan sebelah matanya.
Pertanda Damian memberikan kode, kalau Damian juga setuju dengan ide Ayeuna. Yang ingin menjodohkan Jonathan dengan Saida. Merupakan sahabat Ayeuna sendiri. Sementara Jonathan merupakan asisten pribadi dan yang selama ini mengabdi kepada Damian Perez. Di samping Jonathan menjadi asisten Damian, Ia juga merupakan sahabat Damian yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri.
__ADS_1
Damian dan Ayeuna berpamitan kepada Saida dan kedua orangtuanya. Begitu juga dengan Jhonatan. Mereka bertiga berlalu dari ruang rawat inap Saida. Tentunya setelah memastikan kalau kondisi Saida sudah semakin membaik.
Setelah tiba di lobby rumah sakit, Damian dan Ayeuna menunggu Jhonatan mengabil mobil mewah milik Damian.
"Silakan pak bos!" ucap Jhonatan sambil buka pintu mobil. Agar Damian Perez dan Ayeuna dapat masuk dengan leluasa. setelah memastikan Demian Perez dan Ayeuna sudah berada di dalam mobil, dan merasa nyaman, Jonathan melajukan mobil menuju rumah Damian Perez.
Sementara di rumah sakit, Tuan laksmana dan Andre laksmana datang menghampiri keluarga Saida. Setelah mendapat kabar Kalau Saida sudah bangun dari tidur panjangnya.
Ketika Tuan laksmana, Andre laksmana dan juga Nyonya laksmana, sudah berada di ruang rawat inap Saida. Terlihat Ibu Amelia dan Pak walson menatap keluarga laksmana dengan tatapan tajam.
"Untuk apa kalian datang ke sini lagi? kami tidak membutuhkan penjahat seperti kalian. Kami tidak ingin bertemu dengan manusia yang tidak memiliki hati seperti kalian. Jadi sebelum kemarahanku memuncak lebih baik kalian tinggalkan tempat ini." ucap Ibu Amelia dengan nada meninggi. Mengundang Saida menjadi terbangun dari istirahatnya.
"Ada apa ma? Mengapa Mama marah? tanya Saida dengan suara parau, yang belum melihat kehadiran keluarga laksamana di sana.
Ibu Amelia mengetahui kalau Tuan laksmana selama ini membela Saida. Tetapi di belakang Tuan laksmana Nyonya laksmana menyiksa Saidah habis-habisan. Dengan mempekerjakan Saida yang tidak layak ia kerjakan. Padahal Nyonya laksmana sudah mengetahui betul Kalau Saida tidak mampu mengerjakan pekerjaan yang ia berikan. Karena Saida sedang hamil.
"Kami datang kesini ingin meminta maaf kepada Saida dan juga Ibu dan Bapak ." ucap Tuan laksmana sambil langsung menghampiri Saida.
"Saida atas nama keluarga, saya meminta maaf kepada kamu." ucap Tuan laksmana kepada Saida.
"Kenapa Anda meminta maaf kepada saya Tuan? anda tidak bersalah kepada Saida."ucap Saida sambil berusaha mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
"Terima kasih kamu sudah bertahan demi anakmu Saida. Jujur saya sudah sangat khawatir dengan kondisi kamu." ucap Tuan laksmana kepada Saida.
"Kwatir kepada putri saya dan anaknya, apa anda khawatir jika perusahaan milik anda akan hancur di tangan keluarga Perez? tanya ibu Amelia dengan sinis. Tuan laksmana melihat ibu Amelia dengan sekilas.
"Maaf Ibu Amelia, Saya memang benar-benar mengkhawatirkan Saida, selama ini. Tetapi saya minta maaf atas perbuatan istri dan anak saya. Yang tidak mampu mendidik anak saya supaya menjadi lelaki yang bertanggung jawab. Tetapi untuk saat ini Andre laksmana sudah bersedia menikah dengan Saida." ucap Tuan laksmana kepada Ibu Amelia.
Saida dan ibu Amelia begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan laksmana kepada Ibu Amelia. Saida berharap kedua orangtuanya tidak menyetujui pernikahan itu. Karena Saida khawatir kejadian yang ia alami sebelumnya, akan terulang kembali. Jika Saidah menikah dengan Andre laksmana maka Nyonya laksmana akan semakin berbuat semena-mena terhadap Saida.
Ibu Amelia tersenyum sinis.
" Bagaimana mungkin kalian memiliki pikiran, kami menyetujui putri kami menikah dengan putra Anda Andre laksmana, yang selama ini lari dari tanggung jawabnya. Kami tidak akan setuju sampai kapan pun. Jangan berharap kalau putri kami menikah dengan Putri anda. Dan akan Aku pastikan kalau anak yang dilahirkan oleh putri saya, yang sampai mempertahankan nyawanya melahirkan anak itu, tidak akan jatuh ke tangan kalian.
Dan saya bersumpah Andre laksmana tidak akan mendapat istri yang lebih baik dari Saida putri saya." ucap ibu Amelia. Amarah Ibu Amelia terlihat jelas di mata Nyonya laksmana membuat nyali Nyonya laksmana semakin menciut. Karena tuan laksmana sudah memberitahu siapa sosok Ibu Amelia sebenarnya di negeri ini.
"Bagaimana mungkin Anda tidak menyetujui pernikahan mereka? selama ini Putri Anda Saida sangat mencintai Putra saya. Selain itu mereka juga masih memiliki ikatan. Karena Saida dan Andre memiliki anak." ucap Tuan laksmana kepada Ibu Amelia.
Ibu Amelia langsung bertepuk tangan. Tetapi tepuk tangannya itu merupakan tepuk tangan mengejek keluarga laksmana. Yang terlalu percaya diri kalau Saida akan meraung-raung meminta Andre akan menikahinya.
Tetapi itu tidak akan terjadi. Karena mata hati Saida, sudah terbuka lebar melihat sisi buruk keluarga laksmana. Walaupun Tuan laksmana terlihat baik kepada Saida, tetapi hati Tuan laksmana sama buruknya dengan istrinya sendiri. Ia berpura-pura baik kepada Saida karena ingin menyelamatkan perusahaan miliknya dari genggaman keluarga Perez.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏